Ads Top

5 Kuliner Kota Cepu yang Agak Ekstrim, Berani Coba

didikjatmiko.com - Cepu, sebuah kecamataan di kabupaten Blora, menyimpan ragam kuliner yang enak dan unik. Yang paling terkenal memang nasi pecelnya yang pedas. Namun selain itu ada setidaknya 5 kuliner yang masuk kategori makanan agak ekstrim.

5 Kuliner Kota Cepu yang Agak Ekstrim, Berani Coba
Sebenarnya kelima makanan ini juga ditemui di daerah lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Karena sudah begitu melekat dengan kehidupan sehari-hari orang Cepu, maka lambat laun menjadi bagian dari identitas kuliner Cepu.

Emput

Tahun 90an emput sering dijual di sekolah-sekolah dasar dan termasuk salah satu jajanan yang disukai. Makanan ini terbuat dari jagung sangrai yang ditumbuk halus dan dicampur dengan gula halus. Cara makannya dikulum dan dikunyah, baru ditelan.

Lalu bagaimana makanan yang sederhana ini bisa menjadi agak ekstrim?

Saat jam istirahat siswa SD kerap membeli emput untuk digunakan sebagai perang-perangan. Mereka memasukkan emput ke mulut lalu menyemburkannya ke teman mereka. Semburan itu bisa mengenai wajah, baju, atau kepala dan adakalanya bercampur ludah.

Emput ini selain menjadi jajanan anak-anak juga sebagai cemilan orang tua yang sudah tidak kuat mengunyah atau tidak punya gigi.

Mindhik

Mindhik adalah biji dari buah pohon trembesi. Buah trembesi yang berjatuhan dipungut lalu dipukul-pukul dan dikeluarkan bijinya. Setelah itu bijinya disangrai sampai matang dan bisa dimakan.

Cemilan ini rasanya gurih meski tidak dikasih garam, dulu sering dimakan sambil nonton wayang atau ketoprak. Cara memakannya seperti makan kwaci, dikupas dulu kulitnya baru bijinya dimakan. Tapi ada juga yang suka makan sekaligus dengan kulit bijinya.

Mindhik ini menjadi agak ekstrim karena efek setelah memakannya. Kamu akan sering buang angin berbau busuk yang bisa mengganggu orang lain.

Di Cepu pohon trembesi disebut pohon meh, bunganya yang indah disebut maling. Dari situ muncullah kalimat “mindhik-mindhik meh maling” yang artinya mengendap-endap hendak mencuri.

Jembrot

Jembrot adalah botok/pepes yang dibuat dari daun sembukan. Dicampur kelapa dan bumbu-bumbu lalu dikukus, ada juga yang suka memanggangnya di atas arang setelah dikukus. Rasanya enak, gurih, cocok buat lauk nasi biasa atau nasi jagung.

Daun sembukan dikenal mempunyai bau tak sedap seperti bau kentut. Setelah dimakan pun efeknya seperti makan mindhik, kamu akan buang-buang angin. Namun dibalik kejorokannya itu, daun sembukan juga mempunyai manfaat obat.

Enthung

Enthung adalah sebutan masyarakat Cepu untuk kepompong ulat pohon jati. Di musim kemarau ulat-ulat memakan daun jati, lalu di awal musim hujan mereka menjadi kempompong dan berjatuhan ke tanah.

Saat itulah orang-orang mulai berburu enthung di hutan jati. Enthung yang didapat biasanya dimasak tumis dan dijadikan lauk. Tapi ada juga yang memasaknya sebagai sayur lain bahkan dibuat rempeyek.

Bagi yang tidak biasa, makan enthung akan menimbulkan rasa geli bahkan jijik. Tidak hanya itu, kamu juga bisa terserang gatal-gatal di sekujur tubuh karena alergi terhadap enthung. Gatalnya awalnya berupa bintul-bintul di badan lalu semakin membesar menutupi tubuh sehingga tubuhmu terasa bengkak.

Laron

Laron adalah rayap yang bersayap dan muncul di awal musim penghujan. Mereka berbondong-bondong beterbangan mendekati sumber cahaya.

Saat musim laron, dulu biasanya orang menyiapkan baskom besar berisi air. Di tengahnya diberi semacam tatakan untuk lampu teplok (lampu minyak tanah). Saat malam tiba, lampu-lampu di rumah dimatikan sehingga laron mendekati lampu teplok dan terjebak ke dalam air.

Laron yang terkumpul cukup banyak lalu diolah menjadi bermacam makanan seperti rempeyek, tumis, dan botok. Rasanya enak gurih dan kaya protein.

Seperti juga enthung, ada orang yang jijik makan laron, dan laron juga bisa menyebabkan gatal-gatal karena alergi.

Setelah baca tulisan di atas, kamu jadi kepingin coba atau malah jijik? Kalau tertarik, datanglah ke Cepu, di sana banyak penginapan yang bagus dan makanan enak lainnya. Jangan lupa mampir ke rumahku di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, dekat hanya lima belas hingga dua puluh menit dari Cepu. [gb/pur]

No comments:

Powered by Blogger.