Ads Top

Halal Bi Halal dan Sinau Bareng Mensesneg RI di Dolokgede

didikjatmiko.com - Allahu akbar... Allahu akbar.... Allahu akbar.... Suara takbir berkumandang, artinya hari kemenangan telah tiba. Setelah menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, tibalah hari kemenangan yang ditunggu-tunggu yakni Hari Raya Idul Fitri. Untuk merayakannya berbagai perayaan pun dilakukan mulai takbir keliling, reuni teman sekolah, reuni keluarga dan tradisi unik lainnya. 

Suasana Halal Bi Halal dan Sinau Bareng Mensesneg RI di Dolokgede
Perayaan Idul Fitri telah menjadi tradisi dan budaya bagi muslim Indonesia, yaitu mudik atau pulang kampung untuk bersilaturahim dengan handai taulan. Sebagai pemuda yang belum menikah dan sehari-hari kerjaanya cuma ngeblog sambil ngurusi burung lovebird di rumah, pingin rasanya sekali-kali merasakan mudik lebaran. Doakan dapat jodohnya jauh dari Bojonegoro atau jauh dari desaku ya, biar bisa mudik hehehehe. Amiin...

Hari pertama idul fitri, saya merayakannya bersama keluarga, saudara dan tetangga dekat rumahku. Saya pun bersilaturrahim dan berkunjung ke rumah saudara dan tetangga untuk saling bermaaf-maafan atau istilahnya halal bi halal.

Di hari kedua lebaran, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 16 Juni 2018 saya merayakan idul fitri dengan menghadiri undangan Halal Bi Halal dan Sinau Bareng Dewan Pengarah Ademos Indonesia Bapak Prof. Dr. Pratikno, M.Soc,Sc yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia di Panggon Sinau Bareng Ademos Indonesia.

Setiap tahun beliau selalu menyempatkan waktu untuk mudik ke kampug halamannya di Desa Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Tradisi mudik, halal bi halal dan sinau bareng ini selalu dilakukan sejak Ademos berdiri hingga beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi Mensesneg.

Penerima Ademos Award Tahun 2018
Ada hal menarik yang dikupas dan disampaikan dalam Halal Bi Halal dan Sinau Bareng Bapak Prof. Dr. Pratikno, M.Soc,Sc yakni terkait industri kreatif yang harus dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Industri kreatif yang bisa dikembangkan misalnya industri pengolahan hasil pertanian, ternak lele, industri batik, sablon kaos kekinian dan sebagainya. Berbagai produk kreatif telah dikembangkan di Dolokgede seperti Olahan Jamur Crispy Mr. Jadog (Jamure Cah Dolokgede), Batik Poetra Dolokgede, Chips Banana Fritter Resep Bu Kasminah, dsb.

Apresiasi yang dikemas dalam Ademos Award ini juga diberikan kepada pemuda, desa, pondok pesantren dan perusahaan dalam hal ini ExxonMobil Cepu Limited dan PT Pertamina EP Cepu yang telah menggerakan perekonomian, mendukung kegiatan sinau bareng, membangun dan memberdayakan masyarakat desa. Apresiasi diberikan langsung oleh Dewan Pengarah Ademos Indonesia Bapak Prof. Dr. Pratikno, M.Soc,Sc.

Welfie bareng Prof. Dr. Pratikno, M.Soc,Sc Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia
Keluarga Besar Ademos Indonesia Mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin
Ngomongin Ademos Award, saya jadi ingat pemilik blog didikjatmiko.com ini dulu juga pernah dapat award bersama Muhammad Ali sang penggerak perubahan Desa Dolokgede, kalau nggak salah tahun 2014 silam. Saat itu beliau masih menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan halal bi halal dan sinau bareng ini ditutup dengan doa dan foto bersama. [kakdidik13]

3 comments:

  1. Lebaran menjadi momen tepat untuk saling bersilaturahim dan memaafkan. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul betul, minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin juga ya mas dwi

      Delete
  2. lho ternyata pak menteri tonggo dewe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.