Didik Jatmiko: Lingkungan
Info Menarik
Loading...
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Tuesday, February 27, 2018

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited

Wujud Keharmonisan Warga Mojodelik dan Karyawan ExxonMobil Cepu Limited - Saya dan dua pegiat Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Kabupaten Bojonegoro Edy Supra Eko dan Muhammad Fatoni berkesempatan menjadi Sukarelawan untuk mengikuti kegiatan Kerja Bakti Warga dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (24/2/2018).

Foto bersama Pemerintah Desa Mojodelik dan Sukarelawan ExxonMobil Cepu Limited sebelum acara Kerja Bakti dimulai
Acara yang dilakukan oleh Pemeritah Desa Mojodelik ini, menurut Kepala Desa Mojodelik Yuntik Rahayu merupakan wujud keharmonisan antara warga Mojodelik dan karyawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan sukarelawan pun beragam dimulai dengan memperbaiki jalan desa, menanam pohon di sepanjang jalan, mengecat alat peraga edukasi sekolah dan melakukan pemeriksaan mata bagi siswa TK di Mojodelik.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Gayam, Muspika Kecamatan Gayam, Kepala Desa-Kepala Desa se-Kecamatan Gayam, seluruh perangkat Desa Mojodelik, karang taruna, dan perwakilan organisasi kepemudaan setempat serta perwakilan SKK Migas Jabanusa, Pertamina EP Cepu.

Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [1]
Sukarelawan mengecat alat peraga edukasi sekolah di TK Mojodelik [2]
Apresiasi diberikan oleh Camat Gayam atas inisiatif yang dilakukan oleh EMCL melalui program sukarelawan ini. "kerjasama dan keharmonisan antara operator Lapangan migas Banyu Urip dan warga sekitar harus terus dipelihara. Inilah wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” cetusnya.

Sukarelawan melakukan Perbaikan Jalan di Desa Mojodelik
Camat yakin, budaya gotong royong masih tumbuh subur dan membudaya di masyarakatnya. Baginya, hubungan baik dan kerjasama adalah solusi dalam setiap persoalan. “Dengan begini, komunikasi bisa berlangsung baik,” tuturnya.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta. Sebagai tetangga yang baik, EMCL mendorong karyawannya untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. “Ini salah satu cara kami untuk berbaur,” katanya.

Usai Penanaman Pohon di sepanjang jalan Desa Mojodelik dilanjut foto bersama
Dave menambahkan, selama ini EMCL mendukung pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. Karyawan juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. “Hal ini terjadi berkat dukungan semua pihak,” ucapnya di depan peserta kerja bakti.

Setetes air mungkin tak berarti bagimu tapi sangat bermakna bagiku. Salam Lestari dari Bumi Angling Dharma Bojonegoro. [kakdidik13]

Wednesday, June 14, 2017

Selamatkan dan Lestarikan Hutan Indonesia Bersama High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0

Selamatkan dan Lestarikan Hutan Indonesia Bersama High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0 - Kondisi hitan di Indonesia saat ini dalam keadaan kritis dan dalam ancaman. Penebangan hutan terus menerus terjadi dan berlangsung dalam skala besar, baik untuk kepentingan industri maupun untuk kepentingan sebagian orang saja. Hutan berfungsi sebagai penyeimbang iklim dan rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya. Salah satunya yaitu Harimau Sumatera. Harimau Sumatera merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki oleh Indonesia. Keberadaannya saat ini pun berada di ambang kepunahan. Semula hutan yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka, kini mulai dialih fungsikan untuk perkebunan sawit, pertambangan dan sebagainya.
Ayo Menanam Pohon ! Sumber Foto : Twitter HCS Approach
Melihat kondisi tersebut, perlu adanya sebuah terobosan baru dan metode untuk menjada keharmonisan ekosistem hutan agar tetap lestari. Salah satunya dengan metode High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit yang diluncurkan beberapa waktu lalu yakni pada tanggal 3 Mei 2017 di Bali oleh High Carbon Stock (HCS) Approach Steering Group. HCS Steering Group merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, untuk menghentikan praktik pengundulan (deforestasi) hutan. HCS Steering Group dibentuk pada tahun 2014 dengan tujuan untuk dapat mengawasi pengembangan selanjutnya dari beberapa metodologi, termasuk penyempurnaan terhadap definisi, objektif dan hubungan dengan pendekatan-pendekatan lainnya sebagai upaya dalam menghentikan praktik penggundulan hutan.

Apa itu High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0.Toolkit?

High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0.Toolkit merupakan sebuah terobosan bagi berbagai perusahaan, masyarakat, institusi dan praktisi teknis yang memiliki komitmen bersama untuk melindungi hutan alam sekunder yang tengah mengalami regenerasi, yang menyediakan cadangan karbon penting, habitat bagi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian bagi masyarakat lokal.
Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group
Saat peluncuran HCS Approach Toolkit Versi 2.0.Toolkit, Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group dalam sambutannya menyampaikan bahwa membiarkan deforestasi atau pembabatan hutan alam demi perkebunan sudah merupakan suatu hal di masa lalu. Hari ini, kami meluncurkan sebuah toolkit dengan metodologi yang memberikan panduan teknis yang praktis dan terbukti kuat secara ilmiah, untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan alam tropis.

Ia menambahkan, selama dua tahun, para pemangku kepentingan telah menyatukan berbagai upaya untuk menyepakati satu-satunya pendekatan global untuk menerapkan praktek 'Non-Deforestasi'. Metodologi yang dihasilkan telah memperluas persyaratan sosialnya, pengenalan dan penerapan terhadap data cadangan karbon,yang mencakup teknologi baru termasuk penggunaan LiDAR, untuk mengoptimalisasi konservasi dan hasil produksi serta dapat diadaptasi bagi petani-petani kecil. Koalisi yang unik ini telah bersatu, dalam menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan dampak pembabatan hutan alam tropis terhadap iklim, satwa dan hak-hak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan. Kami menyambut positif atas diterapkannya metodologi ini dalam skala yang luas untuk mendukung hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal, menjaga kadar karbon hutan dan keanekaragaman hayati serta kegiatan pengembangan terhadap lahan-lahan olahan secara bertanggung-jawab.

Sebelumnya pada bulan April 2015 telah dirilis HCS Approach Toolkit versi pertama. Versi baru yang telah disempurnakan yang dirilis pada 3 Mei 2017 telah meliputi penelitian ilmiah terbaru, evaluasi dari percobaan lapangan, serta topik-topik baru dan masukan-masukan dari berbagai kelompok kerja HCS Approach Steering Group, sebuah organisasi keanggotaan yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yang mengatur HCS Approach. 

Toolkit baru ini juga menyajikan penyempurnaan, penambahan dan perubahan-perubahan penting pada metodologinya, sebagai hasil dari 'Kesepakatan Konvergensi' antara HCS Approach dan HCS Study, pada November 2016 lalu. Dengan telah dilengkapinya HCS Approach Toolkit Versi 2.0, HCS Steering Group saat ini dapat fokus pada uji coba metodologinya, agar dapat disesuaikan bagi para petani kecil, serta memperkuat persyaratan sosial yang dikembangkan sebagai bagian dari proses konvergensi HCS.

Bagi Anda yang ingin menggunakan metode HCS Approach Toolkit Versi 2.0 bisa diunduh di sini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai HCS Approach Toolkit Versi 2.0, intip kontaknya di bawah ini :

HCS Approach Steering Group
Twitter : @Highcarbonstock

Lantas, apakah kita bisa turut andil dalam melestarikan hutan? Tentu jawabannya adalah bisa dan hukumnya wajib. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam menjaga kelestarian hutan, di antaranya sebagai berikut :

1. Dukung penggunaan HCS Approach Toolkit Versi 2.0 dan kenalkan kepada orang di sekitar kita.
2. Membuang sampah pada tempatnya
3. Kurangi penggunaan tisu usai makan
4. Menanam pohon di sekitar rumah dan kampanyekan aksi penanaman pohon kepada anak sejak dini
5. Ikut dan gabung di Pramuka khususnya Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru
6. dan sebagainya

Mari bersama menjaga hutan agar tetap lestari dan selamatkan hutan Indonesia bersama High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0. (@kakdidik13)

Monday, February 20, 2017

Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020

Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari, tetapi cenderung sekedar seremonial tanpa dimaknai lebih dalam. Pengelolaan sampah kita saat ini nyatanya tidak mengalami perubahan signifikan padahal tinggal 3 tahun lagi menuju target yang dibuat oleh pemerintah agar Indonesia dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.
Media dan Komunitas Ikut Mendukung Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020
Kegelisahan inilah yang menggerakkan para relawan untuk menginisiasi gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 sejak tahun 2015 sebagai wadah bagi penggiat persampahan di Indonesia. Inisiatif Indonesia Bebas Sampah 2020 terbentuk dari semangat kerelawanan dan kolaborasi dari berbagai masyarakat yang peduli untuk mewujudkan cita-cita Indonesia #BebasSampah2020 tanpa adanya kepentingan Suku, Agama, Ras, Golongan dan Politik (SARAP) apapun.

Tahun 2016, Indonesia Bebas Sampah 2020 terdata 1024 komunitas di 155 Kota/Kabupaten yang tersebar di beberapa titik kerja bakti seperti di pantai, sungai, laut, gunung, kawasan wisata dan daerah perkotaan. Momentum ini menghasilkan Deklarasi Bebas Sampah untuk seluruh Indonesia. Kolaborasi masal yang menakjubkan tersebut dilanjutkan dengan diselenggarakannya Jambore #BebasSampah2020 pada 2-4 September 2016 lalu di Solo di mana 218 delegasi penggerak dan penggiat persampahan dari 22 Provinsi di Indonesia mengidentifikasi bahwa ada 13 (tiga belas) isu utama persampahan di Indonesia. [1]

Kini tinggal menunggu hitungan jam menuju Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2017, bersama seluruh entitas yang memiliki kegelisahan dan kepedulian yang sama akan masalah persampahan, akan kembali bergerak dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang bertajuk PEduli SAmpah Nasional (#PESAN2017), dengan pendataan selama tanggal 18-26 Februari 2017.

Sebagai bagian dari persiapan #PESAN2017, tanggal 6 Februari diadakan kumpul media dan komunitas yang bertempat di Nutrifood Inspiring Centre. Acara ini dihadiri oleh 50 tamu undangan yang mewakili 24 komunitas dan 8 media.  Dalam acara ini disampaikan bahwa semua pihak dapat berpartisipasi dalam peringatan PESAN 2017 sebagai kolaborator dan terlebih dahulu mendaftar  pada situs http://bergerak.bebassampah.id. Dapat pula dengan membuka tautan http://bit.ly/DokumenPESAN2017MasyarakatSipil untuk memperoleh  panduan lengkap dan Surat Dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK).

Kolaborator terbagi menjadi dua (dua) jenis yaitu Kolaborator Gerak dan Aksi. Kolaborator Gerak adalah penyelenggara acara yang berfungsi sebagai penggerak/tuan rumah di wilayahnya sedangkan Kolaborator Aksi adalah individu ataupun komunitas yang berpartisipasi aktif membantu bergabung pelaksanaan gerakan aksi HPSN 21 Februari 2017. Para pihak yang mempunyai ketertarikan dan semangat untuk ambil bagian dalam gerakan ini dapat menghubungi dan berkomunikasi langsung dengan penanggungjawab wilayah dari Relawan Nasional Divisi Masyarakat Sipil yang tertera pada website  http://bergerak.bebassampah.id/#siapakami.

Pendaftaran ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana perhatian masyarakat Indonesia terhadap isu persampahan yang akan didokumentasikan dalam Green Pages Aktor dan Aksi Persampahan di Indoesia tahun 2017. Mari kita lakukan aksi nyata bersama bergerak, dari  tingkat RT/RW, masyarakat sipil, komunitas, media, perusahaan swasta, pemerintah daerah di 516 Kota/Kabupaten dan pusat di negeri ini ikut ambil bagian dalam aksi nyata kepedulian terhadap isu persampahan. Mari maknai HPSN lebih dalam dengan melanjutkan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah dan menemukan solusi bersama terkait 13 isu persampahan di Indonesia.
---
“Menurut saya, gerakan ini keren banget karena sebagai anak muda harus peduli dengan lingkungan sekitar. Aku berharap anak muda, komunitas dan semua kalangan dapat ikut gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 ini. Jangan pernah lelah untuk terus menggerakkan orang-orang untuk lebih peduli pada lingkungannya sendiri”
Imas - Kumparan

“Indonesia bebas sampah 2020 ini sangat bagus untuk menyadarkan masyarakat soal pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat”.
Rizky – Media Indonesia

“Saya bekerja di media yang berhubungan langsung dengan ibu rumah tangga atau pemilik rumah, pemetaan yang dibuat oleh Indonesia Bebas Sampah 2020 sangat memudahkan para Ibu rumah tangga atau pemilik rumah untuk menemukan bank sampah,  menyalurkan sampah anorganik, atau mengelola sampah dengan cara yang lebih baik”
Selvi – Tabloid Rumah
---
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Ahmad Juliardi, 0811-914-449 | juliardi.ahmad@gmail.com
Febri Raharningrum, 0812-8032-5709 | febri.raharningrum@gmail.com
Situs Keterlibatan Aktor dan Aksi Persampahan di Indonesia pada Hari Peduli Sampah Nasional:
http://bergerak.BebasSampah.id
Situs Perubahan dan Aset Persampahan Nasional: http://BebasSampah.ID
Tagar bersama untuk media sosial: #BebasSampah2020, #PESAN2017



DEKLARASI 
INDONESIA BEBAS SAMPAH 2020

Sebagai upaya menjaga lingkungan demi generasi mendatang yang lebih baik, kami masyarakat Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020. Kami siap untuk bersama-sama:
  1. Mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya.
  2. Mengelola sampah secara bertanggung jawab
  3. Aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarkan oleh Pemerintah


Rakyat Indonesia, 21 Februari 2016

Friday, September 2, 2016

Membangun Lingkungan Menjaga Peradaban

Lingkungan pasti sudah akrab dengan telinga kita saban hari, namun tahukah kita betapa lingkungan mampu menunjang peradaban yang kita bangun. Pernahkah kita berpikir apa jadinya jika tempat kita hidup ini rusak bahkan lambat laun terancam kepunahan?. Kita sebenarnya sudah diambang kondisi ini jika kita tak segera tersadar. Pemanasan global, kekeringan, banjir dan beragam bencana yang datang silih berganti adalah menjadi penanda bahwa alam dan lingkungan kita telah mengumandangkan simbol simbol. Kita harus peka melihat perubahan ini melihat dengan bijaksana dan penuh dengan kesadaran tinggi.
Launching Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) Kabupaten Bojonegoro
Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia. Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam. Penyebab terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.

Penyebab kerusakan lingkungan yang kedua adalah akibat ulah manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan terancamnya kelestarian flora dan fauna. 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi perikanan laut.

Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran laut di Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagai Sungai Paling Tercemar di Dunia oleh situs huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta  557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.

Melihat kondisi ini akankah kita diam, lalu bagaimana pertanggungjawaban kita kelak kepada anak cucu kita?

Masa depan mereka adalah tanggungjawab bersama tak sekedar pemerintah namun juga semua komponen masyarakat. Menyadari hal inilah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencanangkan Gerakan Desa Sehat dan Cerdas yang salah satu indikatornya adalah masalah penanganan lingkungan hidup. Menyadari akan pentingnya alam dan lingkungan bagi kehidupan manusia, membuat pemerintah mengembangkan pembangunan dengan mengedepankan wawasan lingkungan

Desa Mojodeso Kecamatan Kapas adalah Salah satu desa yang mulai membangun dengan mengedepankan wawasan penanganan lingkungan. Tak sekedar menjaga kebersihan lingkungan semata akan tetapi sudah pada tahapan penanganan masalah sampah dan limbah. Sampah menjadi salah satu dalang utama terjadinya penurunan kualitas lingkungan, titik balik inilah membuat masyarakat Desa Mojodeso mengambil langkah cerdas dengan mengelola lingkungan menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Kesadaran ini tak serta merta tumbuh namun memerlukan waktu yang panjang, inisiatif ini membuat Abdul Mui tak lelah menyadarkan warga di kampungnya. Meski banyak kecaman dan nada sumbang yang terdengar sama sekali tak menggoyahkan niatnya. Kerja keras itu kini mulai menampakkan hasil, Mojodeso menjelma menjadi satu kawasan yang asri dan sehat. Mulai penataan lingkungan yang indah bahkan pengelolaan sampah kini sudah menjadi bagian cerita kehidupan setiap hari

Mimpi tak boleh berhenti, namun mimpi akan menjadi mimpi mimpi baru yang akan membuat wajah Mojodeso menjadi kampung kreatif yang akan menjadi sumber ekonomi baru bagi warganya. Mulai dari adanya sentra usaha kerakyatan yang memproduksi batik khas Mojodeso dan tampilan produksi berbahan sampah yang menjadi salah satu karya unik tangan tangan terampil dari Mojodeso.

Jaman boleh bergerak modern dan maju, namun lingkungan harus mendapatkan prioritas untuk menjaga peradaban manusia, guna mewujudkan manusia Bojonegoro yang sehat, produktif dan bahagia. (yog/dik)

Challenge One Day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Community 02 September 2016

Travelling

[Travelling][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done