Ads Top

HASDUK BERPOLA : Kreatifitas Pramuka Bojonegoro dan Trailer Film Hasduk Berpola

Sebagai anggota Pramuka di Bojonegoro, saya selaku Humas Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro punya mimpi "Kapan Ya, Pramuka Bojonegoro Terkenal di Penjuru Nusantara"? Mimpi itu semakin terjawab dengan adanya Film "Hasduk Berpola" yang disutradarai oleh Kak Hariss Nizam dan akan perdana di Bioskop Tanggal 21 Maret 2013, selain dengan adanya film tersebut Anggota Pramuka Bojonegoro juga ada yang berkreasi menciptakan Lagu "Asmara Tunas Kelapa" yang dilaunching tanggal 16 Februari 2013 kemarin pada saat Kegiatan Latgab Temu Penegak II di Kwartir Ranting Sukosewu - Bojonegoro.

Bagi semua pihak yang ingin mendukung eksistensi Gerakan Pramuka di Kota Ledre ini, bisa menghubungi kami di Pusdiklatcab Kendalisada Kalianyar - Kapas - Bojonegoro. Mari bergabung dan menjadi anggota Gerakan Pramuka, karena di Gerakan Pramuka kita dididik, digembleng dan dibina untuk menjadi generasi muda Indonesia yang bermartabat dan berkarakter.

Untuk pengalaman mengikuti Pramuka sebenarnya sangat banyak sekali. Tapi kali ini saya ingin mempromosikan kepada seluruh anggota Pramuka Indonesia bahwa Film Hasduk Berpola ini sangat cocok ditonton bersama keluarga. Sebelum anda menonton filmnya, alangkah lebih baik meluangkan waktu sejenak untuk membaca beberapa informasi mengenai Film Hasduk Berpola.

Bagi kakak-kakak yang penasaran dengan Film Hasduk Berpola, silahkan dibaca informasi berikut ini :

Film terbaru garapan sutradara Harris Nizam yang berjudul Hasduk Berpola, kini telah resmi merilis trailer perdana. Di video yang berdurasi 2 menit 47 detik tersebut, terlihat cukup banyak bintang cilik baru yang disandingkan dengan artis senior sekelas Idris Sardi dan Iga Mawarni.

Di trailer itu juga memaparkan tulisan "10 anak berbakat dari Bojonegoro dan Surabaya" yang membuktikan kalau film Hasduk Berpola menggunakan aktor atau aktris cilik asal Jawa Timur. Meskipun masih terlalu dini untuk menilai kualitas akting mereka, namun lewat trailer singkat tersebut sudah terlihat kisah yang penuh emosi dan semangat kebersamaan.

Seperti diketahui, hasduk adalah salah satu atribut yang kerap dipakai oleh anggota Pramuka atau dikenal dengan nama lain kacu. Maka tak heran jika film Hasduk Berpola sangat kental menggambarkan salah satu Kegiatan Pramuka yaitu Jambore, dimana didalamnya terdapat berbagi macam aktivitas yang berlandaskan nasionalisme.

Bangkit Prasetyo, Alisia Rininta, Meitha Thamrin, Petra Sihombing, Calvin Jeremy, Fay Nabila, Iga Mawarni, Idris Sardi dan Ranti Purnamasari adalah nama-nama yang terlibat dalam film Hasduk Berpola. Tentunya, nama Idris Sardi akan menjadi sosok yang mencuri perhatian khalayak dari film ini lantaran sang maestro biola tersebut sudah 38 tahun vakum dari dunia perfilman.

"Karena ceritanya tentang nasionalisme dan ada peran sebagai seorang veteran berusia 79 tahun. Pada saat itu yang ada di pikiran saya ya nama Idris Sardi. Secara fisik mas Idris cocok dan siapa juga yang nggak kenal beliau." ucap Harris Nizam.

AWAL TERCIPTANYA FILM HASDUK BERPOLA :

Hasduk Berpola itu sebenarnya cerita aslinya dari cerpen yang ditulis Bagas Dwi Bawono. Kenapa cerita ini terbentuk, awalnya adalah pada Sidang Paripurna DPR RI tahun 2009 yang otomatis dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu. Di sidang paripurna itu lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Itu luar biasa sekali, membuat marah penulis cerpen ini dan akhirnya ia tulislah cerpen Hasduk Berpola pada tahun 2009 juga. Sudah sempat dibawa kemana-mana tapi baru bisa realisasi pas ketemu sama saya. Bagas Dwi Bawono menjadi salah satu penulis skenarionya. Nah, dasar dari film Hasduk Berpola awalnya dari cerpen itu, kemudian berkembang menjadi cerita panjang berbentuk skenario film. Karena penulis aslinya berasal dari Bojonegoro, dia memasukkan unsur-unsur budaya yang dia paham, dan mengambil Bojonegoro sebagai sentral lokasi penceritaan.

Nah, bagaimana Hasduk Berpola bisa diangkat menjadi film, pada dasarnya sang penulis cerita asli memang ingin sekali menyuarakan isi hatinya, dia membuat cerpen anak berjudul Hasduk Berpola. Ketika cerpen itu jadi dia bertemu dengan Kirana, salah satu penulis skenario Hasduk Berpola, ia juga penulis novel. Mereka berdiskusi panjang lebar sampai akhirnya ingin cerpen Hasduk Berpola dijadikan film. Nah, mereka mengajukan cerita ke banyak sutradara hingga sampai lah ke saya. Saat ketemu sama saya, saya langsung suka sama ceritanya. Saya suka sekali, Ucap Harris Nizam.

Awal cerita Hasduk Berpola ini sampai ke tangan saya adalah  Waktu saya ke Hongkong menghadiri acara BISA Award dari para TKW, saya ketemu mbak Era Soekamto, designer muda yang juga diundang di acara tersebut. Kami menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saya tuh merinding banget pada saat itu. Magis banget ini lagu. Saya bilang sama mbak Era, “Mbak Era, harusnya ya.. kita itu menyanyikan lagu Indonesia Raya itu bisa merinding kayak gini ga cuma kalau kita lagi di luar negeri. Tapi saat kita dimanapun, harusnya kita bisa merasakan merindingnya ini.” Mbak Era mengiyakan. Akhirnya setelah pulang ke Indonesia, Mbak Era hubungi saya, “Harris ini ada orang bikin cerita tentang Indonesia Raya. Pasti kamu suka nih! Seperti yang kamu inginkan.”

“Ok.”

Ketemulah kami dengan sang penulis pada akhir Desember 2011. Kita ngobrol-ngobrol. Saya suka banget. Pulang saya langsung hubungi produser saya. “Pak ini ada cerita bagus banget.”

“Ceritanya kayak gimana?”

“Mendingan ketemu aja langsung sama penulisnya.”

Awal tahun 2012 akhirnya saya dan produser ketemu dengan penulis, ngobrol, jabat tangan dan hari itu juga kami nyatakan projectnya on. Langsung persiapan. Saat pertama kali saya baca skenarionya itu sudah sampai draft 9. Kami revisi sampai draft 14 berbarengan dengan hunting lokasi ke Bojonegoro, Casting dan persiapan lainnya

Di film ini menurut saya, kemampuan saya di push ke level kemampuan yang menurut saya paling maksimal. Di film ini lah pertama kali saya shooting secara multi-camera dengan menggunakan 3 buah kamera redcam dan satu kamera video untuk kebutuhan adegan wartawan meliput acara itu. Jadi ketika shooting di depan saya itu ada empat buah monitor. Wow, oke.. semuanya keren. Hahaha.

Adegan itu juga melibatkan 1500 orang, menutup jalan raya di depan hotel Majapahit yang dulunya hotel Yamato, melibatkan 40 orang polisi, shooting selama tiga hari. Otomatis saya push diri saya ke level yang menurut saya paling maksimal. Karena itu sequence scene, kurang lebih sekitar 12 scene dan terpecah secara paralel. Jadi saya harus hapal sekali pengadeganan yang saya buat serta pecahan serta urutan shot saya, kalau nggak 1500 orang akan teriak. Mereka bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore. Saya kalau ngebayangin itu lagi bisa stres lho. Adegannya berupa : karnaval besar, Ada marching band, ada gadis kupu-kupu, ada reog Ponorogo, kuda lumping, macem-macem dech pokoknya.

Secara action ya itu yang paling berat. Banyak juga di adegan lain yang menuntut saya harus lebih banyak bersabar karena saya berhadapan dengan 5 pemain cilik baru dan harus berakting secara natural. Itu sangat menguras tenaga. Salah satu pemainnya malah ada yang autis. Saat kami ngobrol, dia nggak perduli sama sekali. Orangtuanya pun kaget ketika dia bisa lolos casting. Dia yang memerankan tokoh anak bernama Arman. Tapi menurut saya dia berakting keren sekali. Cepat paham, hapal sekali continuity. Film Hasduk Berpola ini melakukan shooting selama 36  hari. Sempat istirahat 2 hari.

Saya hanya ingin masyarakat Indonesia bangga dengan negerinya. Saya ingin lagu Indonesia Raya tidak hanya didengarkan disaat acara kepresidenan atau acara kenegaraan lainnya, tapi lagu Indonesia Raya bisa selalu dinyanyikan dan lebih dekat oleh masyarakat Indonesia. Sederhananya, seminggu sekali kita kembali menyanyikan Indonesia Raya atau paling tidak mendengarkannya dengan hening dan khidmat. Menurut saya dengan cara sederhana seperti itu bisa membantu membangkitkan kembali rasa nasionalisme kita. Ini ini penting terutama untuk anak-anak. Makanya film ini diceritakan dari sudut pandang anak-anak. Semoga generasi penerus akan menjadi generasi yang sangat mencintai negerinya. Dan harapan saya untuk film ini, semoga film ini bisa menjadi besar dengan caranya sendiri.

BERIKUT SINOPSIS FILM HASDUK BERPOLA :

Film "Hasduk Berpola" menceritakan tentang seorang veteran mantan pejuang '45 bernama Masnun yang tinggal di Surabaya yang hidupnya sengsara dan terlunta-lunta meskipun perjuangannya pada masa perang kemerdekaan dia harus mempertaruhkan nyawanya membela tanah air.

Masnun hidup bersama anaknya, Rahayu yang seorang janda dengan dua orang anak bernama Budi dan Bening. Masnun memutuskan untuk kembali ke kota asalnya, Bojonegoro. Di kota asalnya tersebut, hidup Masnun sekeluarga tidak membaik malah semakin terpuruk.

Di sisi lain, Budi sang cucu tertantang untuk mengalahkan temannya, Kemal dalam kegiatan pramuka. Tapi kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, Budi tidak mampu membeli semua perlengkapan pramuka. Budi sekuat tenaga dengan berbagai cara berjuang untuk memiliki semua perlengkapan pramuka tersebut.

Melihat perjuangan sang kakak, Bening sang adik merasa kasihan dan merelakan seprei kesayangannya untuk dibuat hasduk oleh sang kakak. Bagaimana cerita selengkapnya, tunggu tanggal mainnya. Film sederhana penuh pesan-pesan moral dan kebangsaan ini ditutup dengan adegan yang menggetarkan sisi nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia.

Berikut data-data Film "Hasduk Berpola" :

Sutradara : Harris Nizam
Produser : Sarjono Sutrisno
Penulis : Bagas D. Bawono, Kirana Kejora
Pemain : Idris Sardi, Iga Mawarni, Petra Sihombing, Alisia Rininta, Calvin Jeremy
Genre : Drama, Nasionalisme
Durasi : 100 menit
Produksi : Aletta Pictures
Tanggal Rilis : 21 Maret 2013

UNTUK VIDEO TRAILER FILM HASDUK BERPOLA, BISA DITONTON :

 

SELAMAT UNTUK KAK HARISS NIZAM YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI MESSENGERS OF PEACE DUTA PERDAMAIAN INDONESIA OLEH KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA.


















Direktur World Scout Foundation Menyatakan Kak Harris Nizam sebagai Duta Perdamaian

Sejatinya seorang Pramuka adalah Duta Perdamaian/Messenger of Peace. Messenger of Peace merupakan Program yang duluncurkan World Scout Foundation.

Pada Gerakan Pramuka, Messengers of Peace dikenal sebagai Program MoP Indonesia dengan mengimbau kepada setiap Kwartir Daerah untuk menyampaikan proposal kegiatan kepada Kwartir Nasional sebuah kegiatan yang menginspirasi dan berdampak untuk perbaikan dunia.

Sampai saat ini tengah bergulir program MoP Indonesia di Tujuh Kwarda, diantaranya Kwarda Jawa Barat, Kwarda DKI Jakarta, Kwarda Jawa Timur, dan Kwarda Sumatera Barat. Di Kwarda Sumatera Barat kegiatan MoP yang diaplikasikan adalah membuat bordir khas Sumbar yang diajakarkan oleh para pengarjin kepada Anggota Gerakan Pramuka.

Keterampilan tersebut sebagai bekal agar seorang anggota Gerakan Pramuka mampu menginspirasi kaum muda lainnya dan menjadi bagian dari Duta Perdamaian/Messengers of Peace.

Kwarnas Gerakan Pramuka melalui Kak Sri Gusni Febriasari selaku Program Manager MoP Indonesia tak henti-hentinya selalu mengkampanyekan dan mengimbau setiap Pramuka untuk menjadi Duta Perdamaian melalui apapun yang dilakukan demi perubahan Indonesia dan dunia yang lebih baik.

Khusus untuk Kak Harris Nizam (Sutradara Film) yang pada Sabtu (16/2) dinyatakan sebagai Duta Perdamaian/Messengers of Peace karena beliau sangat menginspirasi kaum muda Indonesia, maka dapat dikategorikan sebagai Duta Perdamaian juga.

Bertepatan dengan kedatangan John, Geogeghan, Direktur World Scout Foundation ke Jakarta beberapa waktu lalu, Kak Harris berkesempatan memperlihatkan upaya dan kerjakerasnya selama ini melalui sebuah karya film di depan John.

Jadilah melalui upacara kecil yang dihadiri Pramuka Penggalang dari Gudep yang berpangkalan di SMP 48 Jakarta Selatan dan SMP 76 Jakarta Pusat, John dengan bangga menyatakan Kak Hariis sebagai salah satu anak muda yang menginspirasi dan layak menjadi Duta Perdamaian.

Semua anggota Gerakan Pramuka pasti bisa menjadi Duta Perdamaian, tipsnya menurut Sutaradara Film “Surat Kecil Untuk Tuhan” (Film Terlalir Tahun 2011) dan “Hasduk Berpola” (tayang perdana 21 Maret 2013) adalah dengan selalu "Berusaha untuk tulus, berusaha untuk Jujur apa pun yang kita kerjakan maka walaupun yang kita lakukan itu kecil tapi efeknya akan terlihat dan menjadi besar".


BAGI YANG BELUM NONTON FILM HASDUK BERPOLA, SILAHKAN BELI TIKETNYA SEKARANG JUGA DI INDOMARET TERDEKAT !!!! BERIKUT JADWAL NONTON BARENG ARTIS & SUTRADARA HASDUK BERPOLA !!!



Berikut Foto Ka. Mabicab Bojonegoro Kak Suyoto (Kang Yoto), Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro,  Bersama Artis dan Sutradara Film Hasduk Berpola Pada Saat Pemutaran Perdana FILM HASDUK BERPOLA selama 3 hari di Gedung Angling Dharma Bojonegoro dari 28 Feb - 2 Maret 2013 . Apresiasi dari semua pihak dan kawan sangat baik. Terimakasih, ayo sama-sama kita cintai Indonesia !

Ayo tetap bersemangat dan berkarya untuk Pramuka Indonesia !!!!

9 comments:

  1. kerenn.. foto adik-adik saya dari SMPN 48 JKT ada di blog kak didik juga. terima kasih kak hehehe

    ReplyDelete
  2. Oke kak, sama-sama... Salam Pramuka !!! Pramuka Berkarya dan Berkarakter !!!

    ReplyDelete
  3. Tonton di Bioskop terdekat Ja kak, mantab!!!!

    ReplyDelete
  4. wahhhh proses trus,,,ajarin aq tow kak..

    ReplyDelete
  5. Mbak Vira : Dijamin setelah nonton Film Hasduk Berpola pasti ketagihan.... Ayo, dibeli tiket-nya sebelum kehabisan

    Donny : Semuua itu butuh Proses. hehehehehe, Jangan Takut untuk mencoba, karena menurut Deddy Corbuzier Hitam Putih : KUNCI SUKSES ITU "SEKALI LAGI".

    ReplyDelete
  6. Bojonegoro mulai malang-melintang di dunia perfilman. Saya sangat apresiatif sekali. "Praja Muda Karana." Jadi ingat semasa SD, ikut latihan pramuka tiap Minggu. Banyak pengalaman ak terlupakan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.