Info Menarik
Loading...
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Merajut Indonesia Lewat Platform Digital

Selepas mengisi acara kopdar komunitas di Kabupaten Sampang - Madura, pemilik blog ini melanjutkan perjalanan menuju Kota Pahlawan Surabaya. Setibanya di hotel, tempatku menginap dan kulihat jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, masih ada waktu cukup buat nonton IG Live Bincang Mimdan #8 yang diinisiasi oleh @merajut_indonesia yang akan dimulai pukul 19.30 WIB.

Merajut Indonesia Lewat Platform Digital

Dalam kesempatan ini, MIMDAN menghadirkan seorang blogger hits dari Bandung yakni Eva Sri Rahayu ditemani host cantik Evi Sri Rezeki, yang merupakan kembarannya teh Eva. Ternyata teh Eva Sri Rahayu ini baru saja meluncurkan novel terbarunya berjudul Labirin 8 yang bercerita tentang Sejarah Candi Borobudur dan Petualangan Sekumpulan Orang Menaklukkan Teka-teki di Candi Borobudur. Untuk lebih detailnya, mari kita ulas !!

Apa itu MIMDAN?

MIMDAN merupakan kepanjangan dari Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara, sebuah program kekinian yang diinisiasi oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Eventnya biasa dilakukan secara online melalui live Instagram dengan tema yang berbeda setiap sesinya. Adapun tema Bincang MIMDAN #8 ini bertajuk Sejarah dan Budaya dalam Novela Platform Digital bersama Penulis Novel Labirin 8, Eva Sri Rahayu.

Tema Sejarah dan Budaya dalam Novela Platform Digital ini diangkat Pandi lewat Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN) #8 ini bertujuan untuk membedah dan mengembangkan media literasi sejarah dan budaya agar sejarah dan budaya Indonesia dapat bergaung di tingkat lokal, nasional maupun global.

Pramoedya Ananta Toerpernah berkata, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Apa yang disampaikan Pramoedya ini bukan sekedar menulis ataupun membaca, lebih jauh menyangkut literasi di dalam masyarakat. Sebegitu pentingnya literasi dalam sejarah kehidupan dan peradaban manusia sebab menyangkut identitas suatu masyarakat. Sejarah memiliki 3 dimensi yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan yang saling berhubungan. Apa yang terjadi di masa lalu dapat dipelajari dan di masa kini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, menciptakan budaya yang tidak hanya mengambil sari pati di masa lalu tapi menyempurnakannya di masa kini.

Zaman yang dinamis telah sampai pada era digital, ilmu pengetahuan, cerita dan sebagainya yang dulu berbentuk prasasti berganti wajah menjadi buku. Kemudian saat ini dikenal buku digital, sudah banyak platform online yang menyediakan ruang untuk setiap orang membaca maupun menulis, ikut menumbuhkan budaya literasi di masa kini. Semua orang dapat menulis fiksi maupun nonfiksi, dalam mempelajari sejarah maupun budaya, generasi muda dapat menikmatinya lewat karya fiksi yang akan mengantarkan pada sumber sejarah primer.

Sejak Kapan Eva Sri Rahayu Aktif Menulis

Narasumber Bincang MIMDAN #8 Eva Sri Rahayu ini aktif menulis sejak kecil. Beragam karya, seperti komik dan cerpen, telah dibuat dalam jumlah terbatas bersama kembarannya Evi Sri Rejeki. Ketika memasuki usia remaja, Teh Eva mulai menulis cerpen. dan dibukukan sendiri dengan mesin tik. Ketika duduk di bangku SMA, ia mencoba mengirim cerpen ke majalah, walau belum berhasil.

Di waktu kuliah, teh Eva mulai menulis novel dengan panjang tulisan sekitar 2005. Lewat ide menulis itu, dirinya mengalami sejuta kehidupan dan menemukan makna di balik dunia menulis sehingga dirinya berkomitmen untuk menekuni dunia kepenulisan lebih mendalam lagi.

Novel Labirin 8, Sebuah Karya untuk Indonesia Tercinta

Novel Labirin 8 ini dipersembahkan teh Eva Sri Rahayu untuk Indonesia tercinta dan sebagai wujud cintanya terhadap sejarah dan budaya Indonesia serta warisan dunia yaitu Candi Borobudur. Labirin 8 ini muncul setelah sang penulis mengalami pergolakan batin yang mengantarkannya hingga bergabung di komunitas sejarah dan budaya yang mewarnai perjalan hidupnya dengan warna baru yang lebih seru. Tak hanya itu, dia pun sekaligus terjun langsung untuk melakukan penelitian lebih mendalam tentang budaya Indonesia yang dituangkannya dalam Buku Novel Labirin 8.

Ada pertanyaan cukup menyentuh batin yang dilontarkan narasumber dalam bincang MIMDAN #8 ini dan perlu untuk direnungkan bersama. Begini pernyataannya, tak ada salahnya kita mulai menjalani hidup sesuai dengan misi dan visi yang kita inginkan. Pasti langkahnya akan lebih pasti dan terarah. Kalau boleh tahu, sobat pembaca blog didikjatmiko.com sekalian visi dan misi hidupmu apa nih?

Hubungan Labirin 8 dengan Candi Borobudur

Menurut penulis buku Novel Labirin 8 yang disampaikan secara live di Instagram menyebutkan bahwa Labirin 8 ini menceritakan tentang sekumpulan anak muda yang terjebak di bawah Candi Borobudur karena bencana alam yaitu gempa. Sekumpulan pemuda yang terjebak tersebut bisa selamat dan keluar dari ruang gelap gulita apabila berhasil menjawab teka-teki. Sudah terbayangkan????

Ada 3 latar yang dimunculkan di Novel Labirin 8 yakni Candi Liangan, Mata air Jumprit dan Candi Borobudur itu sendiri. Penulis berharap, dengan dimunculkannya 3 latar ini bisa memberikan pencerahan dan edukasi ke masyarakat untuk turut serta melestarikan candi peninggalan Budha terbesar di Indonesia. Semoga peristiwa hilangnya stupa, vandalisme dan rusaknya relief serta kerusakan lainnya tidak terjadi lagi sehingga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memiliki, melesatraikan dan menjaganya.

Oh ya, cerita fiksi yang dimunculkan di Novel Labirin 8 ini mengangkat sejarah, budaya dan mitos dalam masyarakat Indonesia yang dikemas dengan semenarik mungkin dengan dibumbui cerita misteri yang menjadikan diri ini menjadi sang pemberani. Novel Labirin 8 dengan kearifan lokalnya ini bisa kamu baca di platform digital Hipwee.

Pentingnya Menulis di Platform Digital

Bagi Kamu yang mau mencoba menulis di platform digital, ada dua jenis platform kepenulisan yang harus kamu ketahui, yakni platform bebas dan platform premium. Di platform bebas, kamu sebagai penulis bisa bebas dan leluasa membuat karya tanpa ada editor. Sementara di platform premium, penulis biasanya dicari lebih khusus dan ada editor yang bisa kamu jadikan sebagai teman diskusi dalam menciptakan karya. Setelah diskusi cukup matang, barulah karyamu diterbitkan.

Dengan menulis di platform digital, penulis bisa berinteraksi secara langsung dengan pembaca. Bahkan penulis bisa mendapatkan cerita dari pembaca yang bisa diulas kembali. Hasil dari tulisanmu di platform digital ini juga bisa dibukukan dan dicetak. Jadi, menulis di platform digital ini penting untuk dilakukan agar semakin banyak karya yang bisa kamu tuntaskan.

Kesimpulan

Demikian sedikit ulasan tentang obrolan yang diperbincangkan dalam Bincang MIMDAN #8 via @merajut_indonesia bersama Eva Sri Rahayu, Penulis Novel Labirin 8. Semoga ada manfaat dan hikmah yang dipetik. Nantikan obrolan seru lainnya du Bincang MIMDAN ya sahabat pembaca setia blogku sekalian.

Salam Merajut Indonesia dari Bojonegro, dari saya Didik Jatmiko.

Bojonegoro Menyapa Dunia dengan Thengul

Bojonegoro Menyapa Dunia dengan Thengul - Sebagian orang di dunia mungkin masih asing dengan nama “Thengul”. Namun ketika gerakan patah-patah dan hentakannya sudah mulai terlihat, bisa membuat orang penasaran dan ingin mencari tahu apa itu thengul.

Bojonegoro Menyapa Dunia dengan Thengul
Tari Thengul adalah tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang thengul asal Bojonegoro, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang thengul. Tari ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman , juga sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan jaman.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini tengah berupaya menggebrak dan menggencarkan kembali thengul menjadi salah satu icon daerah yang wilayahnya dilalui sungai Bengawan Solo. Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan thengul dan kesenian sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Pemerintah bersama masyarakat langsung tancap gas agar tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak yang berjumlah 2.019 penari yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro. Tak tanggung-tanggung thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand.

Di hari Kemerdekaan Negara Repuplik Indonesia yang ke-74, thengul Bojonegoro memukau dunia dan Indonesia, mereka tampil dalam upacara kenegaraan di Istana Negara. Sebanyak 250 penari yang terdiri dari pelajar ini akan menyapa dengan hangat seluruh tamu undangan yang hadir, bersama dengan penampilan dari Nusa Tenggara Timur, Palangkaraya, Magelang. 

Bupati Bojonegoro Anna Mu’Awanna sangat bangga dan mengapresiasi atas proses dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro. “Mengidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai icon atau identitas sebuah daerah. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal. Semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM UNGGUL. INDONESIA MAJU” ungkap Bupati.  

Dia menambahkan, semangat ini akan terus kami gencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia, Pinarak Bojonegoro.

Inilah 12 Tarian Asal Provinsi Jawa Timur

Inilah 12 Tarian Asal Provinsi Jawa Timur - Menari adalah salah satu seni kreatifitas yang melestarikan budaya. Bicara tentang menari, Saya pertama kali menari pada saat tampil dalam pentas seni kegiatan Jambore Pemuda Indonesia Daerah (JPID) Jawa Timur di Kabupaten Tulungagung. 

Penampilan Tarian Thengul Bojonegoro dalam Ajang Jambore Pemuda Indonesia Daerah Jawa Timur 2014
Saat itu, Kami membawakan Tari Thengul khas Bojonegoro. Merasa bangga, itu sudah pasti, karena ini adalah pertama kalinya saya menari dan disaksikan oleh warga Tulungagung serta Pemuda Se-Jawa Timur yang mengikuti Jambore Pemuda Indonesia Daerah (JPID) Jawa Timur 2014.

BACA JUGAEggroll Waluh Khas Cepu - Kabupaten Blora

Dalam kesempatan ini, marilah kita mengenal lebih jauh tarian-tarian yang ada di Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur merupakan salah satu Propinsi di Indonesia yang memiliki ragam budaya dan aneka kuliner yang khas. 

Berikut ini 12 tarian dari Provinsi Jawa Timur. Selain 12 tarian tersebut masih banyak lagi tarian dari Propinsi Jawa Timur. Selamat membaca !

1. Tari Thengul merupakan tari tradisional Khas Kabupaten Bojonegoro, diadopsi dari gerak wayang Thengul yang menceritakan tentang pesta dan kebahagiaan karena memenangkan perang. Wayang Thengul bentuknya hampir mirip dengan wayang golek kesenian khas Jawa Barat. Dahulunya di Bojonegoro, Wayang Thengul digunakan sebagai media penyiaran agama Islam. Tari ini diberi nama Thengul berasal dari kata "Methungul" yang artinya muncul seketika. Selain menceritakan cerita religi sesuai dengan perkembangan zaman, cerita realita kehidupan masyarakat di Bojonegoro juga selalu dikupas dalam pertunjukannya.

2. Tari Jaran Kencak merupakan tari khas yang berasal dari Kabupaten Lumajang - Jawa Timur. Sejarah tarian ini berkaitan dengan nadzar orang tua terhadap anaknya. Jika anaknya hidup dan sehat hingga cukup dewasa, akan diarak keliling desa dengan menaiki jaran kencak (kuda menari) saat khitan.

3. Tari Jejer Gandrung merupakan tari asal Kabupaten Banyuwangi yang menggambarkan keceriaan muda-mudi. Jejer Gandrung itu sendiri, “Jejer” berarti ditampilkan sedangkan “Gandrung” adalah senang. Sehingga tari jejer gandrung ini merupakan tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau undangan yang berkunjung ke Banyuwangi

4. Tari Boran Khas Lamongan : bercerita tentang semangat dan ketangguhan para penjual nasi Boran khas Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

5. Tari Turangga Yaksa merupakan tarian asal Kabupaten Trenggalek yang menggambarkan watak masyarakat Trenggalek dalam mengalahkan angkara murka untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. 

6. Tari Malathe Sato'or merupakan tari selamat datang untuk menyambut tamu agung dari daerah Kabupaten Sampang, Madura.

7. Tari Singo Ulung merupakan sebuah tarian yang diciptakan oleh masyarakat Kabupaten Bondowoso sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang yang telah berjuang membela kebenaran.

8. Tari Topeng Malangan merupakan tari asal Kabupaten Malang yang menceritakan tentang keselarasan hidup antara alam nyata dan alam ghaib.

9. Tari Remo merupakan tari yang berasal dari Kota Surabaya. Tari ini menggambarkan kebenaran pangeran Jawa Timur dan melambangkan jiwa kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Tarian ini dikemas sebagai suatu gambaran keberanian seorang pangeran. Tari remong ini biasanya menggunakan irama gending jula-juli Suroboyo tropongan, kadang kadang diteruskan dengan walang kekek, gedong rancak, krucilan atau kreasi baru lainnya. Tari ini dapat ditarikan dengan gaya wanita atau gaya pria baik . Pada umumnya tari remong ini di tampilkan sebagai tari pembukaan dari seni ludruk atau wayang kulit jawa timuran. Penarinya menggunakan jenis kostum yaitu sawonggaling atau gaya surabaya yang terdiri dari bagian atas hitam yang menghadirkan pakaian abad 18,celana bludru hitam dengan hiasan emas dan batik, sedangkan dipinggangnya ada sebuah sabuk dan keris, dipaha kanan ada selendang menggantung sampai kemata kaki. Untuk penari perempuan memakai simpul (sanggul) di rambutnya

10. Tari Muang Sangkal merupakan salah satu tari yang menjadi ikon daerah Kabupaten Sumenep. Tari ini bermakna untuk membuang atau menjauhkan petaka.

11. Tari Jaranan merupakan salah satu tarian tradisional khas Kabupaten Kediri. Selain sebagai hiburan, seni jaranan juga dikenal sebagai pemersatu masyarakat di Kediri.

12. Tari Reog Ponorogo merupakan tarian yang berasal dari Kabupaten Ponorogo. Tari ini tidak hanya menjadi ikon Jawa Timur namun juga Indonesia yang menggambarkan perjuangan raja untuk mendapatkan cinta seorang putri. Tari ini menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan. Tari ini melibatkan sekurang-kurangnya sekitar 30 s/d 45 penari. 

Tarian ini menggambarkan cerita istana raja milik ratu kerajaan Kediri. Dalam perjalanan dari kerajaan Bantarangin ke Kediri mengalahkan segerombolan harimau dan merak yang dipimpin oleh Singobarong. Penari utama memakai pakaian besar terbuat dari bulumerak dan memakai topeng kepala harimau. Berat topeng tersebut berkisar 40 sampai 50 kg dan didukung oleh sebuah tali yang digigit oleh gigi penari. Lainnya memakaitopeng seperti setan.Tari reog ini berasal dari Ponorogo – Jawa Timur.

Demikian beberapa tari tradisional yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Sebagai generasi muda yang aktif ngeblog, marilah kita mengenal dan mengenalkan kesenian daerah di Indonesia serta melestarikannya. (@kakdidik13)

Mengenal Kesenian Tradisional Wayang Thengul Khas Bojonegoro

didikjatmiko.com - Kegiatan sedekah bumi atau manganan digelar setiap tahun di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan yang dipusatkan di Sendang Potro setiap tahunnya ini merupakan wujud rasa syukur warga Desa Sedahkidul setelah menuai berkah atau hasil panen melimpah dari Bumi Sedahkidul. 

Mengenal Kesenian Tradisional Wayang Thengul Khas Bojonegoro
Selain itu, kegiatan seperti ini dimaksud untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang terdahulu. Sendang Potro merupakan tempat yang dianggap sebagai ikon di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, warga desa Sedahkidul sejak pukul 09.00 WIB memadati lokasi kegiatan sedekah bumi yakni di Sendang Potro.

Mau tahu pemilik blog didikjatmiko.com Menari Tari Thengul Bojonegoro? Baca dan tonton videonya di : Tari Thengul Bojonegoro, inilah Gerakannya

Seusai manganan, warga desa Sedahkidul dihibur dengan hiburan yang sudah dipersiapkan oleh panitia kegiatan yakni pertunjukan Wayang Thengul Khas Bojonegoro. Pertunjukan Wayang Thengul kali ini dibagi menjadi dua sesi yaitu siang dan malam. Untuk siang harinya biasanya dimulai setelah Jum'atan dan bertempat di Sendang Potro. Sedangkan pada malam hari pertunjukan Wayang Thengul dipusatkan di kantor Balai Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro.

Mengenal Kesenian Tradisional Wayang Thengul Khas Bojonegoro

Wayang Thengul merupakan kesenian wayang khas Bojonegoro dalam bentuk 3 dimensi dengan diiringi gamelan pelog/slendro sambil menemani suara nyanyian sinden. Sejarah wayang thengul ini masih terbilang samar. Namun dari sejarah yang ada, wayang thengul diketahui diciptakan oleh Sumijan sekitar tahun 1930-an. Pada awalnya, wayang thengul ini digunakan untuk ngamen dari satu desa ke desa yang lain. Seiring dengan perkembangan zaman, wayang thengul ini mulai dikenal masyarakat luas dan mulai berkembang menjadi hiburan yang ditampilkan dalam berbagai acara, seperti hajatan, nikahan, dan sedekah bumi/bersih desa.



Seperti halnya kesenian wayang golek pada umumnya, wayang thengul dipentaskan oleh seorang dalang, yang memiliki keahlian dan ketertarikan khusus dalam memainkan wayang. Dalang-dalang tersebut belajar secara nyantrik,  yaitu membantu sambil mempelajari setiap unsur dalam perwayangan thengul pada dalang senior.

Lakon atau kisah yang ditampilkan dalam pertunjukkan Wayang asal Bojonegoro ini biasanya mengambil lakon atau kisah kerajaan Majapahit, Serat Damarwulan, dan wayang menak dengan lakon-lakon Panji serta cerita para wali pada masa kerajaan Demak.

Sedangkan untuk bentuk karakter dari wayang Thengul disesuaikan dengan ciri khas cerita dan karakter yang diangkat. Selain bentuk karakter, suara setiap tokoh pun bervariasi. Sama dengan wayang lainnya, kemampuan dalang dalam memainkan cerita dan suara wayang merupakan unsur terpenting dalam suatu pertunjukan wayang dan menjadi penentu kualitas.

Sebagai generasi muda Bojonegoro, Saya mengajak kepada pemuda Bojonegoro untuk turut melestarikan seni dan budaya lokal Bojonegoro. Siapa yang peduli kalau bukan kita, Pemuda Bojonegoro. Adapun pertunjukan Wayang Thengul ini berasal dari Dk. Glagah Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro.

Seperti apa sih Pesona Wayang Thengul Khas Bojonegoro? Penasaran, yuk intip fotoku saat menghadiri kegiatan sedekah bumi di Sendang Potro Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, hari Jum'at 13 Juni 2014 berikut ini! :

Pentas Wayang Thengul di Sendang Potro Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro
Pentas Wayang Thengul di Depan Balai Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro
Wayang Thengul khas Bojonegoro
Kegiatan Sedekah Bumi atau Manganan di Sendang Potro Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro

Tari Thengul Bojonegoro, inilah Gerakannya

didikjatmiko.com - Setiap daerah tentu memili tarian yang berbeda dan khas, seperti halnya kotaku tercinta Bojonegoro. Bojonegoro mempunyai tarian khas yang dikenal dengan sebutan "Tari Thengul". Apa itu tari thengul? Tentu sebagai warga Bojonegoro, Anda sudah pernah menontonnya kan?

Bagi yang belum pernah menonton, nggak usah khawatir karena pemilik blog didikjatmiko.com akan menghadirkannya untuk pembaca setia blognya gaes. Terlebih pemilik blog ini pun ikut membawakan tari thengul tersebut lho gaes, pasti Anda sudah bisa membayangkan bagaimana penampilannya hehehe.

Penampilah Tari Thengul oleh Duta Pemuda Kabupaten Bojonegoro
Tari Thengul tersebut ditampilkan oleh pemilik blog ini dalam acara Pentas Budaya Jambore Pemuda Indonesia Daerah (JPID) Provinsi Jawa Timur tahun 2014 silam yang diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung gaes bersama empat sahabatnya yang tergabung dalam kontingen Duta Pemuda Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum menonton videonya, yuk simak uraian tentang Tari Thengul Bojonegoro berikut ini gaes !

Tari Thengul Bojonegoro merupakan tarian yang menggambarkan wayang Thengul yang diperagakan oleh manusia dengan kostum dan tata rias muka putih dengan garis hitam di rambut seperti boneka yang menampilkan gerakan kaku siku pada gerakan tangan, gerakan tegas pada gerakan kepala, dilengkapi tata rias muka putih dengan cunduknya, seperti boneka, ekspresi senyumnya menampakan hubungan sosial yang akrab. 

Biasanya tari ini ditampilkan oleh tujuh orang penari putri tapi tak menutup kemungkinan juga bisa ditampilkan oleh penari putra seperti pemilik blog ini gaes hehehe. Mereka pun menari layaknya Wayang Thengul dengan gerakan yang kaku dan ekspresi wajah yang terlihat lucu sehingga memunculkan kesan humor yang menghibur dalam setiap pertunjukannya. Nah dari gerakan dan ekspresi wajah itulah yang menjadikan ciki khas dari Tari Thengul ini gaes.

Semoga tarian ini semakin berkembang dan dilestarikan sehingga generasi emas Bojonegoro kelak juga tahu akan budaya yang dimiliki oleh kote ledre. Tari Thengul Bojonegoro ini juga sering dipentaskan dalam berbagai kegiatan atau festival budaya baik regional maupun di tingkat nasional gaes. 

Selain itu, Tari Thengul ini juga dijadikan sebagai tarian selamat datang bagi para tamu besar yang berkunjung ke Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan dan juga memperkenalkan Tari Thengul Bojonegoro kepada masyarakat luas.

Bagi yang penasaran dengan penampilan pemilik blog didikjatmiko.com saat menari di atas panggung Jawa Timur, tonton videonya di bawah ini :


Jika bermanfaat, jangan lupa like dan kasih komentar ya gaes ! Buat yang belum SUBSCRIBE Channel YouTube boleh disubscribe dulu dan klik gambar lonceng agar teman-teman sekalian bisa update video terbaruku. [kakdidik13]

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited - Saya dan dua pegiat Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Kabupaten Bojonegoro Edy Supra Eko dan Muhammad Fatoni berkesempatan menjadi Sukarelawan untuk mengikuti kegiatan Kerja Bakti Warga dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (24/2/2018).

Foto bersama Pemerintah Desa Mojodelik dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited sebelum acara Kerja Bakti dimulai
Acara yang dilakukan oleh Pemeritah Desa Mojodelik ini, menurut Kepala Desa Mojodelik Yuntik Rahayu merupakan wujud keharmonisan antara warga Mojodelik dan karyawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan sukarelawan pun beragam dimulai dengan memperbaiki jalan desa, menanam pohon di sepanjang jalan, mengecat alat peraga edukasi sekolah dan melakukan pemeriksaan mata bagi siswa TK di Mojodelik.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Gayam, Muspika Kecamatan Gayam, Kepala Desa-Kepala Desa se-Kecamatan Gayam, seluruh perangkat Desa Mojodelik, karang taruna, dan perwakilan organisasi kepemudaan setempat serta perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Cepu.

Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [1]
Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [2]
Apresiasi diberikan oleh Camat Gayam atas inisiatif yang dilakukan oleh EMCL melalui program sukarelawan ini. "kerjasama dan keharmonisan antara operator Lapangan migas Banyu Urip dan warga sekitar harus terus dipelihara. Inilah wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” cetusnya.

Sukarelawan melakukan Perbaikan Jalan di Desa Mojodelik
Camat yakin, budaya gotong royong masih tumbuh subur dan membudaya di masyarakatnya. Baginya, hubungan baik dan kerjasama adalah solusi dalam setiap persoalan. “Dengan begini, komunikasi bisa berlangsung baik,” tuturnya.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta. Sebagai tetangga yang baik, EMCL mendorong karyawannya untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. “Ini salah satu cara kami untuk berbaur,” katanya.

Usai Penanaman Pohon di sepanjang jalan Desa Mojodelik dilanjut foto bersama
Dave menambahkan, selama ini EMCL mendukung pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. Karyawan juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. “Hal ini terjadi berkat dukungan semua pihak,” ucapnya di depan peserta kerja bakti.

Setetes air mungkin tak berarti bagimu tapi sangat bermakna bagiku. Salam Lestari dari Bumi Angling Dharma Bojonegoro. [kakdidik13]

Aplikasi

[Teknologi][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done