Ads Top

Cerita Perjalanan dari Surabaya Menuju Dampit Kabupaten Malang

Cerita Perjalanan dari Surabaya Menuju Dampit Kabupaten Malang - Mengawali cerita perjalanan di tahun 2017 ini (kasih hashtag ah #jalan2kakdidik13), Saya akan bercerita tentang perjalananku dari Surabaya menuju Dampit Kabupaten Malang bersama mbak Eka Yulia Adkha (Saudara Sepupuku dari Merauke) yang kami lakukan pada hari Selasa, 03 Januari 2017 kemarin. Tujuan utama kami sebenarnya bukan untuk jalan-jalan, melainkan lebih tepatnya mengurus administrasi di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dan dilanjutkan dengan bersilaturrahmi ke rumah sahabatnya mbak Eka yang pernah sekantor ketika bekerja di Merauke.

Bagi Anda yang sedang berkunjung di Kota Pahlawan, nggak usah bingung jika ingin berwisata di Surabaya. Anda cukup menghubungi sewa mobil Surabaya. Mudah kan.... ?

Bersama Mbak Eka Yulia Adkha (Saudara Sepupu dari Merauke)
Setelah semua urusan di Surabaya selesai, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Dampit Kabupaten Malang. Akan tetapi sebelum ke Malang, kami mengabadikan momentum terlebih dahulu di Surabaya dengan berfoto di Patung Surabaya yang terletak tepat di pintu masuk Kebun Bintang Surabaya. Untuk menuju ke lokasi patung Surabaya di kawasan Kebun Binatang, kami menggunakan transportasi Blue Bird. Oh ya sebagai bahan referensi, selain di kawasan Kebun Binatang Surabaya, patung Surabaya juga terdapat di kawasan pinggir sungai Kalimas, patung Surabaya di kawasan Perak, dan patung Surabaya di kawasan Pantai Kenjeran. Puas berfoto, kami bergegas naik bus kota di terminal Joyoboyo dan melanjutkan perjalanan menuju terminal Purabaya (Bungurasih).


Dari Terminal Purabaya (Bungurasih) perjalanan menuju ke Terminal Arjosari Malang dilanjutkan dengan menggunakan bus Restu yang kami tempuh kurang lebih selama dua jam. Tiba di terminal Arjosari Malang, kami istirahat sejenak di sebuah warung dan memesan menu makan terlebih dahulu. Usai makan, kami menuju ke pangkalan Angkutan Kota (angkot) dan mencari angkot AMG (karena tujuan kami ke Dampit) untuk meneruskan perjalanan. AMG sendiri kepanjangan dari Arjosari Mergosono Gadang.

Setelah mobil angkot umum berwarna biru yang kami naiki penuh dengan penumpang, sang sopir pun langsung mengemudikan angkotnya. Di tengah perjalanan, ternyata kami melewati kampung warna-warni yang akhir-akhir ini sangat terkenal dan ngehits di Kabupaten Malang. Tak lupa, Saya pun mengabadikannya melalui kamera smartphone dan memotretnya dari dalam angkot. Setelah melewati jalan yang bergelombang dan rusak parah di area kios-kios buah depan Terminal Gadang lama, akhirnya kami pun tiba di pemberhentian terakhir lalu turun.

Melewati Kampung Warna - Warni Malang
Setibanya di Gadang, perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan bus jurusan Malang - Dampit. Dalam perjalanan kami melewati beberapa daerah seperti Bululawang, Turen, dan terakhir menjelang senja kami diturunkan di samping Masjid Baiturrahim, Dampit (karena terminal Dampit udah tutup). Mbak Eka pun langsung menghubungi temannya, selang beberapa menit kemudian kami pun dijemput oleh mas Aziz dan bertemu dengan istri dan anaknya.

Sebelum menuju ke rumah mas Aziz, kami diajak menikmati bakso urat khas Malang. Usai makan bakso urat bersama, kami meneruskan perjalanan menuju ke Dusun Sanggrahan Desa Ampelgading Kecamatan Tirtoyudo. Oh ya tempat yang Saya kunjungi kali ini dikenal dengan sebutan Malang Selatan. Ada apa saja di Malang Selatan ini? Tunggu cerita info wisata Malang Selatan selanjutnya ya guys... ! (@kakdidik13)

3 comments:

  1. Wah klo Sanggrahan ya masuk desa banget... Aq asalnya dr Dampit dekat kantor UPTD situ ajah. Persis sebelah barat SDN Dampit 2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, salam kenal ya mbak hehehe... dua malam saya tidur di Rumah temannya mbakku :) Meskipun desa tapi Damai sekali mbak di sana hehehe :)

      Delete

Powered by Blogger.