Didik Jatmiko: Buku
Info Menarik
Loading...
Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Blog Mini Penghasilan Maksimal

Blog Mini Penghasilan MaksimalBertemu langsung dengan salah satu blogger profesional merupakan dambaan setiap insan. Seperti halnya, Aku yang bisa berkesempatan untuk bertemu dan bersilaturrohim dengan salah satu blogger profesional di Jawa Timur tepatnya blogger dari Surabaya. Asyik nih, Kopdar Blogger bareng Owner abdulcholik.com di Surabaya. 

Kopdar Blogger bareng Owner abdulcholik.com di Surabaya
Beliau adalah Abdul Cholik dan lebih akrab disapa Pak Dhe Guslik, seorang blogger yang aktif dan produktif dalam dunia perbloggingan tanah air. Sebelumnya Aku menyapa beliau melalui facebook. Pada hari minggu, 25 Januari 2015 silam, Aku berkesempatan untuk kopdar pertama dan ngobrol langsung dengan beliau di kantor Transmedia Biro Surabaya Jl. Opak No. 12 Surabaya tepatnya dalam acara Sunday Sharing Surabaya ke-1.

SERING DIBACA : 
Kunci Penyemangat NgeBlog dari 6 Blogger Indonesia
Setelah berbicara panjang lebar dengan beliau. Beliau mengeluarkan sesuatu dari tas yang dibawanya. Ternyata yang dikeluarkan adalah buku hasil karya beliau. Buku itu berjudul "Blog Mini Penghasilan Maksimal".

Akhirnya, Pak Dhe Guslik memberikan bukunya itu kepadaku dan Risma. "Terima kasih Pak Dhe," ucapku kepadanya. "Sama - sama", ucapnya. Setelah itu, kami pun foto bersama dengan beliau serta buku yang diberikannya kepada kami.

Nah, bagi sobat blogger dan pembaca setia blog didikjatmiko.com yang ingin tahu bukunya seperti apa? Berikut ini sedikit penjelasan tentang buku yang ditulis oleh Pak Dhe Guslik "

Penulis : Abdul Cholik
Penerbit : PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia Building
Tahun terbit : Tahun 2013

Dalam buku ini dijelaskan tentang seluk beluk blog mini dari awal sampai akhir. Sehingga pembaca diharapkan bisa memiliki blog yang low maintence dengan high profit. Adapun yang dibahas dalam buku ini mencakup tentang : tips memilih topik blog yang banyak dicari, tips memilih nama domain, tips mengoptimalkan dan mempromosikan blog, trik mengikuti program penghasil uang, tips  membuat blog di Wordpress dan Blogspot dan trik membuat akun PayPal.

Penasaran seperti apa bukunya, segera beli bukunya dengan cara melakukan pemesanan dengan menghubungi : Layanan langsung PT Elex Media Komputindo Gramedia Direct Jl. Palmerah Barat No. 33 Jakarta 10270 Telemarketing / CS : 021-53650110/111 Ext : 3901/3902 Email : cs@gramediapublishers.com Layanan Online : www.gramediashop.com 

Salam bahagia dari Bojonegoro
@kakdidik13

Saturday, October 15, 2016

[Review Buku] Sisi Lain Orang Migas Hasil Karya Jurnalistik

Malam itu 13 Oktober 2016 di tempat biasa kami nongkrong untuk ngopi dan sekedar diskusi kecil, salah satu temanku Muhammad Fatoni yang saat ini berprofesi sebagai jurnalis online di salah satu media online di Bojonegoro, sebut saja blokBojonegoro.com memberiku sebuah buku yang sangat menarik untuk dibaca. Buku tersebut berjudul "Sisi Lain Orang Migas" Hasil Karya Jurnalistik yang ditulis oleh Muhammad A. Qohhar, dkk. Saya mengenal Mas Koko (panggilan akrab Muhammad A. Qohhar) pertama kali ketika mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Sanggar Belajar Alternatif (SBA) Purwosari - Bojonegoro, binaan Society Education Centre (SEC) pada tahun 2008 di Tirtawan Dander silam.

Review Buku Sisi Lain Orang Migas Hasil Karya Jurnalistik
Setelah kubuka plastik yang masih melekat di buku (karena masih baru), saya langsung menuju ke halaman daftar isi yang tertera dalam buku tersebut. Setelah kubaca, isi yang tercantum dalam buku ini sangat menarik untuk dibaca. Seperti halnya yang disampaikan oleh penulis pada halaman 129 menyebutkan bahwa semua tulisan yang ada di dalam buku "Sisi Lain Orang Migas" dibuat dari Proses Hasil Karya Jurnalistik, mulai penggalian data, penulisan, hingga penerbitan di media online blokBojonegoro.com. Sudut pandang yang diambil dalam tulisan ini lebih menekankan pada kisah sukses yang dialami oleh tokoh atau pejabat yang masih aktif di Industri Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan tujuan dan harapan bisa memberikan inspirasi dan ruang bagi pembaca terutama anak-anak dan pemuda (generasi emas Bojonegoro) untuk membingkai cita-cita yang lebih baik.

Buku "Sisi Lain Orang Migas" (Hasil Karya Jurnalistik)  diterbitkan oleh Blok Media Promosindo dengan ISBN : 978-602-60092-0-3 dicetak pertama kali pada September 2016. Adapun nama-nama tokoh atau pejabat yang tertera dalam buku ini yaitu Ali Masyar, M. Fatah Yasin, Priandono Hernanto, Abdul Malik, Edy Purnomo, Subiyanto "Pandu", Agus Amperianto, Sigit Dwi Aryono, Yuliani, Sugeng Setiono, Akbar Pradima, Ruli Andhani, Teguh Heru Susanto, Dave A. Seta, Ali Mahmud, Dony Hermawan dan M. Fajar Shodik.

Seperti halnya yang disampaikan penulis dalam pengantar buku ini mengatakan bahwa hidup seseorang terkadang tidak bisa ditebak dan diprediksi. Ada yang senang, namun seterusnya susah, atau sebaliknya dari susah menjadi senang. Ada pula yang datar-datar saja dengan alur tanpa beban dan hambatan. Banyak cerita mengiringi tentang sisi-sisi lain seseorang dari berbagai sudut potret kehidupan. Begitu pula sisi lain orang-orang yang hidup di industri Minyak dan Gas Bumi (Migas), terutama di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam buku rangkuman hasil karya jurnalistik "Sisi Lain Orang Migas" yang disajikan oleh blok Bojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) dengan diwakili penulis Muhammad A. Qohhar, menyajikan tulisan berupa feature personal dari pegawai Migas yang dianggap mewakili kepentingan perusahaan Migas dan telah tayang di portal blokBojonegoro.com sejak beberapa waktu belakangan ini. 

Ternyata, hampir semua sosok yang disajikan mempunyai sisi lain pemberi inspirasi. Karena, mereka merintis karier dengan sangat berliku dan penuh tantangan. Bahkan tidak jarang harus disertai dengan cucuran keringat dan air mata. Mulai dari latar belakang keluarga, sahabat dekat atau orang-orang yang mendorong mereka bisa tegar hingga sekarang ini. Ternyata, tampilan sekarang yang lebih parlente, necis mengendarai kendaraan roda empat dan sebagainya, rata-rata mereka mempunyai masa lalu "orang susah".

Setelah membaca buku ini, saya sedikit banyak mengetahui tentang kisah kehidupan penuh warna dan menginspirasi yang dialami oleh orang-orang Migas sebelum mereka sukses seperti sekarang, mulai dari latar belakang keluarga dan kehidupannya. Ada yang pernah memelihara dan memerah susu sapi, penyiar radio, kuliah sambil jadi juru parkir, belajar komunikasi sambil bantu jualan jamu, anak penjual gorengan, bercita-cita sebagai guru TK ternyata nyasar di Pertamina, dan sebagainya. Memang benar bahwa suka dan duka adalah bumbu kehidupan yang saling berdampingan. Jika dijalani dengan sepenuh hati, pasti akan menemukan jalan baru dan titik temu yang indah. Demikianlah sekilas gambaran tentang Buku "Sisi Lain Orang Migas" (Hasil Karya Jurnalistik). Bagi yang sudah memiliki buku ini, saya ucapkan selamat membaca dan semoga bermanfaat serta kisah-kisahnya menginspirasi kita untuk menjadi sosok yang produktif. [@kakdidik13]

Wednesday, August 31, 2016

Nostalgia Bersama Buku Paket Pelajaran Legendaris Era 90-an

Pada kesempatan kali ini, saya mencoba mengingat tentang masa lalu saya ketika duduk di bangku Sekolah dasar (SD). Kebetulan pada saat itu, usai mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Sedahkidul saya melanjutkan sekolah di SD N Sedahkidul Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Ketika SD saya termasuk siswa yang pendiam dan pemalu. Waktu pertama kali masuk kelas pun, saya dan beberapa temanku yang lainnya harus diantar oleh orang tua dan ditemani di dalam kelas. Jika tidak ditemani, kami pun menangis (maklum anak TK hehehe). Kondisi seperti itu tidak berlangsung lama, kurang lebih satu minggu kemudian saya sudah nggak perlu ditemani oleh orang tua ketika masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru kami (jadi malu ceritanya hehehe).
Nostalgia Bersama Buku Paket Pelajaran Legendaris Era 90-an
Setelah berjalan hampir lebih satu tahun, ketika pengumuman kenaikan kelas kebetulan saya dinyatakan naik ke kelas 2 bersama teman-teman yang lain oleh wali kelas kami. Namun, ketika masuk pertama kali di kelas 2 SD saya tidak bisa masuk karena terkena penyakit gejala Deman Berdarah (DB) dan saya pun harus dirujuk ke Rumah Sakit. Saat itu, orang tua pun membawa saya ke Rumah Sakit Umum Cepu, Blora - Jawa Tengah (kebetulan jaraknya dekat dengan tempat tinggal saya, walaupun berbeda Provinsi). Selama perawatan, saya pun ingin segera cepat sembuh agar bisa masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman sekelas serta Bapak/Ibu Guru SD N Sedahkidul.

Setelah dinyatakan membaik, saya pun diijinkan pulang oleh dokter. Sebelum pulang, saya pun meminta untuk dibelikan buku paket kepada orang tua saya. Sebelum pulang, saya diajak ke toko buku Pelajar untuk membeli buku paket yang saya inginkan. Saya pun akhirnya memilih dua buku paket yaitu buku paket Pandai Membaca dan Menulis 2b dan Matematika Mari Berhitung 2c. Saat itu, saya senangnya bukan main karena dibelikan buku paket oleh orang tuaku. Dalam hati saya berjanji, saya akan belajar dengan sungguh dan bisa membanggakan orang tua. Alhamdulillah nilai yang saya dapatkan ketika duduk di bangku SD hasilnya memuaskan dan membanggakan orang tuaku.

Kembali ke buku Paket Pelajaran Legendaris Era 90-an, setiap murid dipinjami buku paket semua jenis mata pelajaran oleh wali kelas mulai dari kelas I s/d VI SD. Kewajiban murid setelah dipinjami buku tersebut adalah menjaga dan merawatnya agar tidak rusak dan bisa digunakan oleh adik kelas berikutnya. Namun, kenyataan berkata lain dan buku paket yang telah dipakai oleh kakak kelas banyak yang terlepas dan sebagai penerus periode berikutnya saya pun memperbaiki buku paket tersebut agar kelak bisa digunakan lagi oleh adik kelasku.

Kamu yang pernah menjadi anak SD generasi 90-an, masih ingat dengan buku paket pelajaran yang pernah kamu gunakan? Yuk, sejenak kita bernostalgia dengan Buku Paket Pelajaran Legendaris Era 90-an yang pernah kita pelajari seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

1. Buku Lancar Berbahasa Indonesia
Buku Paket Lancar Berbahasa Indonesia
2. Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Buku Paket Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan | Sumber Foto : di sini
3. Buku Pendidikan Kesehatan
Buku Paket Pendidikan Kesehatan Kelas 1 SD
4. Buku Matematika, Mari Berhitung
Buku Paket Matematika Mari Berhitung | Sumber Foto : di sini
5. Buku Ilmu Pengetahuan Sosial
Buku Paket Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 4
Itulah beberapa Buku Paket Pelajaran Legendaris Era 90-an yang menemani waktu belajar kita selama duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Berbeda dengan saat ini, buku - buku paket legendaris era 90-an tersebut bisa dipakai oleh adik kelas kita secara turun temurun. Tetap semangat wahai Generasi Emas Indonesia dalam menggapai mimpi dan cita-cita !! (@kakdidik13)

Challenge One Day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Community 31 Agustus 2016

Tuesday, August 30, 2016

Genderang : Aset Media Publikasi yang Dimiliki Kwarda Jawa Timur

Challenge One Day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Community 30 Agustus 2016 mengangkat tema mengenai pengalaman dengan majalah, komik atau buku lama. Dalam kesempatan ini, saya akan menuliskan tentang sebuah majalah yang sangat istimewa dan berharga bagiku serta menginspirasi Pramuka Jawa Timur pada umumnya yaitu Majalah Genderang. Majalah Genderang merupakan salah satu aset media yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur. Entah sejak kapan media ini diterbitkan, yang pasti majalah ini sangat bermanfaat dan menjadi bahan bacaan kepramukaan bagi anggota Pramuka di Jawa Timur.
Numpang Eksis di Sahabat Genderang Edisi Desember 2011
Menurut Kak Zamzami Sabiq dalam blognya http://zamzamisabiq.blogspot.co.id/ disebutkan bahwa Majalah Genderang merupakan majalah yang digandrungi oleh anggota Pramuka di Jawa Timur bahkan menjadi bacaan yang difavoritkan di tahun 1990-an. Dengan aset media berupa majalah tersebut, bisa dijadikan sebagai corong promosi dan publikasi kegiatan Kepramukaan di Jawa Timur. Kegiatan semeriah dan se-matoh (baca : istimewa) apapun, jika tidak diinfokan dan dipublikasikan, maka akan terlihat biasa saja. Sebaliknya, kegiatan biasa saja akan tetapi dikemas dan dipromosikan serta dipublikasikan semenarik mungkin justru terlihat lebih meriah dan berkesan.

Oh ya, sebelum bercerita lebih tentang Majalah Genderang. Bagi yang belum mengetahui tentang apa itu Kwartir Daerah Jawa Timur? Simak penjelasannya berikut ini ! Kwartir Daerah adalah satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka di tingkat Provinsi. Berdasarkan tingkatan atau wilayahnya, Kwarda berkedudukan di masing-masing ibukota Provinsi. Pengurus Kwarda diketuai oleh Ketua Kwarda (disingkat Ka Kwarda). Kwartir Daerah Jawa Timur membawahi 38 Kwartir Cabang yang ada di lingkup Provinsi Jawa Timur. Ingin mengetahui lebih dekat tentang Kwarda Jawa Timur, Anda bisa berkunjung ke alamat Jl. Kertajaya Indah 77 A Surabaya Kode Pos : Surabaya – 60116 Telp : (031) 5924939 Email : kwardajatim@yahoo.co.id Fax : (031) 5947384
Beberapa Koleksi Majalah Genderang yang Kutaruh di TBM Sinom Rintisanku
Oke, sekarang kita kembali ke Majalah Genderang ya kawan. Rubrik yang disajikan oleh Redaksi Majalah Genderang setiap kali terbit (edisi) pun bervariasi mulai dari liputan khusus, laporan utama, sosok muda, sahabat genderang, siaga ceria, galang tegak berkarya, reportase, berkecab, giat ambacana, giat gudep hingga artikel. Satu hal yang sangat berkesan bagiku yaitu ketika Majalah Genderang terbit pada edisi Desember 2011. Dalam edisi tersebut, kebetulan saya ikut numpang eksis dalam rubrik Sahabat Genderang halaman 10 bersama sahabat genderang lainnya. Bayangkan foto saya dilihat oleh anggota Pramuka di 38 Kwartir Cabang se Jawa Timur, keren kan????

Sejak saat itu, saya pun tertarik dan terinspirasi untuk mengirimkan hasil karya ke Redaksi Majalah Genderang. Meskipun tidak ada royalti khusus yang diberikan, saya pun semakin bersemangat memanfaatkan wadah tersebut untuk berkarya dan berekspresi. Beberapa hasil karya saya pun dimuat di Majalah Genderang (salah satunya baca di sini ). Terima kasih buat Redaksi Majalah Genderang yang telah sudi menerbitkan hasil karya saya. Semoga Majalah Genderang semakin digandrungi Pramuka di Jawa Timur dari tahun ke tahun. Amiin (@kakdidik13)

Challenge One Day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Community 30 Agustus 2016

Wednesday, June 29, 2016

[Review Buku] Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto

Tanggal 11 Juni 2016, saya mendapatkan sebuah kiriman paket dari petugas kantor pos yang bisa mengantar paketan di wilayah Kecamatan Purwosari. Kebetulan isi paket tersebut adalah sebuah buku yang dikirim oleh sahabatku Joyojuwoto dari Bangilan - Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Selain aktif nulis di blognya http://4bangilan.blogspot.co.id, dia sehari - hari aktif sebagai salah satu pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an Masjid Besar Al-Falah Bangilan dan pengelola sekaligus pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Griya Aksara Bangilan.
Membaca Buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Lagi baca buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Adapun buku karya sahabatku yang dikirim tersebut berjudul "Jejak Sang Rasul Sebuah Tarikh Singkat Nabi Muhammad SAW". Buku kategori nonfiksi tersebut diterbitkan oleh Penerbit Dreamedia yang beralamat di Jl. Lambung Mangkurat V/Gg. Mufakat RT.33 No.67 Banjarmasin Selatan - Kalimantan Selatan pada tanggal 01 Mei 2016 dengan ISBN : 978-602-6226-09-9 dan tebal 177.

Jauh hari sebelum buku karyanya diterbitkan tepatnya pada tanggal 27 November 2015 melalui chatting facebook, saya dimintai tolong untuk memberikan testimoni terhadap buku karyanya. Dia pun mengirimkan draft tulisan bukunya yang masih tersimpan dalam file microsoft word. Setelah kudownload dan kubaca inti tulisannya, saya pun mengirimkan testimoni melalui chatting di facebook. 
Sampul Buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Sampul Buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Seperti apa testimoni terhadap Buku "Jejak Sang Rasul Sebuah Tarikh Singkat Nabi Muhammad SAW" ? Simak testimoni lengkapnya di bawah ini :

1. Mohammad Haris Suhud - Penulis Buku Best Seller “Bening Senja”

Segala “Proses menjadi” harus bermula dari dasar. Dan buku yang sedang dalam genggaman Anda ini adalah sebuah dasar kuat untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan Islam secara keseluruhan. Jika dihayati, saya yakin buku ini akan menginspirasi umat dalam melanjutkan perjuangan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

2. Yuniarta Ita Purnama, S.Pd, M.Pd - Dosen IKIP PGRI Bojonegoro

Sebagai sebuah karya perdana, buku ini patut diapresiasi. Penulis menuturkan kisah tentang sejarah hidup Rasulullah SAW secara runtut, gamblang dan tidak berbelit-belit sehingga memudahkan pembaca dalam menelusuri Sirah Nabawiyyah. Semoga buku ini  menginspirasi pembaca semua.

3. Endrik Safudin - Penulis Buku “Langkahkan Kakimu”

Di tengah-tengah mental yang sering mulai goyah akibat kehidupan duniawi. Buku ini hadir untuk mengingatkan kembali perjuangan dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW.

4. Farichatul Aulia - Mahasiswi PBA UIN Surabaya

Buku yang sangat layak untuk di telaah ! Racikan tulisan penulis terasa renyah. Iqra’ tafham, bacalah ! Maka anda akan faham bahwa buku yang ada ditangan anda ini terlalu sayang untuk dilewatkan !

5. Didik Jatmiko - Pegiat Blogger Bojonegoro, CEO & Founder www.didikjatmiko.com

Buku ini berisi tentang kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Kemurahan hati, kesetiaan, keramahan, kejujuran, kedamaian, sifat pemaaf, dan semua kebaikan dalam diri Rasulullah SAW patut untuk kita teladani. Semoga kelak kita diakui sebagai umat-Nya di hari kiamat. Amiin

6. Rita Audriyanti - Ibu Rumah Tangga dan Penulis Buku "Haji Koboi. Catatan Perjalanan Haji Backpacker"

Sebuah karya yang layak dibaca bagi mereka yang  punya waktu sempit namun ingin mendapat gambaran umum tentang figur dan perjuangan Rasulullah SAW.

7. Hidayati Nur, Ketua Forum Lingkar Pena Tuban

Buku sejarah biasanya tebal, melihatnya saja sudah enggan, apalagi menikmati. Buku ini berbeda, kisah manusia utama pilihan Allah Swt diulas dengan ringkas, padat, dan renyah. Sangat bermanfaat dan mencerahkan.
Testimoni Buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Testimoni Buku Jejak Sang Rasul Karya Joyojuwoto
Kita sering mendengarkan sebuah ungkapan yang berbunyi cinta butuh pembuktian. Cinta tidak hanya sekedar terucap di lisan, namun cinta harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Lantas apa buktinya jika kamu cinta terhadap Rasulullah SAW? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan rasa cinta terhadap Rasulullah SAW, mulai dari sering menyebut namanya, mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangnya, memperbanyak membaca sholawat dan sebagainya.

Salah satu bentuk rasa cinta penulis kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam sebuah buku sederhana yang berjudul "Jejak Sang Rasul Sebuah Tarikh Singkat Nabi Muhammad SAW". Mari bersholawat kepada Beliau Rasulullah SAW semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya. Amiin

Sebagai gambaran, buku tersebut terdiri atas tujuh BAB meliputi Selayang Pandang Peradaban Bangsa Arab Pra Islam, Nabi Muhammad SAW, Masa KeNabian Muhammad SAW dan Dakwah Nabi di Makkah, Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah, Peperangan Penting di Masa Rasulullah SAW dan Diwajibkannya Puasa Ramadhan, Haji Wada' dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW serta Ringkasan Keluarga Rasulullah SAW.

Demikian sedikit gambaran tentang buku "Jejak Sang Rasul Sebuah Tarikh Singkat Nabi Muhammad SAW". Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki buku ini bisa menghubungi penulis melalui twitter @Joyojuwoto (@kakdidik13)

Sunday, April 24, 2016

Paket Marchandise dan Buku dari Blogger Indramayu

Pemenang Lomba NgeBlog City Branding Kota Indramayu telah diumumkan oleh Blogger Mangga (sebutan Komunitas Blogger di Indramayu, Jawa Barat) pada hari Jum'at tanggal 22 April 2016 lewat webiste www.BloggerMangga.com. Dalam kesempatan itu, alhamdulillah saya termasuk salah satu pemenang yang mendapat hadiah hiburan berupa marchandise. Adapun yang berhak menerima hadiah utama berupa smartphone Andromax E2 yaitu Nisful Ardi dan Duljani. Paket hadiah buatku yang dikirim oleh Kang Didno, Ketua Blogger Mangga selain berisi marchandise juga ditambah dengan sebuah buku yang berjudul "Hidup yang Lebih Berarti - Sosok Inspiratif untuk Dayakan Indonesia". Alhamdulillah paket tersebut sudah mendarat di rumahku. Meskipun tidak terpilih sebagai pemenang utama, saya bangga bisa berkontribusi untuk Kota Indramayu. Besar harapan saya suatu saat bisa menginjakkan kaki di Kota Mangga (sebutan kota Indramayu). Amiin.

Paket Marchandise dan Buku dari Blogger Indramayu 
Sebagai seorang blogger, selain mampu menuliskan ide dan kreativitas ke dalam sebuah tulisan harus diimbangi dengan kegiatan membaca buku agar kosa kata yang tertampung di dalam otak kita semakin banyak (hehehe malah ngelantur kemana-mana). Membaca buku menurut sebagian orang itu merupakan kegiatan yang sepele, tetapi manfaatnya begitu besar. Kalau nggak percaya, praktekkan !

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang buku yang kuterima dari sahabatku Didno. Bagi anda yang mencintai dunia pemberdayaan, wajib untuk memiliki dan membaca buku yang satu ini. Mengapa? Simak penjelasannya yang saya uraikan di bawah ini ya kawan !

Tentang Buku "Hidup yang Lebih Berarti - Sosok Inspiratif untuk Dayakan Indonesia".

Buku "Hidup yang Lebih Berarti - Sosok Inspiratif untuk Dayakan Indonesia", merupakan sebuah buku yang ditulis oleh 20 blogger kompasiana dan diterbitkan oleh Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia Anggota IKAPI, Jakarta. Buku ini terdiri atas 190 halaman dengan nomor ISBN : 978-602-02-7978-7 dan sampul berwarna orange. Di dalam buku ini berisi 20 kisah inspiratif yang menginspirasi kita untukberdaya dan memberdayakan. Mulai dari kisah "Dengan Gethuk Marem, Hanggono Setia pada Cita Rasa Masa Lampau, Suwono Ubah Kotoran Manusia Jadi Pupuk Organik, Syarief Hidayatullah Pionir Taruna Tani dari Cikarawang, Perajin Rotan Berkibar bersama Komunitas Mawar hingga Deni Mulyadi Sulap Bojong Rangkas Jadi Sentra Tas". Berbicara gethuk marem, saya teringat oleh - oleh lebaran yang dibawakan oleh mbak Ella dari Magelang (Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sedahkidul pada tahun 2015).



Anda ingin menjadi bagian dalam meberdayakan Indonesia? Ikutilah beberapa cara berikut ini :

  1. Berikan buku ini kepada individu yang menurut Anda membutuhkan inspirasi untuk berdaya atau memberdayakan
  2. Follow @Dayakan_ID untuk mengetahui atau mengikuti kegiatan pemberdayaan
  3. Kunjungi Facebook Dayakan Indonesia untuk menyebarkan semangat pemberdayaan
  4. Kunjungi www.dayakanindonesia.com untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan untuk berdaya atau memberdayakan
  5. Jadilah bagian dari buku selanjutnya dengan mengirimkan tulisan inspirasional mengenai pemberdayaan ke contact@dayakanindonesia.com
Ada 4 orang yang memberikan testimoni terhadap buku "Hidup yang Lebih Berarti" (lihat sampul belakang) yaitu :

1. Iwan Setyawan [Penulis buku 9 Summers 10 Autumns - National Best Seller] : Cerita dalam buku ini adalah untaian perjalanan dalam menapaki tangga kehidupan. Sebuah kompilasi cerita yang tak hanya sarat perjuangan, keberanian, dan keteguhan, tetapi juga menyentuh hati. Bahwa pada akhirnya gigihnya sebuah perjuangan akan melahirkan harapan baru. Harapan untuk keluarga, harapan untuk kemajuan bangsa. Dayakan Indonesia adalah perjalanan menyambungkan kesempatan dan harapan.

2. Arief Daryanto,PhD [Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Sekolah Bisnis IPB] : Keberhasilan program 'financial inclusion' dan 'mass market empowerment' tentu sangat membutuhkan dukungan pengalaman tentang 'best practices' dalam pengelolaan nasabah yang selama ini tak terlayani lembaga keuangan menjadi yang terlayani. Melalui buku ini kita belajar 'critical success factors' dari cerita - cerita yang inspiratif tentang dinamika pemberdayaan 'mass market' (termasuk 'best practices' dan studi kasus) yaang dijalankan oleh BTPN.

3. Anika Faisal [Direktur BTPN] : Dengan keragamannya, Indonesia mempunyai potensi untuk terus tumbuh dan berkembang. Agar hal tersebut bisa dirasakan setiap lapisan masyarakat, maka semua orang perlu turun tangan untuk saling memberdayakan. Pada buku ini kita bisa melihat sosok - sosok yang mempunyai semangat untuk memberdayakan dengan cara dan bentuk yang sederhana, mudah dilakukan, namun memiliki dampak untuk lingkungannya. Karena itu, mari kita bersama-sama melakukan pemberdayaan untuk hidup yang lebih berarti dan Indonesia yang lebih baik.

4. Goris Mustaqim [Pendiri Yayasan Asgar Muda dan Penggiat Pemberdayaan Masyarakat] : Cerita inspiratif dalam buku ini menampar kita bahwa tidak perlu menunggu kaya dan besar untuk berbagi. Memberdayakan adalah panggilan kemanusiaan. Dengan melakoninya kita dapat belajar, merasa berarti dan berkecukupan, serta tumbuh bersama.

Dua puluh kisah inspiratif yang tertera dalam buku ini sangatlah menginspirasi. Ayo kita ambil bagian dari perubahan di lingkungan kita ! Perubahan ke arah yang lebih baik dan positif agar kita semakin berdaya dan memberdayakan. Ide dan kreativitas adalah yang terpenting dalam mengahadapi kehidupan sekarang dan kehidupan kemudian hari. (@kakdidik13)

Monday, June 15, 2015

Paket Buku untuk TBM Sinom dari Febi Prasetyo

Serah Terima Paket Buku untuk TBM Sinom
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sinom yang ku rintis mendapatkan bantuan buku dari Febi Prasetyo, Sabtu 13 Juni 2015. Buku tersebut diberikan kepadaku oleh Selamet di BLC Telkom Bojonegoro setelah kegiatan Pelatihan Guru Bojonegoro Ngeblog - Pekan IT Bojonegoro 2015. Bantuan buku tersebut merupakan pemberian dari sahabatnya Selamet yaitu Febi Prasetyo.

Paket Buku untuk TBM Sinom dari Febi Prasetyo
Ceritanya seperti ini, pada saat itu Febi Prasetyo sedang bersih - bersih rumah dan koleksi bukunya. Melalui grup WhatsApp  Pembina Gudep 610-611 Pangkalam Kampus ITS Surabaya, Febi Prasetyo bercerita tentang buku koleksinya yang ia bersihkan. Pada saat itu, Selamet sahabatku menawarkan diri agar buku koleksi tersebut diberikan kepada TBM di Bojonegoro. Febi Prasetyo pun mengiyakan dan akhirnya koleksi bukunya dititipkan kepada Selamet.

Paket Buku untuk TBM Sinom dari Febi Prasetyo (2)
Untuk diketahui, Febi Prasetyo adalah alumni D3 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya - ITS dan saat ini sedang menempuh S1 Teknik Elektro ITATS Surabaya. Selain itu, dia merupakan Project Manager PT. GAJ.

Adapun buku - buku yang diberikan kepada TBM Sinom sebagai berikut :
  1. Surat Kecil Untuk Tuhan
  2. Inilah Bahasa Indonesia Jurnalistik
  3. Saved by the Angels
  4. Istikharah Cinta
  5. Life Chager Menjadi Pengubah Hidup - Mario Teguh
  6. New Edition - Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual
  7. Cinta-Mu Seluas Samudra - Gola Gong
  8. Kik Andry
  9. Photo To Cartoon
  10. Corel Draw 12 for Designer
  11. Teknik Modern Fotografi Digital
  12. Desain Situs Keren dengan Photoshop Dreamweaver
  13. Buku Latihan Membuat Objek 3D dengan Photoshop
  14. 27 Manipulasi Foto profesional Photoshop CS3
  15. Step by step Joomla ! Programming
  16. Tanya Jawab Seputar Joomla
  17. Java untuk Orang Awam
  18. PHP & MySQL untuk WEB
  19. Menghias WordPresss itu Gampang
  20. Jurus - Jurus Jitu Lulus Kerja di Bank
  21. Cara Mudah Belajar Bahasa Perancis
  22. Aneka Hobi Elektronika 1
  23. dan sebagainya.
Paket Buku untuk TBM Sinom dari Febi Prasetyo (3)
Semoga buku yang diberikan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sinom yang beralamat di Desa Sedahkidul RT.04/RW.01 Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur ini bermanfaat dan menambah minat serta semangat membaca pemuda desa. Bagi yang ingin berbagi dan mendonasikan buku bisa menghubungi 085733336921. (@kakdidik13)

Thursday, May 23, 2013

John Wood, Tinggalkan Karier di Microsoft Demi Membangun 7.000 Perpustakaan di Pelosok Dunia

Minggu, 19 Mei 2013 adalah hari yang sangat bersejarah. Pasalnya, pada tanggal ini TBM SINOM rintisanku menerima buku yang sangat bagus dan wajib dibaca oleh pecinta literasi. Buku yang berjudul "Room to Read : Tinggalkan Karier di Microsoft Demi Membangun 7.000 Perpustakaan di Pelosok Dunia" ini diberikan oleh Om Pra, beliau adalah seorang penggerak literasi di Bojonegoro yang sudah sangat lama sekali. Prawoto R Sujadi, itulah nama lengkapnya. Selain menjadi penggerak literasi di Kota Ledre, beliau juga seorang pengajar di SMP N 2 Gondang dan di SMAN 2 Bojonegoro.

Buku John Wood - Mantan Eksekutif di Microsoft
Sebelum anda membaca buku tersebut, bacalah paparan berikut ini :
  1. Judul Buku : Room to Read: Tinggalkan Karier di Microsoft Demi Membangun 7.000 Perpustakaan di Pelosok Dunia
  2. Penulis : John Wood
  3. Penerjemah : Widi Nugroho
  4. Penerbit : Bentang PustakaAnggota IKAPI, Yogyakarta
  5. Edisi Lama Cetak  Pertama : Agustus 2007
  6. Edisi Baru Cetakan Pertama : April 2009
  7. Tebal : x + 386 halaman
Ada semacam kepercayaan umum para penderma dewasa ini, bahwa memberikan “kail” adalah tindakan lebih tepat lagi bijak ketimbang memberikan “ikan”. “Ikan” hanya akan mengenyangkan penerimanya dalam satu waktu, mungkin sehari, dua hari, atau satu bulan. Dan itu artinya akan menciptakan ketergantungan. Berbeda jika yang diulurkan adalah “kail”, yakni alat atau perangkat yang berfungsi untuk menangkap “ikan-ikan”, sehingga dapat memenuhi kebutuhan penerimanya dalam jangka panjang.

Analogi ini mungkin tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh John Wood, eksekutif di salah satu perusahaan nomor wahid dunia, Microsoft. Buku ini pertama kali diterbitkan dalam edisi Indonesia dengan judul Leaving Microsoft to Change the World oleh Bentang Pustaka pada Agustus 2007. Terbitan edisi baru, April 2009, oleh penerbit yang sama diganti judulnya menjadi Room to Read, merujuk pada nama organisasi nirlaba yang dibangun John untuk mendirikan sekitar 7.000 perpustakaan. Judul ini lebih mewakili semangat John, yakni membuka cakrawala pengetahuan anak-anak usia sekolah di dunia ketiga. Judul tersebut juga ditegaskan melalui gambar sampul yang tepat, di mana John dikerubuti anak-anak yang berebut menggapai buku.

John Wood memutuskan hengkang dari Microsoft untuk memulai babak baru dalam hidupnya demi mengobati luka lama dunia: minimnya keterbacaan atas pengetahuan. Ya, di tengah pesatnya globalisasi melalui media elektronik, ada kelompok-kelompok masyarakat yang ternyata belum tersentuh peradaban Guttenberg. Ada sekitar 850 juta penduduk bumi yang belum melek literasi, alias buta baca-tulis sederhana, dan sekitar dua pertiga di antaranya adalah kaum perempuan. Bagi seorang berkebangsaan Amerika, berpendidikan tinggi, dan mencapai jenjang karier sebagai eksekutif pemasaran Microsoft di Sydney dan Cina, angka-angka itu sungguh membuatnya pusing (hlm.33).

Tetapi, kepusingan atas ketersediaan sekolah dan perpustakaan yang tak memadai tidak muncul begitu saja. John semula menemukan realitas menyedihkan itu di Nepal, dalam pelancongannya selama 21 hari menuju Pegunungan Himalaya. Ketika di Nepal itu, secara tak sengaja ia bertemu pengurus pendidikan bernama Pasupathi. Orang ini begitu gigih, berjalan kaki bermil-mil jauhnya setiap hari untuk mengunjungi sekolah-sekolah, memantaunya, dan memberikan bantuan sekedarnya. John tertarik untuk mengunjungi salah satu sekolah di Desa Bahundanda. Bersama Pasupathi, ia melihat bagaimana kondisi bangunan yang disebut “sekolah” itu. Kondisinya tak lebih baik sebagaimana penggambaran Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi.

John pun menyaksikan salah satu ruangan dengan papan bertulis “Perpustakaan” di depannya. Papan itu nyatanya hanya sebuah petunjuk “sesat”, sebab di dalamnya tak ada meja, kursi, atau rak-rak berisi penuh buku-buku. Hanya ruang kosong dengan dinding dilapisi peta dunia. Di akhir perjumpaannya dengan kepala sekolah dan guru-guru, ia berjanji: tahun depan ia akan kembali dengan membawa buku-buku. Entah seratus, seribu, atau puluhan ribu untuk memenuhi kebutuhan siswa-siswa yang malang itu. Dan John tak hanya kembali dengan buku-buku, melainkan keputusan penuh untuk memberdayakan sektor pendidikan di Nepal (kelak proyeknya berkembang menjangkau Vietnam, Kamboja, India, Sri Lanka dan negara berkembang lainnya).

Dalam perjalanan pulang ke Sydney, ia sempatkan mampir di warung internet untuk menuliskan email kepada kerabat dan relasinya, meminta bantuan mereka untuk menyumbangkan buku. Tanpa dinyana, gayung surat elektronik itu bersambut. Relasi-relasinya bukan hanya menyumbang buku dan uang, tetapi juga menyebarkan email permintaan bantuan itu kepada relasi-relasi mereka. Dalam tempo sebulanan, ribuan buku terkumpul, sehingga pengiriman buku pertama pun dapat dilakukan.

Tak lama berselang setelah pengiriman buku-buku tersebut, John dipindahkan ke Beijing, Cina. Posisinya sebagai salah satu eksekutif senior ternyata tak mampu membuatnya nyaman. Pesan moral Dalai Lama dalam The Art of Happiness, bahwa manusia cenderung mencari kebahagiaan dan akan memperolehnya jika membagi apa yang dimilikinya, begitu membayanginya. Dalai Lama mengajarkan moral sebagaimana dipahami olah umat Islam, bahwa manusia harus mensyukuri karunia Tuhan dengan membantu kaum miskin untuk keluar dari siklus kemiskinan. Salah satu caranya melalui pendidikan (hlm.18).

Keputusan John untuk keluar dari Microsoft dan menjadi pekerja sosial tidak dilalui dengan jalan mulus. Atasannya protes atas keputusan “sepihak” itu, dan terlebih kekasihnya (perempuan cantik dengan lompatan karier yang menawan pula) harus ia tinggalkan. John memang sempat kehilangan arah, sebelum akhirnya memberikan makna mendalam atas keputusannya itu: apa yang selama ini ia raih tak ada artinya dibanding jutaan anak usia sekolah yang tak mampu mengecap pendidikan layak.

John seperti membenarkan kritik Pierre Bourdieu, bahwa kesenjangan global bermula dari habitus, modal, dan ranah yang berbeda-beda. John merangkumnya dalam kata-kata: “Berapa juta anak tak akan mempunyai kesempatan yang saya miliki dalam hidup, hanya karena mereka ditolak oleh pendidikan pada usia muda? Seakan-akan di sana ada ‘lotere kehidupan’. Pada usia muda, anak-anak secara sewenang-wenang dianggap pemenang atau pecundang, berdasarkan tempat lahir mereka. Anda lahir di Scarsdale, Anda menang. Anda lahir di Bogota, Anda kalah” (hlm.49).

Catatan itu begitu menarik dan menusuk jantung realitas kita hari ini. Seseorang yang lahir di Jakarta atau di Jawa (dan tentu saja dari keluarga berkecukupan), dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas, dan karena itu masa depannya bisa lebih cerah dan pasti. Sementara mereka yang lahir di luar Jawa, atau mereka yang berasal dari keluarga miskin di mana pun di pelosok negeri ini, harus puas dengan sekolah-sekolah ala Laskar Pelangi, atau bahkan tidak bersekolah sama sekali. Bagaimana mereka dapat turut dalam roda pembangunan, jika “membaca saja, sulit”?

Travelling

[Travelling][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done