Info Menarik
Loading...
Showing posts with label SAIK2017. Show all posts
Showing posts with label SAIK2017. Show all posts

Bojonegoro Raih Juara Terbaik Kategori Pelayanan Informasi melalui Internet dalam Anugerah Media Humas (AMH) 2017

Bojonegoro Raih Juara Terbaik Kategori Pelayanan Informasi melalui Internet dalam Anugerah Media Humas (AMH) 2017 - Satu persatu rangkaian kegiatan Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik (SAIK) 2017 telah dilaksanakan, tibalah di puncak acara yaitu Anugerah Media Humas (AMH) 2017 dan Pengumuman Pemenang Festival Media Pertunjukan Raykat. Malam Penganugerahan Media Humas secara resmi menutup kegiatan Sinergis Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SIAK) Tingkat Nasional Tahun 2017 di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (23/11/2017) malam.

Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, mengatakan, kegiatan SAIK ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan. Sebelumnya kegiatan serupa diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, tahun lalu. Untuk lokasi selanjutnya, nanti daerah lain bisa mengajukan. Siapa cepat, dia dapat, untuk menjadi lokasi pelaksanaan SAIK di tahun depan.

Pemilik Blog didikjatmiko.com Berpose dengan Tropi dan Piagam Penghargaan AMH 2017
Selain lokakarya dan dialog dengan sejumlah narasumber, dalam SAIK 2017 juga digelar pameran produk informasi dan komunikasi, festival pertunjukan rakyat, temu KIM tingkat Nasional, temu blogger dan sebagainya. Khusus Anugerah Media Humas (AMH), tahun ini merupakan ke-12 kalinya diselenggarakan. Ada sekitar 176 instansi yang ikuti AMH ini, baik dalam kategori penerbitan internal, website, siaran pers, hingga siaran instansi.

“Adapun tujuan diadakannya AMH ini adalah memberikan apresiasi kepada Humas pemerintah, serta untuk menciptakan situasi yang kompetitif dan memberikan ruang yang luas untuk meningkatkan kinerja kehumasan yang bertugas melakukan diseminasi informasi tentang program pemerintah kepada masyarakat,” ujar Niken. 

Niken melanjutkan, tidak hanya memberikan anugerah penghargaan kepada humas pemerintah semata, tapi juga kepada kelompok festival pertunjukkan rakyat sebagai salah satu saluran komunikasi dan diseminasi informasi. Melalui kegiatan AMH ini, pemerintah berkeinginan agar humas selalumelaukan inovasi yang cemerlang, meningkatkan kreasi dalam pelayanan informasi ke masyarakat lewat multi channel, multi platform, agar berbagai kegiatan pemerintah dapat diterima langsung oleh masyarakat.

“Informasi yang telah dihasilkan pemerintah harus sampai ke masyarakat. Kita juga memberikan counter narasi apabila ada data hasil kinerja pemerintah yang diputarbalikkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Humas pemerintah harus bekerja dengan luar biasa, 24 jam dalam 7 hari. Harus tanggap, responsif terhadap informasi apapun yang datang dari berbagai kalangan,” tegas Niken.

Sebagai salah satu peserta yang hadir dalam acara Anugerah Media Humas (AMH) 2017 dan Pengumuman Pemenang Festival Media Pertunjukan Raykat, Saya bangga ketika Bojonegoro disebut sebagai salah satu nominator kategori pelayanan internet. Kebanggan itu pun semakin bertambah ketika diumumkan oleh panitia, Bojonegoro terpilih sebagai Juara Terbaik 1 Kategori Pelayanan Informasi melalui Internet (Website) yang diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro. Selengkapnya lihat videonya di bawah ini !


Berikut daftar Pemenang Anugerah Media Humas 2017 :

A. Kategori Siaran Pers/Pemberitaan

K/LPNK/BUMN/PTN
1. Kemenristekdikti
2. Kemenhub
3. Kemenpan RB

PROV/KAB/KOTA:
1. Kota Bandung
2. Prov. Jabar
3. Kota Pariaman

B. Kategori Penerbitan Internal

K/LPNK/BUMN/PTN
1. Kemenpar
2. Kemenkeu
3. UI

PROV/KAB/KOTA
1. Prov. DKI JKT
2. Kota Surabaya
3. Prov. Sumsel

C. Kategori Media Sosial

K/LPNK/BUMN/PTN
1. Kemenkeu
2. Kemendikbud
3. PLN

PROV/KAB/KOTA
1. Kota Surabaya
2. Kota Tangerang
3. Kota Tasikmalaya

D. Kategori Pelayanan Informasi Internet

K/LPNK/BUMN/PTN
1. Kementerian ESDM
2. Kemenristekdikti
3. Kemenkeu

PROV/KAB/KOTA
1. Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro
2. Kabupaten Bekasi
3. Dinas Kominfo Tanjung Jabung Barat

Pameran Instansi Terbaik : Kemensetneg
Stand terfavorit : Kemenpar
Stand terinovatif : DPR
Stand dekorasi terbaik : Prov Jawa Barat
Stand pelayanan terbaik : Kemenag

Sukses selalu Bojonegoro. (@kakdidik13)

Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017

Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017 - Kegiatan utama yang penting diikuti dalam Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 ini bagi pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yaitu Temu KIM Tingkat Nasional. Melalui kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya memberikan penguatan agar KIM melakukan aktivitas sesuai dengan fungsi umum dan fungsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini atau istilah kerennya 'masyarakat jaman now'.

Keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di era reformasi dan globalisasi saat ini masih diperlukan di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kondisi sebagian masyarakat yang belum memiliki kemampuan memadai untuk menelaah muatan informasi, baik karena faktor ekonomi, sosial dan budaya. KIM merupakan organisasi sosial yang bergerak di bidang pengelolaan informasi dan komunikasi yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk kepentingan masyarakat.
Pemilik Blog didikjatmiko.com Hadir di Temu KIM Tingkat Nasional 2017
Sebagai bagian dari KIM, pemilik blog didikjatmiko.com aktif di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sendang Potro Bojonegoro. Banyak kejuaraan yang diperoleh KIM Sendang Potro Bojonegoro mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten hingga meraih Juara I Lomba Blog KIM Berbasis IT Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017. Saya beruntung bisa berangkat ke Palembang untuk mengikuti kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 dan bertemu dengan Pegiat KIM dari Sabang sampai Merauke serta menjadi peserta dalam Temu KIM Tingkat Nasional 2017.

Kegiatan Temu KIM Tingkat Nasional 2017 ini dibuka oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Ibu Dra. Rosarita Niken Widyastuti, M.Si. dan pemaparan tentang betapa pentingnya KIM di era keterbukaan informasi oleh Direktur Kemitraan Komunikasi Drs. Dedet Surya Nandika serta pemaparan tentang Kampung Media yang digagas di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Banyak hal menarik yang didapat dalam kegiatan ini diantaranya belum terbentuknya Kepengurusan Forum KIM Tingkat Nasional. Dari tahun ke tahun, pembentukan Forum KIM Tingkat Nasional masih menjadi wacana hingga akhirnya pada Temu KIM Tingkat Nasional 2017 di Palembang baru menghasilkan Tim Formatur Pembentukan KIM Tingkat Nasional yang diketuai oleh Prof. H. Isnawijayani (Sumatera Selatan). Untuk anggota diambil sesuai wilayah, untuk wilayah Indonesia bagian timur diwakili oleh Provinsi Papua, wilayah Indonesia bagian tengah diwakili oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat dan wilayah Indonesia bagian barat diwakili oleh Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Semoga menghasilkan kepengurusan Forum KIM Tingkat Nasional yang diharapkan mempermudah koordinasi dengan dirjen, sehingga KIM akan terintegrasi dengan dirjen melalui website https://jpp.go.id/ dan http://www.infopublik.id/

Selain itu dilaksanakan pula live video chat dengan KIM yang ditunjuk. Satu persatu agenda telah dilaksanakan, selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama Pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Se-Indonesia yang hadir. (@kakdidik13)

bersambung

Menikmati Pempek Nony 168 Depan Hotel Novotel Palembang

Menikmati Pempek Nony 168 Depan Hotel Novotel Palembang - Setelah googling dan mencari tahu beberapa tempat yang menarik di Palembang. Kemudian bertanya pada driver grab yang kami tumpangi itu bilang di Palembang tidak ada tempat wisata selain Jembatan Ampera yang memang menjadi ikon Kota Palembang. Ya sudahlah, lagian perjalanan kali ini bukan untuk jalan-jalan atau liburan yah hehehe.

Menikmati Pempek Nony 168 Depan Hotel Novotel Palembang, Kamis (23 November 2017)
Puas menikmati pesona Jembatan Ampera di malam hari, pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB kami bersiap menuju ke Hotel Novotel lagi untuk mengikuti kegiatan Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik (SAIK) 2017 dengan agenda Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tingkat Nasional dan Pembentukan Formatur Forum KIM Nasional.

Setibanya di hotel Novotel, kami tidak langsung masuk. Kami turun di depan gerbang hotel lalu menyebrang ke seberang jalan menuju sebuah tempat yang menjajakan makanan khas Palembang, sebut saja namanya Pempek Nony 168. Pak Heru pun langsung memesan dua porsi pempek untuk dinikmati bersama. Terus daftar harga Pempek Nony 168 berapa? Ini dia daftar harganya.

Daftar Harga Pempek Nony 168 Depan Hotel Novotel Palembang
"Belum ke Palembang kalau belum makan pempek dan berfoto di Jembatan Ampera"Ungkapan itu menggambarkan sedemikian eratnya hubungan antara kota Palembang dengan pempek. Pempek adalah makanan yang terbuat dari campuran ikan dan tepung sagu. Pempek selalu dimakan dengan cuko; saus kental yang berwarna cokelat kemerahan yang terbuat dari gula merah, cabe rawit, bawang, asam dan garam. Rasanya pun bervariasi antara pedas, manis dan asam.

Lantas bagaimana sejarah Pempek di Palembang? 

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek. [Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek]

Perlu diketahui bahwa Pempek yang baik bukanlah pempek yang terbuat dari ikan yang baunya menyengat. Jika ikan terlalu menyengat baunya berarti bahan baku ikan yang digunakan untuk membuat pempek itu kurang bagus. Pempek bisa tahan lama jika ditaruh di freezer lemari es yakni bisa bertahan selama beberapa bulan, asalkan tidak keluar masuk kulkas. Sebelum disimpan di lemari es, sebaiknya pempek dikemas untuk sekali makan sehingga tidak terlalu sering dikeluarkan dari kulkas, dengan begitu pempek akan lebih tahan lama. Siapa yang tahan mendiamkan pempek lama-lama di dalam lemari es, kalau dimakan saja rasanya begitu menggoda selera.

Temu KIM Nasional dalam SAIK 2017 di Hotel Novotel Palembang, Kamis (23 November 2017) 
Kenyang menikmati Pempek Nony 168, kami pun merapat ke Hotel Novotel untuk mengikuti kegiatan bersama peserta dari pegiat KIM Se-Indonesia yang hadir. Selain Pempek Nony 168, banyak lho jenis Pempek Palembang yang enak rasanya yaitu Pempek Candy, Pempek Beringin, Pempek Lince, dan sebagainya. (@kakdidik13)

bersambung

Melepas Lelah di Jembatan Ampera Palembang Sumatera Selatan

Melepas Lelah di Jembatan Ampera Palembang Sumatera Selatan - Mumpung sedang berada di Palembang Sumatera Selatan, Kami melepas lelah dengan mengunjungi salah satu destinasi wisata yang eksotis di malam hari yaitu di depan Benteng Kuto Besak di bawah gemerlap lampu-lampu dari jembatan Ampera yang bercahaya warna warni.

Mengabadikan Kaos Si Gogor Maskot Bojonegoro di bawah Jembatan Ampera Palembang, Rabu (22/11/2017) malam
Bersantai di malam hari di tepian sungai musi yang membentang luas sambil ditemani mie tek tek rasanya gimana githu. Usai menikmati mie tek tek, Kami pun mengabadikan keindahan jembatan ampera dan sungai musinya.
Untuk diketahui, Jembatan Ampera awalnya  diberi nama Jembatan Bung Karno.  Jembatan Ampera diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1965 sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan, pada saat itu Jembatan Bung Karno adalah Jembatan terpanjang di Asia Tenggara, dikarenakan gerakan anti Bung Karno yang sangat kuat maka pada tahun 1966 nama Jembatan tersebut diganti dengan Ampera (Amanat Penderitan Rakyat) sampai sekarang. Jembatan ini menghubungkan daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Tak hanya jadi alat penghubung, Ampera kini sudah berubah menjadi destinasi yang keren dan wajib dikunjungi saat berada di Palembang.
Ingat ya, Jembatan Ampera! Kalau ke Palembang nggak ke sini, berarti belum ke Palembang hehehe. So mesti foto dan mengambil gambar dengan latar Jembatan Ampera sebagai oleh-oleh dan tanda bahwa kita telah mengunjungi kota Palembang.

Mie Tek Tek Jembatan Ampera Palembang Sumatera Selatan
Arsitektur Jembatan Ampera yang cantik serta beralaskan Sungai Musi, menjadi daya tarik wisatawan untuk berfoto. Keindahan Jembatan Ampera akan terasa sempurna saat malam hari. Puluhan lampu yang cantik akan menghiasi jembatan ini. Dijamin, pasti Anda akan terpana dibuatnya.

Puas menikmati eksotis malam di Jembatan Ampera, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat agar besok fresh ketika mengikuti sesi Temu KIM Nasional dan Anugerah Media Humas (AMH) dalam event Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik (SAIK) 2017. (@kakdidik13)

bersambung

Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang

Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang - Hotel Novotel Palembang tempat berlangsung Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) 2017 tanggal 21-24 November 2017 dibuka oleh Menpan RB, Asman Abnur pada pukul 10.00 WIB. Sayang, Saya dan rombongan terlambat datang. Namun masih berkesempatan mengikuti coaching class (media sosial dan kehumasan) dengan narasumber tokoh nasional, ada Johan Budi dengan materinya "Kehumasan Pemerintah di Era Digital" dan Nukman Lutfhie dengan materinya "Pemanfaatan Media Sosial dalam Mendiseminasikan Program Pemerintah". Pula, berkesempatan berjumpa dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara di akhir kegiatan coaching class.

Foto bersama di Kopdar Bareng Menkominfo RI di SAIK 2017 Palembang
Dalam kesempatan ini, Menteri yang akrab disapa Chief RA banyak mengevaluasi tentang kegiatan Sinergi Aksi dan Informasi Komunikasi Publik (SAIK) yang selama ini dilakukan, Rabu (22/11/2017).
"Ini merupakan kali ketiga Saya hadir dalam kegiatan sejenis namun hanya berganti nama. Saya berharap dari kegiatan ini ada hal yang dapat ditindaklanjuti seluruh peserta agar kegiatan komunikasi publik ke depan menghasilkan dampak yang konkret," ucap Chief RA, panggilan akrab Rudiantara.

Padahal, lanjut Chief RA, perubahan di luar begitu dinamis dan sudah seharusnya dapat mengambil peran tidak hanya menjadi penonton dari perubahan tersebut.

“Media sosial saat ini semakin garang, hoax kadang ada kadang tidak, kita perlu mengambil peran penting atas dinamika yang terjadi saat ini,” jelas Menkominfo RI.

Usai mendengarkan sambutan dan arahan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, acara ditutup dengan foto bersama. Meskipun Saya sudah pernah foto bareng dengan Chief RA, Saya pun tak menyiakan kesempatan untuk foto bersama beliau. Bedanya kalau dulu foto sendiri bareng beliau, sekarang rame-rame hehehe.

Malam pun tiba, sehabis acara di hotel Novotel, kami bergegas mengambil tas yang kami titipkan di resepsionis. Setelah itu kami bergegas menuju hotel untuk melepas lelah dan bersih diri. (@kakdidik13)

bersambung

Travelling

[Travelling][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done