Ads Top

Kisah Nyata Ibu Zaman Now dari Bojonegoro

Kisah Nyata Ibu Zaman Now dari Bojonegoro - Selamat tahun baru 2018 ya teman-teman pembaca setia blog didikjatmiko.com. Mengawali tahun baru 2018 ini, Saya akan menyuguhkan sebuah kisah nyata yang dialami oleh temanku. Kisah nyata ini terjadi pada tanggal 25 Desember 2017 kemarin. Seperti apa ceritanya, semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari kisah nyata yang dialami oleh Umi Mamlu'atun Ni'mah (teman facebook ku dari Dk. Bendo Desa Katur Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro yang diposting dalam statusnya).

Kisah Nyata Ibu Zaman Now dari Bojonegoro
Begini ceritanya .....

Sungguh pengalaman yang memalukan juga luar biasa. Sepulang dari reuni di Ponpes Abu Dzarrin saya bergegas mampir ke salah satu swalayan terbesar di Bojonegoro, sebut saja KDS Bojonegoro (Karunia Damai Sentosa). Mumpung saya ada di kota sekalian mampir kesini, kan jarang - jarang keluar kalo di rumah. 

Niat saya pingin belanja beliin kebutuhan adik Mada, tanpa pikir panjang saya masuk ATM karena saya nggak bawa uang tunai sepeser pun.

Tas saya buka, ternyata isinya cuma tisu sama handphone doang.

Ya Allah..... 
ATM ku dimana?????
Perasaan sudah saya bawa??
Robbiiii... Saya baru ingat, ATM saya taruh tas satunya.
Terus saya harus bagaimana?? 

Nanggung sudah turun gunung dan keluar hutan masa udah sampai mall nggak bawa apa - apa? Gak beli apa - apa? Ah bodo !!  Pokoknya aku harus bisa belanja !!!

Ku lihat di depan pintu ATM ada ibu - ibu separuh baya, sengaja saya tidak keluar dari ruangan ATM karena memang saya nunggu ibu itu masuk ke ruang ATM yang berjejer di sebelah pojok parkiran KDS Bojonegoro.

"Bu... Maaf" (sapaku ragu dan penuh harap) 
"Iya, ada apa mbak? " (jawab ibu tadi)

"Maaf bu, saya boleh minta tolong?? ATM saya ketinggalan di rumah, rumah saya jauh dan saya mau belanja, boleh saya pinjam uangnya bu?? Nanti Ibu saya transfer langsung lewat handphone saya ini, kebetulan saya pakai e-Banking"

(Ya Allah.... sungguh memalukaaan, tapi mau gimana lagi, sifat keukeuh saya dan hasrat untuk berbelanja tidak bisa saya kendalikan) 

Tanpa bertanya, siapa saya, anak siapa, rumah saya dimana, Ibu itu langsung membuka dompet yang dipegangnya sambil bertanya balik ke saya.

"Butuh berapa mba??? " duh gustiiiii......

"Dua ratus ribu saja bu" (jawab saya malu - malu namun hati berbunga - bunga)

"Ya udah ini pake aja uang Ibu, nomor rekeningnya nanti saja ya kalo Ibu sudah pulang dari belanja"

Ya Robbi ... serasa nggak percaya, masih ada di akhir zaman ini orang baik seperti Ibu ini tanpa ragu menolong saya, tanpa mengetahui latar belakang saya. Terima kasih Bu Iis, semoga Allah SWT membalas kebaikan bu Iis. Amiin

Jika Anda yang mengalami kejadian seperti yang dialami Umi Mamlu'atun Ni'mah,  apa yang akan Anda lakukan? Saya tunggu jawaban Anda di kolom komentar ya. Terima kasih.... (@kakdidik13)

3 comments:

  1. Patut dilestarikan kalau perlu dimuseumkan orang-orang seperti beliau hehehe

    ReplyDelete
  2. Klo saya pasti ga bakalan sampe hati minjem ke orang baru yang blm dikenal..mending pulang lagi..hi .hi

    ReplyDelete
  3. Subhanallah ternyata masih banyak orang baik di dunia ini. Kalau saya, yang kebanyakan sudah dirasuki berita berita penipuan, pikirannya kotor, mungkin akan mikir-mikir dulu. Dan kalau saya di tes kehidupan dalam hal seperti ini mungkin tidak lulus ya 😭😭

    ReplyDelete

Powered by Blogger.