Didik Jatmiko: Kegiatan
Info Menarik
Loading...
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Friday, April 24, 2020

Berbagi Masker di Perbatasan Bojonegoro Ngawi bersama Ademos Indonesia, MYM dan Yayasan Mannah

Berbagi Masker di Perbatasan Bojonegoro Ngawi bersama Ademos Indonesia, MYM dan Yayasan Mannah - Marhaban Ya Ramadhan.... Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam, karena di bulan ini penuh dengan segala keberkahan-Nya. Amiin. Ada yang berbeda dengan bulan ramadhan sebelumnya. Di bulan ramadhan ini, pelaksanaannya di tengah pandemi covid-19.

Kader Ademos Indonesia, Ananing Nur Wahyuli Memakaikan Masker kepada Pedagang di Pasar Gayam, Kamis (23/04/2020) - Foto : Dok Ademos
Jangan berkecil hati dan tetap bersemangat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1441 H ya teman-teman. Oh ya, kali ini saya mau berbagi ceita nih. Kamis, 23 April 2020 Saya berkesempatan mengikuti aksi sosial bersama Yayasan Mannah dan Ademos Indonesia untuk berbagi masker kepada pedagang di pasar Gayam Kecamatan Gayam dan perbatasan Bojonegoro tepatnya di Kecamatan Margomulyo yang berbatasan dengan Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi.

Pagi itu, saya bergegas menuju Pasar Gayam untuk berpartisipasi membagikan masker gratis kepada pedagang dan pengunjung Pasar Gayam, Kecamatan Gayam bersama Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) beserta Yayasan Mannah.

Selesai membagikan masker di Pasar Gayam, selanjutnya rombongan bergegas menuju ke Kecamatan Margomulyo. Namun, sebelumnya kami menikmati sarapan pagi nasi pecel + telor ceplok, asem-asem warung makan di Clangap, Kalitidu.

Ketua Ademos Indonesia, Muh. Kundhori Membagi Masker kepada Pengendara Mobil di Perbatasan Bojonegoro - Ngawi
Usai sarapan kami bergegas menuju ke Margomulyo karena sudah ditunggu oleh teman-teman dari Margomulyo Youth Movement (MYM) dan Camat Margomulyo beserta Muspika. Sesampainya di tugu perbatasan Bojonegoro - Ngawi, aksi berbagi masker pun dimulai.

Dari padangan mata ini, tak jarang masih banyak pengendara motor yang belum menggunakan masker. Sinar matahari mulai terasa panas di kulit, aksi berbagi masker pun diakhiri selanjutnya kami menuju ke Pendopo Kecamatan Margomulyo kemudian pulang. (dik)

Friday, August 23, 2019

Peringati HUT Ke-74 RI, Smartfren Launching SFCom ke-40 di Bojonegoro

Peringati HUT Ke-74 RI, Smartfren Launching SFCom ke-40 di Bojonegoro - SDM Unggul Indonesia Maju itulah tema yang diangkat dalam Peringatan Hari Kemerdekaan tahun 2019. Dengan semangat tersebut menggambarkan bahwa Republik Indonesia memiliki semangat untuk membangun SDM yang unggul, baik itu SDM di tingkat kota hingga pelosok negeri tercinta Indonesia.
Foto bersama Peserta Launching Smartfren Community Bojonegoro (17 Agustus 2019)
Berkaca dengan semangat tersebut, Smartfren, sebagai operator telekomunikasi berbasis teknologi 4G di Indonesia mencoba mengukir sejarah baru dengan meresmikan Smartfren Community di sebuah kabupaten kecil di Provinsi Jawa Timur yang memiliki andil besar sebagai penyumbang migas terbesar tanah air yakni Kabupaten Bojonegoro. Untuk diketahui bersama bahwasanya hampir 30 persen kebutuhan minyak nasional sekarang ini dipasok dari hasil sumber daya alam Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang berada di wilayah Kecamatan Gayam - Kabupaten Bojonegoro lho.

BACA JUGAThe Pits Kitchen Bojonegoro Bikin Nongkrong Makin Seru, Instagramable Banget! 

Launching Smartfren Community Bojonegoro ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019 pukul 19:30 WIB di Adelia Cafe Bojonegoro yang diikuti oleh komunitas kreatif di Bojonegoro seperti Boxer (Bojonegoro Linux User), youtuber, blogger/influencer, penulis buku, pegiat KIM Desa, karang taruna, pegiat inovasi desa, mahasiswa dan sebagainya.

Dalam kesempatan ini, Smartfren berbagi tentang pemanfaatan internet dan media sosial secara cerdas dan kreatif di era digital. Smartfren kini tidak hanya mengedepankan internet yang kenceng tetapi edukasi pun diperhatikan melalui sinergitas bersama Smartfren Community yang dibentuk di berbagai daerah.

Penyampaian materi dari Bapak Dani Akhyar, Head of Community Development PT Smartfren Telecom Tbk
"Alhamdulillah untuk Smartfren Community Bojonegoro ini merupakan komunitas ke-40 dan sekalian kita kenalkan untuk leader Smartfren Community Bojonegoro yaitu mas Didik Jatmiko", kata Dani Akhyar, Head of Community Development PT Smartfren Telecom Tbk.

Pengukuhan Leader Smartfren Community Bojonegoro - SFCom ke-40
Sementara itu Manager Core East Java - Bali PT Smartfren Telecom Tbk, Mashuri Nanang Pratomo, menyampaikan bahwa Smartfren memang lebih dulu dikenal sebagai provider CDMA. Namun, seiring perkembangan teknologi yang ada, kini Smartfren telah mengembangkan teknologi CDMA ke 4G LTE.

Peresmian dan launching Smartfren Community Bojonegoro ini berlangsung meriah dan ditutup dengan foto bersama dan makan malam. Sampai jumpa di event menarik selanjutnya bersama Smartfren Commuunity Bojonegoro. Agenda terdekat SFCom Bojonegoro bersama BOXER (Bojonegoro Linux User) lihat pamflet di bawah ini !

Agenda Smartfren Community bersama Bojonegoro Linux User

Siapa kita? ..... Smartfren Community Bojonegoro 
Smartfren Community Bojonegoro ..... Ashiiiiiiiiaaaaappppp

Agar lebih akrab, silakan difollow di Instagram dan Twitter @sfcombojonegoro dan jangan lupa like fanpagenya di @sfcombojonegoro. (dik)

Friday, March 15, 2019

Sarasehan Desa sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional

didikjatmiko.com - Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial atau disingkat Ademos menyelenggarakan kegiatan Sarasehan 12 Tahun Sinau Bareng Ademos di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Jum'at (15/03/2019). Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Arie Sudjito dan Perwakilan Petrokimia Gresik ini mengambil tema "Desa sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional".
Sarasehan Desa sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional - Foto by : @ristaayu00
"Berbicara tentang ketahanan pangan, Desa tak terlepas dari yang namanya Pertanian. Oleh karena itu untuk mewujudkan Desa sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Desa harus memprioritaskan pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Bahkan jika dibutuhkan, Pemerintah Desa bisa membuat Perdes untuk menyelamatakan lahan produktif di desa dari alih fungsi lahan untuk pembangunan ruko sehingga lahan pertanian dapat dimanfatkan secara maksimal", ucap Sudjito.

Sementara itu M. Kundori selaku Ketua Ademos dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak 15 Maret 2007 Ademos hadir di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan gerakan yang diberi nama Sinau Bareng di Panggon Sinau Bareng Ademos Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. 

"12 tahun kami Sinau Bareng masyarakat. Banyak hal yang kami pelajari bersama-sama dengan masyarakat mulai dari sinau bareng tentang pertanian, peternakan sapi yang berkolaborasi dengan kelompok ternak Ustan Mandiri Dolokgede, budidaya ikan lele sistem biovlog, pengolahan pisang menjadi produk "Mister Bonano" yang dikemas oleh JonegoroFood serta pemberdayaan UMKM di Desa dan sebagainya. Kami ingin berteman dengan masyarakat," imbuh pria asal Desa Ngraho Kecamatan Gayam itu.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto saat membuka kegiatan menyampaikan mayoritas masyarakat Bojonegoro adalah petani. Saya berharap pemberdayaan UMKM di Kabupaten Bojonegoro dapat meningkatkan potensi pangan dan semakin berkembang.

"Saat ini Pemerintah Kabupaten berupaya produk UMKM masyarakat lokal bisa masuk di pertokoan modern seperti Indomaret dan Alfamart. Kedepannya kita akan mengevaluasi perijinan toko modern di Kabupaten Bojonegoro, jika Produk UMKM Bojonegoro tidak masuk didalamnya, maka perijinan akan ditinjau ulang," tegasnya.

Selamat ulang tahun Ademos ke-12, semoga makin berkah. Amiin

Salam bahagia dari Bojonegoro
@kakdidik13

Friday, April 20, 2018

Pendampingan KIM di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk

didikjatmiko.com - Sebagai generasi muda Bojonegoro yang aktif berkegiatan bersama Forum Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Bojonegoro (FKKB), pemilik blog didikjatmiko.com dan Om Iwan Siswoyo Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru Maju Desa Deru Kecamatan Sumberrejo beserta Pak Bakti Arifin,SE dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro berkunjung ke salah satu desa di bantaran Sungai Bengawan Solo yaitu Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, Senin (16 April 2018).

Naik Perahu dari Tambangan Pungpungan menuju Desa Kandangan Kecamatan Trucuk - Foto : Iwan Siswoyo
Kami pun menuju Desa Kandangan dengan menggunakan jalur air dengan naik perahu tambang dari Pungpungan. Oh ya, perahu tambang merupakan transportasi warga sekitar untuk aktifitas sehari-hari. Tak kurang dari lima belas menit, perahu pun tiba di dermaga / tambangan Desa Kandangan. Kemudian kami pun bergegas menuju Balai Desa Kandangan.

Setibanya di Balai Desa Kandangan, kami disambut oleh Perangkat Desa dan Pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Mangun Jaya Desa Kandangan. Adapun maksud kedatangan kami di Desa Kandangan yaitu untuk melakukan pendampingan [tapi bukan pendamping desa lho] pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang akan mewakili Kabupaten Bojonegoro dalam ajang Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018.

Tak lupa berselfie ria dulu bersama Pegiat KIM Mangnn Jaya Desa Kandangan - Foto : Iwan Siswoyo
Selama hampir dua jam setengah, kami melakukan pendampingan. Pendampingan yang dilakukan ini meliputi pengecekan administrasi KIM Mangun Jaya hingga optimalisasi sosial media dan blog KIM Mangun Jaya Desa Kandangan yang bisa dikunjungi di https://kimmangunjaya.or.id

Ada banyak potensi yang dimiliki oleh Desa Kandangan diantaranya potensi pertanian dan perikanan. Tak hanya itu, di Desa Kandangan juga mempunyai camilan khas ndeso "Krupuk Bonggol Pisang" yang diprosuksi oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya Desa Kandangan.

Bukti Kalau Pernah Berkunjung ke Desa Kandangan, Selfie dulu guys hehehe
Setelah dirasa cukup, kami pun berpamitan. Lalu pulang melalui jalur darat lewat Desa Sumbang Timur, Desa Kanten, hingga tiba di Jembatan Malo dan beristirahat makan siang di Desa Talok Kecamatan Kalitidu. Adapun menu kuliner yang kami nikmati yaitu botok ikan patin khas Bengawan Solo dengan rasa yang menggoda selera. Usai makan kami pun berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing.

Catatan Penting tentang Jalur Menuju Desa Kandangan Kecamatan Trucuk 

Untuk menuju Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro ada beberapa jalur yang bisa ditempuh. Ada jalur air dan jalur darat. 

Untuk jalur air, Anda dapat menyeberangi Bengawan Solo dengan cara naik perahu atau istilahnya "nambang". Oh ya, di Desa Kandangan memiliki 4 dermaga penyebrangan atau tambangan yaitu :

a. Tambangan RT 15 Bapak Nur Alim menghubungkan Desa Kandangan (Kecamatan Trucuk) - Desa Mojosari (Kecamatan Kalitidu)

b. Tambangan RT 15 Bapak Dasuki menghubungkan Desa Kandangan (Kecamatan Trucuk) - Pungpungan (Kecamatan Kalitidu)

c. Tambangan RT 12 Bapak Mu'in menghubungkan Desa Kandangan (Kecamatan Trucuk) - Pungpungan (Kecamatan Kalitidu)

d. Tambangan RT 09 Jayan menghubungkan Desa Kandangan Mejayan (Ngringinrejo - Kalitidu)

Warga berbondong-bondong untuk naik perahu tambang menuju Desa Kandangan - Foto : Iwan Siswoyo
Sedangkan jalur darat, Anda bisa lewat dari Kecamatan Malo melalui Jl. Sumberrejo (Kentong) - Malo / Jl. Malo - Sumberrejo (Kentong) berhenti di Tuweng , kemudian masuk ke selatan melewati desa Sumbang Timun. Jalur ini bisa ditempuh dengan kendaraan Sepeda, Motor, dan Mobil.

Bagaimana tertarik untuk berkunjung ke Desa Kandangan?

Saturday, March 17, 2018

Berpetualang itu Menyenangkan, Apalagi Sama Kamu

Berpetualang itu Menyenangkan, Apalagi Sama Kamu - Sehabis mengikuti kegiatan Try Out 1 Kecamatan, Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Trawas Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan berpetualang dalam giat susur sungai level 1 yang diadakan oleh sekolah setempat. Kegiatan susur sungai ini dilaksanakan di Dusun Sendang Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Berpetualang itu Menyenangkan, Apalagi Sama Kamu
Giat Susur Sungai Level 1 dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB - 10.00 WIB. Adapun tujuan dan manfaat diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan kekompakkan, rasa peduli terhadap teman, pengeluaran sifat asli manusia, bersenang-senang atau refreshing, olah tangan/kaki/badan/fikiran dan hati. 

Istirahat sejenak dan foto bareng dulu kakak
Dalam kegiatan ini siswa/i diajarkan bagaimana cara membangun sinergi antar sesama, saling peduli, ujian itu ibarat dari dasar landai yang rata kemudian naik ke atas mulai batu, kerikil, air deras. Peserta ada yang ramai, ada pula yang minta tolong. Seru banget pokokman hehehe. Semoga ilmu dan manfaat dalam kegiatan ini dapat diterima dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. [kakdidik13]

Tuesday, February 27, 2018

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited - Saya dan dua pegiat Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Kabupaten Bojonegoro Edy Supra Eko dan Muhammad Fatoni berkesempatan menjadi Sukarelawan untuk mengikuti kegiatan Kerja Bakti Warga dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (24/2/2018).

Foto bersama Pemerintah Desa Mojodelik dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited sebelum acara Kerja Bakti dimulai
Acara yang dilakukan oleh Pemeritah Desa Mojodelik ini, menurut Kepala Desa Mojodelik Yuntik Rahayu merupakan wujud keharmonisan antara warga Mojodelik dan karyawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan sukarelawan pun beragam dimulai dengan memperbaiki jalan desa, menanam pohon di sepanjang jalan, mengecat alat peraga edukasi sekolah dan melakukan pemeriksaan mata bagi siswa TK di Mojodelik.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Gayam, Muspika Kecamatan Gayam, Kepala Desa-Kepala Desa se-Kecamatan Gayam, seluruh perangkat Desa Mojodelik, karang taruna, dan perwakilan organisasi kepemudaan setempat serta perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Cepu.

Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [1]
Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [2]
Apresiasi diberikan oleh Camat Gayam atas inisiatif yang dilakukan oleh EMCL melalui program sukarelawan ini. "kerjasama dan keharmonisan antara operator Lapangan migas Banyu Urip dan warga sekitar harus terus dipelihara. Inilah wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” cetusnya.

Sukarelawan melakukan Perbaikan Jalan di Desa Mojodelik
Camat yakin, budaya gotong royong masih tumbuh subur dan membudaya di masyarakatnya. Baginya, hubungan baik dan kerjasama adalah solusi dalam setiap persoalan. “Dengan begini, komunikasi bisa berlangsung baik,” tuturnya.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta. Sebagai tetangga yang baik, EMCL mendorong karyawannya untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. “Ini salah satu cara kami untuk berbaur,” katanya.

Usai Penanaman Pohon di sepanjang jalan Desa Mojodelik dilanjut foto bersama
Dave menambahkan, selama ini EMCL mendukung pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. Karyawan juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. “Hal ini terjadi berkat dukungan semua pihak,” ucapnya di depan peserta kerja bakti.

Setetes air mungkin tak berarti bagimu tapi sangat bermakna bagiku. Salam Lestari dari Bumi Angling Dharma Bojonegoro. [kakdidik13]

Wednesday, January 17, 2018

Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia di Dolokgede

Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia di Dolokgede - Hadirnya teknologi informasi saat ini sangat membantu manusia dalam mendapatkan informasi. Salah satunya yaitu melalui blog. Blog bisa dimanfaatkan secara pribadi ataupun kelembagaan sebagai media informasi dan publikasi yang sangat efektif di era zaman now seperti saat ini. Eksistensi seseorang ataupun lembaga termasuk desa dapat abadikan melalui blog, selain memuat informasi, blog juga dapat dijadikan album abadi yang sewaktu - waktu bisa dilihat. 

Pamflet Kegiatan Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia di Dolokgede
Menangkap peluang tersebut, Asosiasi Untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial atau disingkat Ademos bermaksud menyelenggarakan kegiatan "Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia" yang membahas tentang dunia blogging dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

Nama dan Tema Kegiatan :

Kegiatan ini bernamakan "Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia"  dengan tema "Membangun Inovasi dan Membranding Desa Melalui Aktivitas Blogging”.

Penyelenggara :

Kegiatan "Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia" ini diselenggarakan oleh Asosiasi Untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos). Ademos didirikan sebagai bentuk kegelisahan terhadap masyarakat kelas bawah yang merupakan mayoritas penduduk tidak segera memperoleh peningkatan akses terhadap proses politik dan pemerintahan, serta akses terhadap pelayanan publik dan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, perlu ada upaya serius untuk mengembangkan demokrasi yang terintegrasi dengan penjaminan hak sosial dan ekonomi rakyat. 

Waktu Pelaksanaan :

Kegiatan "Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia" ini dilaksanakan secara GRATIS di Panggon Sinau Bareng Ademos Indonesia yang beralamat di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur pada Hari Jum'at tanggal 19 Januari 2018 mulai pukul 13.00 - 16.30 WIB.

Narasumber :

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Didik Jatmiko [ Kader Sinau Bareng Ademos kategori Active Learner tahun 2014, Koordinator Komunitas KabarDesa.com Regional Bojonegoro dan Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Purwosari ].

Informasi Pendaftaran :

Bagi pembaca setia blog didikjatmiko.com yang tertarik mengikuti kegiatan "Sinau Bareng Kak Didik Blogger Indonesia" bisa mendaftar melalui nomor handphone 082330619721 atau daftar online melalui form ini https://goo.gl/forms/edFvIL7Y7xlK0jH23

Semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di Panggon Sinau Bareng Ademos Indonesia yang beralamat di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. (@kakdidik13)

Monday, December 11, 2017

Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017

Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017 - Kegiatan utama yang penting diikuti dalam Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 ini bagi pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yaitu Temu KIM Tingkat Nasional. Melalui kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya memberikan penguatan agar KIM melakukan aktivitas sesuai dengan fungsi umum dan fungsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini atau istilah kerennya 'masyarakat jaman now'.

Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di era reformasi dan globalisasi saat ini masih diperlukan di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kondisi sebagian masyarakat yang belum memiliki kemampuan memadai untuk menelaah muatan informasi, baik karena faktor ekonomi, sosial dan budaya. KIM merupakan organisasi sosial yang bergerak di bidang pengelolaan informasi dan komunikasi yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk kepentingan masyarakat.
Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017
Sebagai bagian dari KIM, pemilik blog didikjatmiko.com aktif di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sendang Potro Bojonegoro. Banyak kejuaraan yang diperoleh KIM Sendang Potro Bojonegoro mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten hingga meraih Juara I Lomba Blog KIM Berbasis IT Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017. Saya beruntung bisa berangkat ke Palembang untuk mengikuti kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 dan bertemu dengan Pegiat KIM dari Sabang sampai Merauke serta menjadi peserta dalam Temu KIM Tingkat Nasional 2017.

Kegiatan Temu KIM Tingkat Nasional 2017 ini dibuka oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Ibu Dra. Rosarita Niken Widyastuti, M.Si. dan pemaparan tentang betapa pentingnya KIM di era keterbukaan informasi oleh Direktur Kemitraan Komunikasi Drs. Dedet Surya Nandika serta pemaparan tentang Kampung Media yang digagas di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Banyak hal menarik yang didapat dalam kegiatan ini diantaranya belum terbentuknya Kepengurusan Forum KIM Tingkat Nasional. Dari tahun ke tahun, pembentukan Forum KIM Tingkat Nasional masih menjadi wacana hingga akhirnya pada Temu KIM Tingkat Nasional 2017 di Palembang baru menghasilkan Tim Formatur Pembentukan KIM Tingkat Nasional yang diketuai oleh Prof. H. Isnawijayani (Sumatera Selatan). Untuk anggota diambil sesuai wilayah, untuk wilayah Indonesia bagian timur diwakili oleh Provinsi Papua, wilayah Indonesia bagian tengah diwakili oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat dan wilayah Indonesia bagian barat diwakili oleh Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Semoga menghasilkan kepengurusan Forum KIM Tingkat Nasional yang diharapkan mempermudah koordinasi dengan dirjen, sehingga KIM akan terintegrasi dengan dirjen melalui website https://jpp.go.id/ dan http://www.infopublik.id/

Selain itu dilaksanakan pula live video chat dengan KIM yang ditunjuk. Satu persatu agenda telah dilaksanakan, selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama Pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Se-Indonesia yang hadir. (@kakdidik13)

bersambung

Saturday, December 2, 2017

Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang

Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang - Hotel Novotel Palembang tempat berlangsung Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) 2017 tanggal 21-24 November 2017 dibuka oleh Menpan RB, Asman Abnur pada pukul 10.00 WIB. Sayang, Saya dan rombongan terlambat datang. Namun masih berkesempatan mengikuti coaching class (media sosial dan kehumasan) dengan narasumber tokoh nasional, ada Johan Budi dengan materinya "Kehumasan Pemerintah di Era Digital" dan Nukman Lutfhie dengan materinya "Pemanfaatan Media Sosial dalam Mendiseminasikan Program Pemerintah". Pula, berkesempatan berjumpa dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara di akhir kegiatan coaching class.

Foto bersama di Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang
Dalam kesempatan ini, Menteri yang akrab disapa Chief RA banyak mengevaluasi tentang kegiatan Sinergi Aksi dan Informasi Komunikasi Publik (SAIK) yang selama ini dilakukan, Rabu (22/11/2017).
"Ini merupakan kali ketiga Saya hadir dalam kegiatan sejenis namun hanya berganti nama. Saya berharap dari kegiatan ini ada hal yang dapat ditindaklanjuti seluruh peserta agar kegiatan komunikasi publik ke depan menghasilkan dampak yang konkret," ucap Chief RA, panggilan akrab Rudiantara.

Padahal, lanjut Chief RA, perubahan di luar begitu dinamis dan sudah seharusnya dapat mengambil peran tidak hanya menjadi penonton dari perubahan tersebut.

“Media sosial saat ini semakin garang, hoax kadang ada kadang tidak, kita perlu mengambil peran penting atas dinamika yang terjadi saat ini,” jelas Menkominfo RI.

Usai mendengarkan sambutan dan arahan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, acara ditutup dengan foto bersama. Meskipun Saya sudah pernah foto bareng dengan Chief RA, Saya pun tak menyiakan kesempatan untuk foto bersama beliau. Bedanya kalau dulu foto sendiri bareng beliau, sekarang rame-rame hehehe.

Malam pun tiba, sehabis acara di hotel Novotel, kami bergegas mengambil tas yang kami titipkan di resepsionis. Setelah itu kami bergegas menuju hotel untuk melepas lelah dan bersih diri. (@kakdidik13)

bersambung

Thursday, October 19, 2017

Ngobrol Dunia Blogging & Digital Marketing Bareng @NovaWijaya94 dan @kakdidik13

Ngobrol Dunia Blogging & Digital Marketing Bareng @NovaWijaya94 dan @kakdidik13Mau tahu lebih lanjut mengenai asyiknya ngeblog dan dunia digital marketing, yuk datang ke acara Jonegoroan Creative Fair 2017  di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Kabupaten Bojonegoro Jalan Veteran No 34 Bojonegoro depan SPBU Veteran.

Pamflet Kegiatan Jonegoroan Creative Fair 2017
Untuk acara Ngobrol Dunia Blogging dan Digital Marketing akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 21 Oktober 2017 pukul 14.00 - 15.00 WIB. Adapun owner blog didikjatmiko.com @kakdidik13 akan berbagi tentang asyiknya ngeblog dan digital marketing disampaikan oleh @NovaWijaya94.

Selain acara ngobrol dunia blogging dan digital marketing, ada juga 1 juta domain dan website gratis bersama Relawan TIK Bojonegoro, pembahasan mengenai UU ITE dan mencegah hoax di media sosial bersama Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro,SH,SIK,Msi serta Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Deru Maju Iwan Siswoyo. Dilanjutkan pada hari minggu 22 Oktober 2017 disi oleh Kelas Inspirasi Bojonegoro, diskusi peran komunitas di era digital, kopdar dan optimalisasi Youtube. Selanjutnya pada tanggal 23 Oktober 2017 ada workshop jual beli online bersama Google, Tokopedia dan Qlapa.com. Selengkapnya lihat pamflet

Tunggu apalagi, ayo datang ke Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Kabupaten Bojonegoro dan ikut memeriahkan acaranya. Acara terbuka untuk umum dan gratis lho. [@kakdidik13]

Sunday, July 23, 2017

Kisah Inovator Banyumas, Nopia dan Mino, Batik Papringan Hingga Bukit Tranggulasih yang Aduhai di Juguran Blogger 2017

Kisah Inovator Banyumas, Nopia dan Mino, Batik Papringan Hingga Bukit Tranggulasih yang Aduhai di Juguran Blogger 2017 - Perjalan menuju ke Banyumas pun dimulai. Dalam kesempatan kali ini, Saya memilih ke Banyumas dengan menggunakan kereta api. Pagi itu sekitar pukul 04.00 WIB, Saya diantar oleh Bapak berangkat ke Stasiun Cepu (stasiun terdekat dari rumahku di Bojonegoro yang merupakan titik awal keberangkatanku). Berhubung jalur kereta api dari Cepu menuju ke Purwokerto tidak ada yang langsung, maka perjalanan harus ditempuh dengan cara naik kereta api dari stasiun Cepu turun di stasiun Semarang (Poncol) dengan menggunakan kereta api Blora Jaya, kemudian dilanjut dari stasiun Semarang (Poncol) menuju stasiun Purwokerto dengan menggunakan Kereta Api Kamandaka. 
Blogger - blogger super team kece dan gahulssss di Juguran Blogger Indonesia 2017 3.0
Sekitar pukul 16.05 WIB, Saya tiba di Stasiun Purwokerto dan dijemput oleh panitia. Kebetulan rombongan peserta lain yang satu penjemputan denganku ada bang Indra dari Lampung, mbak Evi dari Tangerang. Selain itu juga ada mbak Ella dan  Tiwi yang sudah dijemput duluan di Terminal Bulupitu Purwokerto oleh mbak Olip dan bang Pradna (blogger Banyumas). Selain itu ada juga Mbak Terry yang berpisah sejenak dan akan menyusul ke lokasi penginapan.
Naik Kereta Api Blora Jaya #juguranblogger 3.0
Selanjutnya, rombongan diantar menuju ke lokasi penginapan di hotel Surya & Resort Baturraden. Setibanya di penginapan, langsung diadakan pembagian kamar oleh panitia. Kebetulan saya mendapat kamar nomor 404 dengan kang Denden dari Temanggung.
Sekali-kali tidur di Surya Hotel & Resort Baturraden (Kamar 404) #juguranblogger 3.0
Malam keakraban Peserta Juguran Blogger Indonesia 2017 3.0
Sambil menunggu peserta yang belum datang, acara malam itu diisi dengan perkenalan dan ngobrol santai sambil bercerita tentang Juguran Blogger sebelumnya yang dipandu langsung oleh kang Pradna (blogger Banyumas) dengan ditemani sajian kopi dan teh yang cukup buat menghangatkan badan. Usai ngobrol, peserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Juguran Blogger 3.0 pun dimulai


Selamat Pagi Baturraden ... Seusai sarapan pagi di aula penginapan, peserta bergegas menuju bus yang siap mengantarkan kami untuk memulai petulangan. Lokasi pertama yang akan dituju yaitu rumah inovator Banyumas yang berada di lereng Gunung Slamet yaitu Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Sebut saja namanya Sudiyanto, seorang inovator Banyumas yang menciptakan pompa air agar dapat menaikkan air dari bawah bukit menuju ke pemukiman warga yang terletak di atas bukit. Pompa air tersebut diberi nama HYSU (Hy berasal dari kata hydram atau hydraulic ram dan Su berasal dari namanya Sudiyanto).
Sudiyanto Inovatur Banyumas yang membuat Pompa Air HySu (Hydram Sudiyanto)
Berbekal sebuah buku lama berbahasa Belanda, Sudiyanto mencoba mempraktekkan teori yang terdapat di buku tersebut. Awalnya dia merasa kesulitan, karena bukunya berbahasa Belanda. Beruntung tetangganya ada yang mengerti bahasa Belanda, sehingga dengan mudahnya Sudiyanto memahami isi buku tersebut. Pria lulusan Madrasah Aliyah ini pun nekad bereksperimen dengan menggunakan modal sebesar 5 juta rupiah yang diperoleh dari pinjaman kerabatnya. 
Pompa Air HySu (Hydram Sudiyanto) karya Inovator Banyumas #juguranblogger 3.0
Sempat dianggap gila oleh tetangganya, Sudiyanto tak patah semangat dan terus mengulangi eksperimennya untuk menaikkan air dari bawah bukit menuju ke pemukiman warga dengan pompa air ciptaannya. Alhamdulillah setelah berkali-kali melakukan uji coba dan eksperimen, jerih payahnya untuk menaikkan air dengan pompa air HySu ciptaannya pun membuahkan hasil. Kini, tetangga yang pernah menganggap gila pun menjadi tergila-gila dengan pompa HySu karya Sudiyanto. Untuk harga Pompa air HySu ini dibandrol mulai dari 5 juta hingga 15juta rupiah. Tertarik untuk melihat pompa air HySu ini, Anda bisa datang langsung ke lokasi dan menghubungi 081548894211.

Rombongan Juguran Blogger Indonesia 2017 pun melanjutkan ke lokasi berikutnya yaitu mengunjungi salah satu lokasi pembuatan oleh-oleh khas Banyumas "Nopia dan Mino (Mini Nopia)" milik Pak Narwan di JL. Jaya Serayu No. 88 Banyumas dan dan melihat secara langsung pembuatannya. 
Tiba di lokasi pembuatan Nopia dan Mino milik Pak Narwan #juguranblogger 3.0
Inilah bentuk Nopia dan Mino (Mini Nopia) Khas Banyumas #juguranblogger 3.0
Selain Mendoan, Banyumas juga terkenal dengan makanan khasnya yaitu Nopia atau Mino. Nopia untuk yang berukuran besar, sedangkan yang berukuran kecil disebut dengan Mino (Mini Nopia). Nopia ini masih saudaranya bakpia lho, kalau bakpia itu basah sedangkan nopia ini kering dan keras serta memiliki isi yang sangat lunak. Kulit yang keras dan isinya yang sangat lunak dan renyah membuat sensasi kenyal dan nikmat saat disantap. Bagi Anda yang lagi berada atau mau berwisata ke Banyumas, jangan lupa untuk membeli Nopia dan Mino. Harga sangat terjangkau dan bervariasi mulai dari 10 ribu hingga 30 ribu rupiah.

Puas menikmati Nopia dan Mino, rombongan meneruskan perjalan ke Papringan. Ngapain kita ke Papringan? Di tempat ini, peserta Juguran Blogger diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik Papringan khas Banyumas di Galeri Pring Mas yang terletak di Jl. Jaya Serayu Rt 02/ 01, Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas yang dikembangkan oleh warga setempat dengan didukung oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto.
Menginjakkan kaki di kawasan Sentra Batik Papringan Banyumas #juguranblogger 3.0
Berada di Galeri Pring Mas Papringan Banyumas #juguranblogger 3.0
Tiba di lokasi, kami disambut oleh pengrajin batik Papringan dan dipersilakan masuk untuk melihat isi galeri batik Pring Mas. Tak hanya itu, kami pun dipersilakan untuk menikmati hidangan makan siang dan jamuan ala kadarnya khas Banyumas. Ada mendoan, cimplung, ubi rebus, buah-buahan dan sebagainya.
Asyik membatik di Sentra Batik Papringan Banyumas #juguranblogger 3.0 - Foto by virmansyah.info
Inilah batik hasil karya kami (para blogger) #juguranblogger 3.0
Kenyang menikmati hidangan, kami diajak menuju pendopo yang berada di sebelah Galeri Pring Mas. Ibu-ibu pengrajin batik Papringan dengan ramah menyapa kami dan mengajari kami para blogger untuk membuat batik. Bayangkan, para blogger yang biasanya dipusingkan untuk merangkai huruf menjadi kalimat kini diajak untuk membuat batik, seru banget dech pokokman. Selesai membatik, kami kembali masuk galeri untuk melakukan ramah tamah dan ngobrol bersama Bapeda Banyumas, Perwakilan Bank Indonesia, Pengrajin Batik Papringan dan Perwakilan Hotel Santika Purwokerto serta dinas terkait lainnya. Selanjutnya acara diakhiri dengan foto bersama di depan Galeri Pring Mas.

Menjelang sore hari, rombongan meneruskan perjalanan ke lokasi berikutnya yaitu Bukit Tranggulasih Kedungbanteng Banyumas. Di tempat ini, kita para blogger diajak melihat secara langsung kawasan Purwokerto dari atas bukit yang begitu menawan di malam hari. Setelah tiba di rumah mas Yayan, rombongan pun turun dari bus dan bergegas mencari toilet hehehehe. Sambil menunggu jemputan berikutnya, kami pun mempersiapkan barang masing-masing yang akan kami bawa ke Bukit Tranggulasih. 

Setelah semua siap, kami pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil bak terbuka menuju bukit Tranggulasih. Meski berdesak-desakan, perjalanan kami begitu menyenangkan dan menegangkan, bagaimana tidak mobil bak terbuka yang ditumpangi ini harus melalui jalur yang bombastis banget yaitu menanjka tajam di malam hari. Setelah menempuh rute yang panjang dan menegangkan dari desa Kutaliman, alhamdulillah akhirnya kami pun tiba kawasan masuk di bukit Tranggulasih.

Kami pun bergegas turun dari mobil bak terbuka, dan membawa barang bawaan kami menuju bukit Tranggulasih dengan berjalan kaki menaiki satu persatu tangga yang masih alami sepanjang kurang lebih 200 meter menuju lokasi bukit Tranggulasih. Perjuangan kami pun terbayar setelah tiba di lokasi bukit Tranggulasih. Hamparan lampu di kawasan Purwokerto terlihat jelas. Setelah dibagi kelompok oleh panitia, kami pun memasukkan barang bawaan menuju ke tenda (sesuai kelompok) yang telah disediakan. Selanjutnya sambil menunggu makan malam, kami ngobrol santai sambil menikmati kopi Temanggung yang dibawa oleh Kang Denden.
Api Unggun yang menghangatkan di bukit Tranggulasih #juguranblogger 3.0
Tak lama kemudian, hidangan makan malam telah siap. Satu persatu mengambil piring dan mengambil menu makan yang pasti membuat perut kami kenyang hehehe. Mulai dari nasi putih, sayur paku pakis dan bunga kecombrang, ayam goreng, sambal dan mendoan nikmat bangettttt dech rasanya. Usai makan malam, udara di bukit Tranggulasih semakin dingin sehingga kami pun bergegas mendekat menuju Api Unggun. Semakin malam, saya pun segera masuk dan beristirahat di tenda agar besok bisa bangun pagi agar tidak ketinggalan untuk mengabadikan sunrise langsung dari bukit Tranggulasih.

Selamat Pagi Tranggulasih

Sekitar pukul 04.10 WIB, Saya pun terbangun dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk mandi. Meskipun udara pagi saat itu masih terasa dingin, Saya pun memberanikan diri untuk mandi. Usai mandi, saya bergegas menuju tenda dan bersiap untuk mengabadikan sunrise dari bukit Tranggulasih.
Bersama mbak @Olipe_Oile Panitia Juguran Blogger Indonesia 2017 - Foto by virmansyah.info
Oh ya, Bukit Tranggulasih ini terletak di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Bagi Anda yang menyukai wisata alam dengan udara yang segar, bukit Tranggulasih sangat cocok untuk dikunjungi. Di tempat ini dibuka 24 jam oleh pengelola dari pokdarwis setempat. Anda cukup membayar 5 ribu rupiah saja dan nikmati suasana alami Bukit Tranggulasih yang aduhai. Jangan khawatir, di tempat ini juga sudah tersedia warung makan yang buka 24 jam. Jadi, bagi kamu yang suka camping atau berkemah jangan terlewatkan untuk datang ke bukit Tranggulasih.
Camping di Bukit Tranggulasih #juguranblogger 3.0 - Foto koleksi milik mbak @EviIndrawanto
Mengabadikan Kenangan di Bukit Tranggulasih #juguranblogger 3.0 - Foto koleksi milik mbak @EviIndrawanto
Sebelum meneruskan perjalan berikutnya, kami pun mengabadikan momentum di bukit Tranggulasih melalui kamera yang tentu instgramable banget dech. Penasaran dengan pemandangan bukit Tranggulasih yang aduhai dan menawan? Ayo datang langsung ke Banyumas ! (@kakdidik13)

==============

Catatan perjalan seorang @kakdidik13, blogger pinggiran dari Bojonegoro yang suka jalan-jalan dan berkesempatan mengikuti Juguran Blogger Indonesia 2017 bersama Blogger Banyumas dengan didukung oleh Bapeda Litbang Banyumas, Bank Indonesia, PANDI.ID, Fourteen Adventure, Loja De Cafe, dan Hotel Santika Purwokerto. 

Monday, July 10, 2017

Surat Cinta dari Blogger Banyumas tentang Juguran Blogger Indonesia 2017

Surat Cinta dari Blogger Banyumas tentang Juguran Blogger Indonesia 2017 - Sore itu ada poster nyangkut di timeline instagramku. Poster itu adalah poster kegiatan Juguran Blogger Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Blogger Banyumas. Apa itu Juguran Blogger? Seperti dikutip dari bloggerbanyumas.or.id, Juguran itu sendiri berasal dari kosakata Banyumas yang berarti berkumpul santai memperbincangkan hal-hal santai sembari ditemani secangkir kopi dan jajanan hangat. Maka, mereduksi obrolan serius dan memperbanyak obrolan santai untuk saling mengakrabkan sembari wisata, jadilah tema Juguran Blogger Indonesia : “Sedikit Bicara, Banyak Wisata”.
Surat Cinta dari Blogger Banyumas - Poster Juguran Blogger Indonesia 2017
Juguran blogger pertama kali diadakan pada tahun 2012, dengan nama kegiatan Juguran Blogger Banyumas. Selanjutnya di tahun 2016 kemarin, juguran blogger dikemas dengan nama Juguran Blogger Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 13 – 15 Mei 2016. Juguran Blogger Indonesia merupakan ajang temu blogger dari berbagai kota. Juguran Blogger Banyumas tahun 2016 menjadi momontum tercetusnya domain untuk desa, desa.id. Itulah sekilas gambaran mengenai Juguran Blogger ya guys, seru kan?



Nah.. Di tahun 2017 ini, Komunitas Blogger Banyumas kembali menggelar kegiatan Juguran Blogger Indonesia 2017 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 11 - 13 Juli 2017 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang blogger terpilih yang telah melakukan pendaftaran dan dinyatakan lolos oleh panitia. Kebetulan pada tanggal 05 Juli 2017 kemarin, Saya ikut mendaftar via online dan alhamdulillah pada tanggal 07 Juli 2017 surat cinta pun dikirim oleh blogger banyumas melalui email.

Surat Cinta dari Blogger Banyumas tentang Juguran Blogger Indonesia 2017
Seperti apa keseruan acara Juguran Blogger Indonesia 2017? Saya kasih bocoran acara selama di sana ya, ini dia acaranya !
Hari Pertama dan Kedua Juguran Blogger Indonesia 2017

Hari Ketiga Juguran Blogger Indonesia 2017
Nantikan cerita lengkapnya di blogku tercinta ini ya kawan !. (@kakdidik13)

Wednesday, March 8, 2017

Dibalik Kesukseskan Fotografi Banyu Urip 2017

Dibalik Kesukseskan Fotografi Banyu Urip 2017 - Fotografi merupakan sebuah kegiatan seni yang mengabadikan sebuah kenangan melalui lensa kamera, baik itu melalui kamera DSLR atau kamera handphone. Terkadang, masih banyak orang yang beranggapan bahwa fotografi jika dilakukan tidak memakai kamera DSLR hasilnya kurang gimana githu dan kurang gaul.
Dibalik Kesukseskan Fotografi Banyu Urip 2017
Menepis hal tersebut, Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro mencoba mengemas kreativitas fotografi tersebut dalam sebuah event fotografi melalui Energi Dalam Lensa dengan tema "Membangun Kemandirian Masyarakat"  yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari lokakarya fotografi, lomba rally foto, dan pameran fotografi. Dan ternyata hasil foto yang dihasilkan oleh peserta yang menggunakan kamera handphone nggak kalah bagusnya dengan peserta yang menggunakan kamera DSLR.

Lokakarya Fotografi Banyu Urip 2017

Lokakarya Fotografi Banyu Urip 2017 ini merupakan event fotografi yang pertama kali dilaksanakan di kawasan migas blok Cepu tepatnya di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tepatnya pada tanggal 04 Februari 2017 dengan menghadirkan narasumber professional di bidangnya yaitu Dr. Abdi Yuyung (Senior Fotografer Jawa Pos Surabaya). Peserta dalam kegiatan ini adalah Karang Taruna 12 Desa Se-Kecamatan Gayam yang mana setiap desa mendelegasikan 4 peserta. 

Sedih rasanya karena pada saat kegiatan berlangsung Saya tidak bisa mengikuti dikarenakan mendapat tugas untuk mengikuti kegiatan Pameran Hari Pers Nasional di Kota Ambon, Provinsi Maluku bersama rombongan Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Bojonegoro.

Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017

Satu minggu kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2017 di Kantor Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Ringintunggal & Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) Desa Brabowan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan lomba ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Kecamatan Gayam melainkan juga diikuti oleh peserta umum dari Jogja, Ngawi, Lamongan, Tuban, Jombang dan Bojonegoro. Alhamdulillah dalam kegiatan ini, Saya bisa hadir dan ikut membantu persiapan kegiatan hingga selesai bersama panitia lainnya.

Pameran Fotografi Banyu Urip 2017

Setelah melalui proses yang sangat panjang, harus melewati jalan yang berliku, terjal dan bergelombang, akhirnya Pameran Fotografi Banyu Urip 2017 sukses diselenggarakan selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Februari 2017 di Pendopo Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Ya, meskipun jauh dari rencana semula yang seyogyanya pameran akan dilaksanakan selama 7 hari berubah menjadi 4 hari. Lokasi pameran fotografi Banyu urip 2017 semula akan dipusatkan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro tepatnya berada di depan Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang begitu megah, harus dialihkan ke lokasi kedua dikarenakan urusan birokrasi dan perijinan. Ya padahal surat ijin sudah kita layangkan jauh hari sebelum pelaksanaan. Tapi ternyata surat ijin belum juga turun.

Namun, semua itu tak menyurutkan hati kami untuk berkreasi dan berkreativitas. Kami yang tergabung dalam sebuah komunitas Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro mencoba berusaha ikut andil dalam menyuguhkan sebuah karya untuk Bojonegoro. Akan tetapi, ternyata hasil fotografi dan karya yang ingin kami suguhkan di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro harus tertunda karena masalah perijinan lokasi.



Memutar Otak & Jalankan Rencana Kedua

Berhubung rencana semula gagal untuk dilaksanakan, kami pun akhirnya memutar otak dan menyepakati menjalankan rencana kedua yakni Pameran Fotografi Banyu Urip 2017 dilaksanakan di Pendopo Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Setelah melakukan koordinasi & komunikasi singkat melalui handphone dengan salah satu pegawai Disbudpar Bojonegoro, Sabtu (18/02/2017) kami diminta menghadap ke kantor pada hari Senin, 20 Februari 2017 sambil mebawa surat perijinan lokasi.

Apa yang terjadi????

Senin, 20 Februari 2017 kami menghadap dan memasukkan surat ijin ke Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Setelah surat kami masukkan, selang beberapa menit kemudian kami diberitahu bahwasanya diijinkan untuk menempati lokasi. Untuk detailnya, akan dikabari lagi.

Tanpa menunggu lama, semua persiapan dan kebutuhan pameran pun disiapkan hingga akhirnya pada Hari Rabu tanggal 22 Februari 2017 Pameran Fotografi Banyu Urip 2017 resmi dibuka oleh Bapak Budiyanto selaku Kepala Bidang Promosi Pariwisata & Budaya Disbudpar Bojonegoro.

Usai dibuka, pengunjung mulai berdatangan dan melihat hasil foto yang dipamerkan. Saat kubuka handphone, ada pesan masuk ke whatsapp yang isinya terkait perijinan penggunaan Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro baru turun dan dijinkan. Saya pun langsung membalas pesan tersebut dengan ucapan terima kasih.

Car Free Day (CFD) di Alun-alun Bojonegoro

Tak terasa, satu persatu rangkaian kegiatan Fotografi Banyu Urip 2017 telah dilaksanakan. Tibalah di acara puncak yaitu Penutupan Kegiatan Fotografi Banyu Urip 2017 yang dirangkai dengan Pengumuman & Penyerahan Hadiah Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017. Acara dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 26 Februari 2017 bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Bojonegoro. Acara dimeriahkan oleh Grup Band asli Bojonegoro yang kece badai yaitu Brown Sugar dan juga hunting foto model yang mengenakan Batik Bojonegoro persembahan dari Toko Bojonegoro Jl. MT Haryono Bojonegoro.

Dalam acara puncak ini dihadiri oleh perwakilan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), perwakilan SKK Migas Jabanusa, Dr. Yuyung Abdi (Senior Fotografer Jawa Pos Surabaya), Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, anggota Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro dan undangan lainnya.

Saya mewakili Panitia Kegiatan Fotografi Banyu Urip 2017 JIM Bojonegoro mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Cepu (PEPC), Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Gayam, Forum Karang Taruna Kecamatan Gayam, Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Kabupaten Bojonegoro, Narasumber kegiatan Dr. Yuyung Abdi, Toko Batik Bojonegoro binaan Ademos Indonesia, seluruh Media Online Lokal Bojonegoro, Republika Online, Radio Malowopati Bojonegoro, Forum Radio Bojonegoro (FRB), Ndahneo Sablon Kaos, RevolusioneR Sablon Kaos, teman-teman blogger dari penjuru nusantara dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan Fotografi Banyu Urip 2017.

Friday, March 3, 2017

Pemenang Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017

Pemenang Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 - Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro bersama Karang Taruna Kecamatan Gayam yang didukung oleh Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Kabupaten Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Fotografi Banyu Urip 2017. Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilakukan meliputi Lokakarya Fotografi Banyu Urip 2017, Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 dan Pameran Fotografi Banyu Urip 2017.
Pemenang Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 foto bersama Priandono Hernanto dari Perwakilan SKK Migas Jabanusa
Kegiatan Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2017 di Kantor Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) Desa Brabowan Kecamatan Gayam diikuti oleh peserta dari umum dan lokal Kecamatan Gayam. Untuk peserta umum diikuti oleh peserta dari Jogja, Jombang, Ngawi, Tuban, Lamongan, Sidoarjo dan Bojonegoro. Sedangkan peserta lokal diikuti oleh anggota Karang Taruna 12 Desa Se-Kecamatan Gayam.

Selanjutnya hasil dari Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 yang dipilih oleh dewan juri dipamerkan bersama foto destinasi wisata Kabupaten Bojonegro di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro mulai tanggal 22-25 Februari 2017.

Setelah diadakan penilaian dan penjurian langsung oleh Dr. Yuyung Abdi telah diputuskan Daftar Pemenang Lomba Rally Foto Banyu Urip 2017 dan dimumkan saat penyerahan hadiah lomba pada saat Car Free Day (CFD) Alun-alun Bojonegoro tanggal 26 Februari 2017 sebagai berikut :

Juara Lomba Rally Banyu Urip 2017 Kategori Umum :

  • Juara 1 dengan total nilai 90 diraih oleh Nomor 9 : Fajar Mujianto (Widang Tuban)
  • Juara 2 dengan total nilai 88 diraih oleh Nomor 30 : Ali Mahrus (Widang Tuban)
  • Juara 3 dengan total nilai 86 diraih oleh Nomer 54 : Teguh Dwi S (Baureno - Bojonegoro)
  • Juara Harapan 1 dengan total nilai 85 diraih oleh Nomor 56 : Yanuar Ahmad (Babat - Lamongan)
  • Juara Harapan 2 dengan total nilai 83 diraih oleh Nomor 58 : Indriyo Lukito (Jetak, Bojonegoro)

Juara Lomba Rally Banyu Urip 2017 Kategori Lokal Gayam :

  • Juara 1 dengan total nilai 88 diraih oleh peserta dari Desa Beged atas nama Bidayatun Nikmah.
  • Juara 2 dengan total nilai 84 diraih oleh peserta dari Desa Mojodelik atas nama Siti Rahmawati.
  • Juara 3 dengan total nilai 81 diraih oleh peserta dari Desa Begadon atas nama Rifai.
  • Juara Harapan 1 dengan total nilai 80 diraih oleh peserta dari Desa Sudu atas nama Hendik.
  • Juara Harapan 2 dengan total nilai 79 diraih oleh peserta dari Desa Bonorejo atas nama Pionky BA.

Juara Favorite Lomba Rally Banyu Urip 2017 pilihan pengunjung pameran dan dewan juri:

  • Favorite 1 diraih oleh nomor 21 : M. Jeffry Hanafiah (Jogja)
  • Favorite 2 diraih oleh nomor 66 : Aqzra Rizki R (Jombang)
  • Favorite 3 diraih oleh nomor 63 : Izzal M (Waru, Sidoarjo)

Catatan : Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat. Pemenang akan dihubungi oleh Panitia JIM Bojonegoro - Sarana Informasi & Promosi Masyarakat. Selamat & sukses untuk para pemenang.

Travelling

[Travelling][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done