Ads Top

Trenggalek itu Identik dengan Singkong

Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang akhir-akhir ini baru saja Saya kunjungi. Kebetulan, pada saat itu Saya diminta untuk menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Jambore Pemuda Daerah (JPD) Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Purna Prakarya Muda Indonesia Kabupaten Trenggalek di Hotel Prigi, Watulimo (29 September s/d 01 Oktober 2016).
Cimplung, salah satu kuliner dari Kabupaten Trenggalek yang dibuat dari bahan dasar singkong
Berbicara Trenggalek, tentu tak terlepas dari Singkong. Mengapa? Pasalnya, hampir bisa dipastikan semua petani menanam singkong meskipun hanya sekedar tanaman sela. Selain itu, sudah dipastikan pula bahwa singkong sudah menjadi tanaman budaya di Kabupaten Trenggalek. Dengan potensi yang sangat luar biasa berupa komoditas singkong semoga bisa digarap secara kreatif oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek, misalnya diadakan Festival Olahan Singkong atau apalah namanya terserah yang penting pas dan sesuai di hati warga Trenggalek. Sehingga kelak, Trenggalek akan menjadi lokasi jujukan penelitian dan pengembangan singkong atau kalau boleh bermimpi menjadi kawasan pemasok singkong terbesar di Indonesia. 

Secara Nasional, brand Trenggalek sebagai Kabupaten penghasil singkong sudah cukup dikenal di kalangan pebisnis singkong, baik itu berupa produk singkong mentah, gaplek, tepung mokaf, dan tepung tapioka. Peluang untuk menjadikan Trenggalek sebagai pusatnya singkong pun sepertinya mungkin untuk diwujudkan. Tak mudah memang, dibutuhkan kerja keras, sinergitas dan menyamakan visi misi dari berbagai pihak dan penentu kebijakan.

Sebagai warga Bojonegoro yang sedang berkegiatan dan mulai mengakrabi Trenggalek. Saya mulai menggali informasi mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek. Selain potensi durian, singkongnya trenggalek pun cukup terkenal. Tak hanya itu, potensi destinasi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek pun bervariasi dan layak untuk dikunjungi.

Seusai pemaparan materi tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh Akhsin AL Fata Ketua DPD PPMI Provinsi Jawa Timur kepada peserta. Sambil menunggu hujan reda, Kami asyik ngobrol di salah satu sudut hotel Prigi bersama Pak Umar dari perwakilan Disporbudpar Kabupaten Trenggalek. Ketika asyik berbicara dan ngobrol seputar kepemudaan, tiba-tiba kami disuguhi kuliner yang terbuat dari bahan dasar singkong. 

"Silakan dinikmati, hidangan ala kadarnya... Cimplung", ucap Pak Umar sambil mempersilakan kami untuk menikmatinya. Sekilas, kalau di tempatku (Bojonegoro) kuliner ini namanya menyok rebus yang dikasih gulo abang (gula merah). Nggak ada nama yang spesifik atau khas. Akan tetapi, di Trenggalek orang-orang menyebut kuliner tersebut dengan nama "Cimplung". Cimplung atau kadang disebut Glondhong Juruh adalah kuliner yang terbuat dari singkong rebus disiram dengan juruh kental dari bahan gula merah. Disebut Cimplung mungkin karena cara membuatnya dengan nyemplung atau memasukan singkong ke wadah pengolahan gula.

Selain Cimplung, olahan yang dihasilkan dari bahan dasar singkong pun banyak seperti gatot, tiwul, donat singkong, tape, cenil, keripik singkong dan lain sebagainya. Bahkan di Gunung Kidul, Yogyakarta olahan singkong tersebut sudah naik kasta dan menjadi buruan wisatawan usai berwisata di sana. Bagaimana dengan singkong Trenggalek? Jika digarap dengan kreatif dan dipadukan dengan seni dan wisata, singkong Trenggalek pun bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat dan pemburu kuliner tradisional yang sedang berwisata di Bumi Menak Sopal. (@kakdidik13)

20 comments:

  1. wah enak banget ini, empuknya singkong dipadu dengan manisnya kuah gula merah. Nyuuum. kalau Kediri bukan cimplung sih namanya, apa ya. Tapi enak pokoknya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sil, enak banget.... apalagi makannya pas suasana gerimis hehehe tambah nikmat. Namanya pasti beda ya sama di Trenggalek?

      Delete
  2. Wah, penasaran nih sama rasa Cimplung. Pasti manis dan maregi alias mengenyangkan tentunya, kak. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya empuk dan manis hehehe.... Enak banget dech pokokman....

      Delete
  3. Nah ini makanan yang tak cari, pas banget ini enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, enak banget rasanya.... tanpa efek samping juga hehehe

      Delete
  4. Mungkin kalau ekspansi kuliner comro bisa juga ya di Trenggalek. Bahannya kan sama-sama dari singkong juga. Tinggal cari oncom dan cabe buat isiannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi mbak, wah sepertinya perlu ditangkap nih peluang bisnis ekspansi kuliner dari bahan singkong oleh warga Trenggalek hehehe

      Delete
  5. duh jadi pengen nyobain cimplung

    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main ke Trenggalek mas, pasti bisa menikmati cimplung khas Trenggalek hehehe

      Delete
  6. Jadi kangen Trenggalek aku punya bude disana, kalo pas kesana dikasih makan gatot sama nasi tiwul goreng,,, uenak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga artikel di atas bisa sedikit mengobati rasa kangen terhadap Trenggalek ya mbak.... hehehe

      Delete
  7. wah penasaran, mudah2an singkong bisa meningkatkan ekonomi di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dicoba tuh mbak, lain kali travelling ke Trenggalek.... dijamin pasti ingin kembali ke sana lagi dech :D

      Delete
  8. singkong kesukaan aku nih, mau dikampung atau di kota tetep nyari singkong, di goreng enak, direbus juga enak, apalagi dikasih gula waah enak banget *duh jadi pengen bikin kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak, singkong itu emang hampir merakyat ya. Suer 100% orang desa yang lama kerja dan udah menetap di kota besar pasti kangen dengan masakan dari bahan dasar singkong, seperti cimplung ini hehehehe.... yuk, bikin mbak...

      Delete
  9. enak banget makanan cimplung ini. apalagi kalo pas keadaan anget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget bung Echo, kalau di Madura namanya Cimplung juga kah?

      Delete
  10. dulu waktu kuliah sering banget minta beliin tiwul ama gaplek klo temen balik ke trenggalek. aku seneng makannya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak kan, kuliner tradisional tersebut sudah melekat di hati masyarakat Indonesia :) hehehe

      Delete

Powered by Blogger.