Ads Top

Membaca adalah Senjata Pamungkas untuk Melawan Kebodohan

Pramuka adalah sebuah gerakan. Yang salah satu percakapannya adalah harus gemar untuk membaca. Sebagai anggota pramuka, membaca sangat diperlukan sekali. Kenapa? Karena jika kita amati lebih dalam membaca itu adalah merupakan sebuah senjata pamungkas yang sangat ampuh sekali dalam melawan kebodohan. Tak jarang, banyak orang sukses itu dengan membaca. Semakin banyak membaca semakin mempunyai prospektif yang luas.


Membaca, menurut pengalaman saya proses menciptakan kreativitas-kreativitas dalam rasa dan logika yang kemudian diwujudkan dalam sebuah tindakan dalam kehidupan. Otak kita selalu berimajinasi, membayangkan apa yang kit abaca kemudian mengingatkannya dengan pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami sebelumnya. Kondisi ini akan menjadikan otak untuk selalu berpikir dan menganalisis, sehingga menggerakkan pikiran untuk berbuat sesuatu atau menciptakan sesuatu dalam imajinasi yang terekam oleh rasa dan logika.

Kebiasaan membaca akan selalu menjadi sahabat dimanapun dan kapanpun. Sahabat yang menyenangkan, menceriakan disaat merasa sepi, sahabat yang cerdas ketika kita butuh diskusi dan solusi. Sahabat paling berpengalaman yang bisa menunjukkan hal-hal baru. Sahabat yang paling bijak mengajarkan pada kita tentang kehidupan. Sahabat yang paling tekun mengajari kita supaya bisa pandai. Sahabat yang setia menemani kita berpetualang dan rekreasi dimanapun tempat yang kita inginkan. Sahabat yang bisa mengusir kejenuhan, kesepian dimanapun dan kapanpun. Dengan senjata tersebut (membaca) maka kita tidak akan mudah dibodohi oleh orang lain. Khoirun Jalisin fi zamani kitab (sebaik-baik teman duduk adalah buku). Selamat Hari Buku Sedunia 23 April 2013. Salam Literasi. Didik Jatmiko Ketua TBM SINOM

No comments:

Powered by Blogger.