Ads Top

Diskusi Bareng Bridget Ginty di Balai Desa Sedahkidul

Suasana ramai terlihat di Balai Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Minggu 07 Juni 2015. Sekumpulan pemuda Bojonegoro barat dan penggerak literasi berkumpul dalam acara Kenduri Langit Tobo Merajut Makna Dalam Kebersamaan. Acara yang rutin digelar oleh Komunitas Langit Tobo sekali dalam sebulan ini merupakan yang ke empat kalinya sejak digelar pertama kali pada bulan Maret 2015. Setiap acara mengangkat tema yang berbeda.

Berbicara tentang Langit Tobo, Langit Tobo merupakan sebuah komunitas di Kabupaten Bojonegoro yang berdiri sejak tanggal 26 Februari 2015. Komunitas ini bergerak dalam 4 hal yaitu keilmuan, sastra, jurnalistik dan karya kreatif. Anggota yang tergabung dalam Komunitas Langit Tobo ini pun bervariasi mulai dari jurnalis, blogger, pegiat stand up comedy Bojonegoro, karang taruna, dan sebagainya.

Pada pertemuan bulan Juni 2015 mengangkat tema mengenal sastra dan budaya Amerika dengan narasumber Bridget Ginty. Bridget Ginty adalah seorang perempuan yang berasal dari New Hampshire, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Saat ini dia menjadi sukarelawan Peace Corps di Indonesia. Peace Corp merupakan program bantuan internasional dari Pemerintah Amerika Serikat yang dikirim ke 60 negara di dunia. Peace Corp bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, lingkungan hidup dan pembangunan pemuda.

Bridget Ginty menyampaikan materinya
Di Indonesia, sebanyak 130 sukarelawan Peace Corp tersebar dan tinggal di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat. Salah satunya Bridget Ginty yang menjadi sukarelawan di bidang pendidikan. Dia mengajar di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur tepatnya di SMK N 1 Purwosari dan tinggal di rumah Ibu angkatnya di Desa Pojok Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Satu persatu rangkaian acara Kenduri Langit Tobo pun telah dilewati seperti pembukaan, sambutan, hiburan (Ludruk Sendang Potro, Musikalisasi Puisi Nyanyian Jiwa, Stand Up Comedy Bojonegoro, Pembacaan Puisi dsb). Tiba saatnya materi inti dari Bridget Ginty tentang sastra dan budaya Amerika Serikat dengan dimoderatori oleh Yudha Satria.

Kepada peserta yang hadir di acara Kenduri Langit Tobo, Bridget Ginty bercerita tentang kebudayaan Amerika. Dalam slide yang dibuatnya dituliskan bahwa "Amerika Serikat bisa digambarkan dengan 1 kata saja :  Variety". Ia pun menceritakan tentang ras, agama, politik dan kebudayaan yang ada di Amerika Serikat. Tidak hanya itu, ia juga bercerita tentang kuliner yang ada di sana. "Berhubung Amerika adalah negara imigran, maka kebanyakan makanan asal dari negara lain", ucap perempuan yang mulai menyukai Nasi Pecel ini. Ia pun menambahkan tentang "The American Dream". Menurut American Dream, jika seorang bekerja dengan rajin, maka akan menjadi orang sukses. Jadi semua orang punya kesempatan mencapai cita - cita.

Foto bareng Bridget Ginty From Amerika di Balai Desa Sedahkidul
Sebelum mengakhiri ceritanya, Bridget Ginty juga menyampaikan hal sepele antara Amerika dan Indonesia yakni tentang menghargai waktu. "Di Amerika tidak ada jam karet berbeda dengan di sini (baca : Indonesia), jika sudah berjanji untuk bertemu maka diusahakan maksimal tepat waktu. Jika seorang datang terlambat itu tidak sopan. Berartti ia tidak menghargai orang lain", ucapanya dengan menggunakan bahasa indonesia. Setelah pemamparan dari Bridget Ginty acara pun ditutup dan dilanjut dengan foto bersama. (@kakdidik13)

12 comments:

  1. Kalau ada emoticon acung jempol, langsung saya klik 4 kali wis Mas Didik. Kegiatan positif yang pastinya menginspirasi banget. Salut buat Mbak Bridget Ginty...

    #/salam kenal, kunjungan perdana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Khairunnisa. Tetap semangat berkarya dan berbagi. Salam kenal juga mbak.

      Delete
  2. kegiaatn seperti ini memang bagus ya, menjalin silahturami dan dapat ilmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, ini adalah salah satu gerakan komunitas pemuda di Desa yang ingin berkarya dan membangun Indonesia.

      Delete
  3. Mantep deh neh diskusinya....

    Dan itu diakhir kalimat, perlu banget dicatet semua orang, harus bisa menghargai waktu, kalau ada janji harus bisa tepat waktu. Jangan sampai ngeret, dan memang bener tidak menghargai orang lain.

    Sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicatat dan dilaksanakan, untuk mengubah tradisi jam karet memang sulit harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Terima kasih dan sukses selalu juga.

      Delete
  4. xixixixixi malu ya dibilang jam karet hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan dibilang, tapi sudah kenyataan kan? Nah, ayo perlahan - lahan kita rubah agar tradisi jam ngaret tidak semakin berkembang di Indonesia

      Delete
  5. Terima kasih sudah bw ke pondok saya mas :)
    Saya juga paling males kalo ada orang yang suka ngaret. Termasuk kalo ada event yang ngaret, katanya acaranya mulai jam 10 eeh malah molor hingga jam makan siang.
    Salam kenal mas Didik. Kalo saya sih udah kenal sama mas Didik, mas Didiknya yang belum kenal saya yak hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak Dewi, wah udah kenal ma Aku? Kita udah pernah ketemu apa belum ya? hehehe #SemangatNgeblog

      Delete
  6. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra. Sastra merupakan sesuatu yang penting yang harus diajarkan bagi pelajar Indonesia. Saya memiliki beberapa pembahasan sastra yang bisa anda kunjungi di www.lepsab.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Lia Aulia Susanti, salam kenal ya dari Bojonegoro. Siap dan terima kasih atas referensinya dan akan saya kunjungi :)

      Delete

Powered by Blogger.