Ads Top

Mantan Pekerja EPC-1 Blok Cepu Sisihkan Gajinya untuk Berternak

Siang itu, sinar matahari begitu panas menyengat kulit. Hal tersebut tak menyurutkan ku untuk melakukan liputan bersama sahabatku Edy Supra Eko. Liputan edisi khusus orang-orang inspiratif di sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu yang bearada di Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Dengan suguhan yang menarik tersebut, semoga bisa memberikan inspirasi bagi pembaca setia webiste www.jimbojonegoro.net yang dikelola oleh Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro dan juga pembaca setia blogku ini.

Suntoyib, Mantan Pekerja EPC-1 Blok Cepu Sisihkan Gajinya untuk Berternak
Orang inspiratif yang dihadirkan dalam kategori inspiratif di website JIM Bojonegoro kali ini adalah Suntoyib, warga Dusun Temlokorejo Desa Gayam RT.39 Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Setibanya di rumah Bapak Suntoyib, rumah dalam keadaan tertutup. Saya pun menghubunginya melalui telepon. Dia pun menyuruh kami untuk menunggu. Tak lama kemudian, dia pun tiba dan memarkir sepeda motornya. Setelah bersalaman, dia mempersilakan masuk ke ruang tamu. Kami pun disuguhi kopi susu, sambil mempersilakan meminumnya, obrolan pun dimulai.Pria 38 tahun itu  juga bercerita tentang kegiatan berternak yang mulai ditekuninnya saat ini.

Sosok inspiratif lainnya : Mujiono Pembuat Keranjang Bambu dari Sedahkidul

Sejak berakhirnya proyek konstruksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, agar dapur keluarga tetap mengepul, Suntoyib pun memutar otaknya untuk memperoleh pendapatan. Sebagai mantan pekerja proyek migas di EPC-1, dia pun mempunyai hobi yang dijadikan sebagai pekerjaan sampingan baginya yaitu berternak. Hobi tersebut dimulai sejak pertama kali bekerja di EPC-1 tahun 2013 silam. Penghasilan yang dia dapat selama menjadi pekerja proyek (sopir security) dia sisihkan untuk berwirausaha dan berternak.


"Gaji saya sebulan saat itu Rp 2.500.000,- yang Rp. 500.000,- saya sisihkan dan ketika sudah terkumpul saya belikan kambing saat itu," ceritanya kepada kami, Kamis, (03/11/2016).

Usai ngobrol singkat, kami pun diajak menengok kandang yang tepat berada di belakang rumah Suntoyib. Nampak dua ekor sapi berwarna coklat dan enam belas ekor kambing berada di kandang tersendiri yang tak jauh dari letak kandang sapi. Jenis sapi yang dipelihara oleh Suntoyib ada dua yaitu sapi simental dan limousin sedangkan kambingnya ada dua yaitu kambing gibas dan kambing jawa.

Berbicara tentang pakan ternak, dia tidak mengalami kesulitan dan hanya memanfaatkan pakan konsentrat yang dibelinya dari KBSR (Kandang Belajar Sapi Rakyat) di Desa Brabowan Kecamatan Gayam. Dengan adanya konsentrat tersebut, dia tak perlu susah-susah mencari pakan rumput. Pakan konsentrat sudah bisa meningkatkan protein ternak dan setara dengan pakan rumput pada umumnya bahkan lebih.

Dia pun melanjutkan ceritanya, sebelum memutuskan untuk beternak, dia menyempatkan waktu untuk belajar di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro dan Kandang Belajar Sapi Rakyat(KBSR) hasil binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). 

"Tak hanya berternak, seiring berjalannya waktu saya juga banyak belajar menjalankan bisnis peternakan. Bahakn saya pernah mendapat bantuan modal dari koperasinya PIB Bojonegoro," ucapnya dengan penuh bersemangat.

Kiat sukses berternak ala Suntoyib

Kambing dan Sapi milik Suntoyib - Mantan Pekerja EPC-1 Blok Cepu Sisihkan Gajinya untuk Berternak
Setiap orang atau peternak tentu memiliki kiat-kiat sukses dalam mengembangkan ternak yang digelutinya. Bagaimana dengan kiat-kiat yang dilakukan oleh Pak Suntoyib? Menurutnya, apa yang dia lakukan dalam merawat ternaknya hampir sama dengan peternak pada umumnya. Hanya saja, untuk menghasilkan jenis kelamin anakan ternak, dia mempunyai tips tersendiri. Apa saja tipsnya? Pertama, jika kambing kawin pada sore hari akan menghasilkan anakan jantan.  Kedua, jika kambing kawin pada pagi hari akan menghasilkan anakan betina. Hal itu sudah pernah dilakukannya dan hampir 99 % benar terjadi.

Lantas, bagaimana dengan pakan ternaknya? Untuk pakan ternak kambing dan sapi, dalam sehari dia mengaku menghabiskan 30 kg pakan konsentrat dengan harga per kg nya Rp.2.000,-. Jadi, dalam waktu sehari uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan pakan ternak sebesar Rp.60.000,-. Jika dirasa sudah mempunyai nilai jual, kambing dijual ke pasar terdekat di pasar kambing Kalitidu. Tak jarang, molang pun datang ke rumahnya.

Hampir satu jam setengah, pak Suntoyib menemani kami dan sharing tentang ternak yang ditekuninya. Dirasa cukup, kami pun memutuskan untuk berpamitan. Sebelum berpamitan, dia pun menyampaikan harapannya, dia ingin sekali memiliki alat pencacah pakan sendiri. Berhubung belum memiliki biaya untuk membelinya, sementara masih menggunakan cara manual yakni dengan sabit dalam mencacah rumput odot. (@kakdidik13)

2 comments:

  1. berternak susah - susah gampang ya, tapi kalau sudah banyak ilmu dan pengalaman, wiiihhh hasilnya gede juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, gampang-gampang susah. Usai pemaparan dari pak Suntoyib kemarin sepertinya sih mudah dan saya jadi tertarik untuk mencobanya, masih nyari modal untuk memulainya hehehe

      Delete

Powered by Blogger.