Info Menarik
Loading...
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Umrah Gratis bagi Karyawan JNE

JNE Berangkatkan Kembali 140 Karyawan ke Tanah Suci Setelah Dua Tahun Pandemi. Berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah merupkan impian setiap muslim di dunia, termasuk umat Islam di Indonesia. Sebelum berangkat, tentunya dibutuhkan banyak persiapan mulai dari fisik, mental dan dana yang dimiliki.Tak sedikit, umat Islam yang berhasil menginjakkan kaki di tanah suci utamanya di depan Ka'bah merasa terharu dan meneteskan air mata kebahagiaan karena impian yang dicita-citakan terwujud.

Umrah Gratis bagi Karyawan JNE

Adapula bagi sebagian umat Islam berangkat umroh karena keberuntungan dibiayai oleh perusahaan atau tempatnya bekerja. Seperti yang dirasakan oleh 140 Ksatria dan Srikandi JNE (sebutan bagi karyawan JNE). Mereka diberangkatkan oleh perusahaan untuk melaksanakan ibadah umroh pada 16 – 24 Mei 2022 lalu. Tetesan air mata haru tak kuasa dibendung, rasa haru dan bangga bercampur jadi satu karena bisa melaksanakan ibadah di  Masjidil Haram di depan Ka’bah yang menjadi kiblat sewaktu shalat sehari-hari. Mari kita ulas lebih mendalam lagi !!

Setelah dua tahun pandemi, JNE Kembali Berangkatkan 140 Karyawan ke Tanah Suci

Sebanyak 140 Karyawan JNE beruntung dan bahagia karena diberangkatkan perusahaan untuk melaksanakan ibadah Umroh ke Tanah Suci setelah dua tahun pandemi. Menurut Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, kegiatan memberangkatkan karyawan ke Tanah Suci ini sesuai dengan amanah Ayahnya (Alm) H. Soeprapto Soeparno selaku founder JNE sekaligus penggagas umroh gratis bagi karyawan JNE yang sudah mengabdi ke perusahaan dalam kurun waktu lebih dari 12 tahun lamanya.

Asal Karyawan JNE yang Diberangkatkan ke Tanah Suci

Karyawan JNE yang diberangkatkan umroh gratis tahun 2022 ini berasal dari berbagai kantor cabang JNE di Indonesia, seperti dari Jakarta, Bandung, Cilegon, Tangerang, Yogyakarta, Purwakarta, Cirebon, Medan, Surabaya, Semarang, Sidoarjo, Pontianak dan cabang utama lainnya. Selain bahagia, mereka juga nampak serius dan antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah umrah yang dipandu oleh  Ustadz Akhyar Mahpudin. 

Kata Karyawan JNE yang Diberangkatkan Umrah Gratis

Salah satu karyawan JNE dari Kantor Cabang Medan, sebut saja namanya Dara memberikan tanggapan terkait pemberangkatan umrah gratis ke tanah sauci. Menurutnya, suasana Kota Mekah begitu luar biasa indahnya, membuat perasaan saya menjadi terharu. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, karena jika mengingat Mekah yang tertuju adalah Ka’bah. Di depan Ka’bah saya menangis karena Allah telah mengabulkan doa saya untuk bisa sampai ke Mekah ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Edi, peserta rombongan dari Departemen EGD JNE Pusat Jakarta. Ia mengaku spontan menangis saat pertama kali melihat Ka’bah di Masjidil Haram, dimana kala itu langsung teringat akan kesalahan dan dosa-dosanya. 

“Saya mendapat keajaiban dan kenikmatan, di mana selalu di awal misalnya sarapan di awal, pembagian kunci kamar di awal, jadi saya merasa sangat bersyukur,” ujar Edi, Departemen EGD JNE Pusat Jakarta.

Sementara itu, Bubun Bunyamin, Ksatria dari JNE Cilegon, Banten,  mengaku sangat bersyukur dan terima kasih kepada JNE yang telah memberangkatkan karyawannya termasuk dirinya yang telah bekerja lebih dari 12 tahun di JNE Cilegon. Ini rezeki dari Allah melalui JNE sehingga saya bisa berangkat ke Tanah  Suci Mekah. Saya di sana fokus ibadah dan berdoa untuk keluarga dan juga untuk kemajuan JNE,” ujar karyawan di bagian operasional ini dengan mata berkaca-kaca karena impiannya sujud di depan Ka’bah akan terlaksana.

Kado Istimewa dari JNE : Umrah Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun

“Saya merasa sangat bersyukur menjadi karyawan JNE, dimana perusahaan memberangkatkan untuk umrah yang menjadi impian saya. Umrah ini juga menjadi kado istimewa dari Allah SWT, karena  tanggal keberangkatan 15 Mei 2022 adalah hari ulang tahun saya. Tentu saja saya juga berdoa demi kemajuan JNE di depan Ka’bah, karena lewat JNE saya bisa datang ke Tanah Suci,” ungkap Yunus Ksatria JNE Pusat.

Kata Srikandi JNE tnetang Umrah Gratis

Srikandi dari JNE Sidoarjo, Jawa Timur Devinta, baginya manasik umrah merupakan bekal ilmu yang harus dimiliki, sehingga nantinya saat di Tanah Suci tidak ada lagi keraguan dalam menjalankan rangkain ibadah umrah.

“Momen yang juga sangat berkesan saat masuk ke Masjid Nabawi ke area Raudhah. Antusias jamaah untuk masuk ke sana luar biasa, sampai antri dan berdesakan. Dibutuhkan kesabaran untuk bisa masuk ke area yang ada makam Rasullullah Muhammad SAW dan sahabat Abu Bakar serta Umar bin Khatab tersebut. Saya sangat terharu karena merasa diberikan kemudahaan untuk dapat melaksanakan sholat di Raudhah,” jelas Yeni jamaah umrah dari yang bekerja sebagai sekretariat JNE Semarang.

Mempertemukan seorang Kakek dengan Keluarganya 

Pengakuan juga datang dari Yuda Hermawan. Jamaah umrah dari JNE Solo ini juga mengaku bangga dan terharu bisa menjadi tamu Allah. “Yang teringat di pikiran kami adalah dosa-dosa selama hidup sehingga tidak terasa sampai meneteskan air mata, dan seakan tidak percaya kalau akhirnya saya bisa melihat Ka’bah secara langsung dan nyata,” ujarnya. 

 Dalam perjalanan menuju Ka’bah dirinya bertemu dengan seorang kakek yang terlepas dari rombongan keluarganya. Atas inisiatif dari Ustadz pemimpin rombongan JNE menyarankan untuk menyelesaikan tawaf. Selama tawaf Yuda dan rekannya Agus menggandeng Sang Kakek agar tidak terlepas dari rombongan JNE. Setibanya di bukit Safa akhirnya Sang Kakek bertemu kembali dengan keluarga dan rombongan jamaahnya. Saat itu Yuda lega sekaligus bersyukur karena Sang Kakek dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.“Ketika tawaf sambil menggandeng Kakek tersebut rasanya kedua almarhum orangtua saya menyertai badal umrah yang saya lakukan untuk mereka” ucapnya.

Sementara itu Ari Bowo Ksatria JNE Yogyakarta yang begitu bangga menjadi bagian dari JNE sebagai perusahaan yang amanah dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Baginya program umrah ini adalah reward terbaik selama Ia bergabung di JNE. “Selama ibadah umrah saya merasakan hidup lebih teratur dan sangat khusyu beribadah” ujar Bowo membagikan pengalamannya. Ia juga mendapatkan kabar baik saat berada di tanah suci bahwa rumah yang sedang dia bangun segera dapat ditempati dalam waktu dekat. “Saya seperti mendapat keberkahan yang luar biasa dari JNE, berlipat-lipat rejeki yang saya terima” tambahnya. Bowo juga berharap program umrah ini tetap dapat dilaksanakan pungkas Bowo yang di depan Ka’bah mendoakan agar JNE terus maju dan berkembang. Semoga JNE makin maju dan semakin banyak karyawan yang diberangkatkan ibadah umrah ke tanah suci. Amiin

Ngopi di Angkringan No Drama No Ribet

Kamu suka ngopi? Ada kabar yang menghebohkan dunia perkopian, pasti kamu sudah tahu kan? Awal tahun 2022 ini, dunia maya dihebohkan oleh seseorang yang bergaya angkuh ketika nongkroh di salah satu kafe modern. 

Ngopi di Angkringan No Drama No Ribet

Nongkrong sambil ngopi di kafe kini menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Stigma pun bermunculan, orang yang biasa nongkrong di kafe modern dianggap sebagai orang kaya. Tak jarang pula, dari mereka itu sikapnya terkadang acuh dan angkuh. Sebaliknya, orang yang suka nongkrong di angkringan atau warung kopi kerap dianggap sebagai orang rendahan.

Fenomena Ngopi di Bojonegoro

Di balik itu semua, fenomena ngopi di Bojonegoro bukan hal tabu lagi untuk diperbincangkan. Pasalnya, di Kota Ledre (sebutan dari Bojonegoro) banyak sekali warung kopi, angkringan atau sejenis kafe modern yang bermunculan baik itu di pusat kota maupun di desa-desa.

Pemilik blog didikjatmiko.com sendiri selalu mengisi waktu luangnya untuk ngumpul bersama temannya walupun itu hanya sekedar menikmati secangkir kopi kothok yang aromanya khas. Saat ngopi terkadang inspirasi muncul bersemi.

Tak hanya fenomena ngopi yang ramai diperbincangkan di media sosial, awal tahun 2022 ini ada baliho bertuliskan "Minta Satu Dikasih Dua" yang viral dan menghiasi beranda media sosial. Ada kejutan apa ya??? Mari kita ulas!

Minta Satu Dikasih Dua

Smartfren sebagai perusahaan telekomunikasi di Indonesia, selalu memanjakan pelanggannya dengan melakukan berbagai terobosan menarik dan kekinian. Apalagi kan saat ini eranya digital, jadi dikit-dikit pasti membutuhkan yang namanya koneksi dan internet.

Menjawab itu, Smartfren kembali meluncurkan paket Smartfren Unlimited terbaru dengan bonus double FUP bagi pelanggan setianya. Dengan adanya bonus ini diharapkan pelanggan smartfren semakin nyaman dalam melakukan berbagai kegiatan digital seperti bikin konten di media sosial, belajar dari jarak jauh, streaming film dan musik hingga main game e-sport.

Manfaat double FUP tersebut mulai dari paket Smartfren Unlimited Harian Rp80.000 (1 GB per hari plus bonus double FUP 1 GB per hari) dan Rp100.000. (1,5 GB per hari plus bonus double FUP 1,5 GB per hari).  Internetan jadi makin bebas khawatir dan no ribet, karena paket ini berlaku 24 jam, bisa dipakai di semua aplikasi tanpa syarat, dan bisa dipakai dari lokasi mana pun. 

Kamu pelanggan setia smartfren bisa mendapatkan bonus double FUP dengan melakukan pembelian paket dalam periode promo mulai yang dimulai dari 12 Januari 2022. Selain itu pelanggan juga punya banyak pilihan Unlimited Harian lain yang berlaku 24 jam dan bisa dipakai untuk semua aplikasi, yaitu mulai dari Unlimited Harian Rp22.500 yang berlaku 7 hari, Rp40.000 untuk 14 hari dan Unlimited Harian Rp60.000 yang berlaku 28 hari. 

“Smartfren selalu menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan digital masyarakat. Mengawali tahun 2022 ini, Smartfren melihat kebutuhan internet masyarakat makin meningkat karena semakin banyak kegiatan yang dilakukan secara digital, baik itu belajar maupun bekerja. Karena itu Smartfren meluncurkan paket Unlimited dengan manfaat double FUP yang pastinya akan memberikan pengalaman koneksi internet untuk menjadi teman terbaik bagi mereka yang ingin internetan jadi no drama no ribet," ucap Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren. 

Pelanggan juga dapat mengumpulkan SmartPoin setiap kali membeli paket internet. SmartPoin yang didapat bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah, mulai dari makanan atau minuman, items dalam game FreeFire atau Mobile Legends, ditukar jadi paket data atau hadiah menarik lainnya.

Brand Ambassador smartfren

Saat diluncurkannya paket Smartfren Unlimited terbaru 2X Lebih Besar, Smartfren juga resmi menggandeng UN1TY sebagai brand ambassador. Dipilihnya UN1TY sebagai brand ambassador karena memiliki semangat yang sama dalam kokreasi dan berkolaborasi, sekaligus menguatkan Smartfren sebagai brand yang membuka peluang industri kreatif. Bersama UN1TY kami ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk terus berkarya, serta membuka berbagai peluang baru dengan memanfaatkan internet.

UN1TY itu apa sih?

UN1TY merupakan grup musik yang beranggotakan 8 orang anak muda yang secara konsisten mengajak anak – anak muda untuk terus berkarya dan menyebarkan semangat positif. Mereka adalah Farhan, Shandy, Gilang, Ricky, Fenly, Fajri, Zweitson, dan Fiki. Pada 2019 silam grup musik ini memulai debut dengan dua single berjudul “Coba Cintaku” dan “Satu”. 

UN1TY sebelumnya juga pernah berkokreasi bersama Smartfren untuk membuat video musik “Friendzone”yang merupakan original soundtrack Bersama UN1TY, Smartfren akan menyelenggarakan WOW Special Concert dan Fansign Roadshow di 15 titik serta berbagai program yang seru dan menarik yang dirancang khusus untuk mendukung anak-anak muda Indonesia melahirkan karya-karya kreatif yang positif.

“Tidak usah ragu, langsung saja pakai Smartfren Unlimited Harian dengan harga sama dengan bonus double FUP yang bisa bikin internetan makin double fun, double happiness. Dapatkan akses internet Unlimited yang bebas dipakai mengakses aplikasi apapun yang kamu inginkan. No drama, no ribet !” tutup Djoko Tata Ibrahim.

Kesimpulan

Demikianlah fenomena viral yang diperbincangkan di bulan Januari 2022 ini. Semoga informasi tentang Ngopi di Angkringan dan Baliho Minta Satu Dikasih Dua yang Kita ulas ini bermanfaat bagi seluruh teman setia pembaca blog didikjatmiko.com tercinta. Salam hangat dan sukses ya! Lets' join Teman Pintar Smartfren Community !!

 Hal yang Berkesan di Tahun 2021

Hal yang Berkesan di Tahun 2021

Tak terasa tahun 2021 telah Kita lewati bersama. Tentubanyak sekali cerita menarik dan berkesan di 2021. Sebagai seorang blogger yang aktif berkomunitas, kulewati tahun 2021 ini bersama komunitas yang kuikuti. Hal yang berkesan di Tahun 2021 versi pemilik blog didikjatmiko.com

Peluncuran Teman Kreasi Indonesia

Smartfren memperkuat dukungannya terhadap produsen, wirausahawan dan kreator lokal melalui peluncuran program Teman Kreasi Indonesia. Program ini merupakan sarana pemberdayaan berkelanjutan yang berbasis pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di masyarakat. 

Menggunakan prinsip kokreasi yang saling mendukung, Teman Kreasi Indonesia diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak wirausahawan sosial, wirausahawan digital, serta kreator lokal di Indonesia. Dalam kesempatan berbahagia tersebut, Saya diundang ke Jakarta oleh Smartfren untuk mengikuti Peluncuran Teman Kreasi Indonesia tanggal 27 Maret 2021.

Terpilih sebagai Leader Nasional Smartfren Community

Hal berkesan selanjutnya yang kualami di tahun 2021 yaitu terpilih sebagai Leader Nasional Smartfren Community 2021-2022. Pada saat itu, mengikuti proses pemilihan bersama 4 calon leader nasional lainnya. Pemilihan dilaksanakan secara virtual juga yang dilakukan oleh panitia.

Gathering Virtual Leader Nasional Smartfren Community 2021

Rangkaian dalam Pemilihan Leader Nasional ini yaitu event Gatnas (Gathering Nasional) Smartfren Community. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Gatnas 2021 ini dilaksanakan secara virtual karena masih di tengah pandemi. Meskipun virtual, namun tak menyurutkan kami untuk kopdar. Kejutan pun diberikan oleh Community Development Smartfren di Gatnas 2021 ini.

Itulah beberapa hal yang berkesan di Tahun 2021 ini yang kualami, sebenarnya masih banyak. Nanti, kutambahkan lagi ya. Nah, kegiatan yang bekesan itu lantas kuunggah ke media sosial yang kukelola. Dengan memanfaatkan koneksi dari smartfren UNLIMITED dari smartfren yang benar-benar unlimited, hal yang berekan itu kubagikan di media sosial (semoga menginspirasi buat teman sekalian). Yuk, jadikan smartfren sebagai #TemanBukaPeluangmu !! Bagaimana caranya? Gabung aja di Smartfren Community dan Teman Kreasi Indonesia.

Masker Persembahan dari Addy Debil dan Smartfren untuk Indonesia

Masker Persembahan dari Addy Debil dan Smartfren untuk Indonesia - Salah satu langkah preventif menuju New Normal dan mencegah covid-19, hal kecil yang bisa dilakukan yaitu "Memakai Masker". Fakta di lapangan, masih banyak warga masyarakat yang belum menyadari bahwasanya memakai masker ini memiliki segudang manfaat. Bahkan kebanyak justru menyepelekan untuk memakai masker saat keluar rumah.


Di era New Normal ini, kita harus lebih mawas diri dan waspada terhadap pentingnya memelihara kondisi kesehatan diri dan lingkungan di mana kita beraktivitas. Caranya dengan memulai untuk rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta memakai masker saat kita berada di luar rumah.

Bulan Maret 2020 yang lalu, Smartfren telah menyebarkan ribuan masker kain hasil karya Addy Debil secara gratis. Sebagai lanjutan dari Kampanye Sosial #BerbagiAntiWasWas Smartfren kembali berkolaborasi dengan Addy Debil dengan desain baru yang keren banget. Tak hanya itu, Smartfren juga menggandeng kreator brand lokal, youtuber ngehits di Asia Atta Halilintar melalui bendera urban lifestyle dan fashion-nya yaitu AHHA.

Untuk masker gratis dari Smartfren yang ku dapatkan di bulan Maret 2020, bisa dikepoin di bawah ini :



Melihat kondisi yang seperti saat ini, Smartfren menyediakan masker mbois dan desain yang kekinian banget. Kamu wajib memiliki, mengoleksi dan memakai masker mbois besutan karya sang kreator visual Kota Bandung, Addy Debil ini lho. Kenapa? Ya, selain untuk mencegah penyebaran covid-19, dengan membeli masker ini kita sudah ikut berpatisipasi membantu penyediaan alat medis bagi para pahlawan medis negeri ini yang masih bertugas di garis terdepan memerangi wabah covid-19.

Lantas, bagaimana cara untuk membeli masker mbois ini?

Sukses itu tak melulu soal harta, jabatan dan tahta tapi juga "tentang menebar cinta, saling menjaga dan berbagi dengan sesama". Di era menuju New Normal ini, salah satu hal positif dan ringan yang bisa dilakukan agar tak terjangkit virus Corona yaitu mematuhi Protokol Kesehatan, diantaranya memakai masker, jaga jarak dan jaga hatimu. Iya kamu, hehehehe. Oh ya, masker mbois yang aku pakai ini adalah masker karya @addydebil x @smartfrenworld .

 

Tertarik untuk memiliki masker mbois ini? Kamu bisa membeli Masker Kepo & Anti Julid ini dengan harga Rp21 ribu di Tokopedia AHHA Official Store https://bit.ly/3fvo7Sx dan masker non-medis premium versi "Unlimited Netijen Julid" di The F-Thing https://bit.ly/2YBqSup . Ayo bergerak bersama & berbuat kebaikan 🖤 Setiap penjualan masker ini 100% didonasikan kepada Pahlawan Medis melalui @benihbaik 

Terima kasih sudah berkunjung di blog didikjatmiko.com, Saya doakan semoga selalu diberi kesehatan dan rejeki yang barokah. Amiin

Salam sukses dari desa

@kakdidik13

Berbagi Masker di Perbatasan Bojonegoro Ngawi bersama Ademos Indonesia, MYM dan Yayasan Mannah

Berbagi Masker di Perbatasan Bojonegoro Ngawi bersama Ademos Indonesia, MYM dan Yayasan Mannah - Marhaban Ya Ramadhan.... Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam, karena di bulan ini penuh dengan segala keberkahan-Nya. Amiin. Ada yang berbeda dengan bulan ramadhan sebelumnya. Di bulan ramadhan ini, pelaksanaannya di tengah pandemi covid-19.

Kader Ademos Indonesia, Ananing Nur Wahyuli Memakaikan Masker kepada Pedagang di Pasar Gayam, Kamis (23/04/2020) - Foto : Dok Ademos
Jangan berkecil hati dan tetap bersemangat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1441 H ya teman-teman. Oh ya, kali ini saya mau berbagi ceita nih. Kamis, 23 April 2020 Saya berkesempatan mengikuti aksi sosial bersama Yayasan Mannah dan Ademos Indonesia untuk berbagi masker kepada pedagang di pasar Gayam Kecamatan Gayam dan perbatasan Bojonegoro tepatnya di Kecamatan Margomulyo yang berbatasan dengan Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi.

Pagi itu, saya bergegas menuju Pasar Gayam untuk berpartisipasi membagikan masker gratis kepada pedagang dan pengunjung Pasar Gayam, Kecamatan Gayam bersama Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) beserta Yayasan Mannah.

Selesai membagikan masker di Pasar Gayam, selanjutnya rombongan bergegas menuju ke Kecamatan Margomulyo. Namun, sebelumnya kami menikmati sarapan pagi nasi pecel + telor ceplok, asem-asem warung makan di Clangap, Kalitidu.

Ketua Ademos Indonesia, Muh. Kundhori Membagi Masker kepada Pengendara Mobil di Perbatasan Bojonegoro - Ngawi
Usai sarapan kami bergegas menuju ke Margomulyo karena sudah ditunggu oleh teman-teman dari Margomulyo Youth Movement (MYM) dan Camat Margomulyo beserta Muspika. Sesampainya di tugu perbatasan Bojonegoro - Ngawi, aksi berbagi masker pun dimulai.

Dari padangan mata ini, tak jarang masih banyak pengendara motor yang belum menggunakan masker. Sinar matahari mulai terasa panas di kulit, aksi berbagi masker pun diakhiri selanjutnya kami menuju ke Pendopo Kecamatan Margomulyo kemudian pulang. (dik)

Rahasia Dibalik Angka Sembilan dan SmartPoin

Rahasia Dibalik Angka Sembilan dan SmartPoin - Halo ... Apa kabar nih? Oh ya lama banget jari ini tak meninggalkan jejak di blog yang telah menemani perjalanan hidupku selama ini. Aku doain buat kalian semoga selalu sehat dan rejekinya dilancarkan serta buat yang masih jomblo segera dipertemukan dengan pujaan hati. Amiin
Usai syuting film webseries Ademos The Series di Kayangan Api Bojonegoro, Selfie dulu bareng Mbak Annisa Hertami
Sore ini di tempat nongkrongku (tempat merenung dan menanti pujaan hati), Aku mau bertemu dengan orang-orang hebat yang menginspirasi. Mereka adalah panutan generasi muda Bojonegoro khususnya wilayah Barat. Oh ya buat kalian yang mau website ramai pengunjungnya bisa mencoba memakai jasa web traffic

Satu persatu temanku mulai berdatangan, kemudian menempati tempat lesehan yang sahdu ditemani semilir angin rindu. Sebelum ngobrol lebih lanjut, kuperkenalkan dulu ya siapa saja mereka.

Pertama, adalah Muhammad Ali (Ustan Mandiri). Siapa sih yang tak mengenal sosok orang hebat yang satu ini. Aktivitas sehari-hari dia merupakan ahlinya ahli peternak sapi dari Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo - Bojonegoro yang terpilih untuk mengikuti kegiatan Australian Awards dikemas dalam short term award di Australia selama satu setengah bulan yang diberangkatkan pada tanggal 29 Maret 2017. Tuh keren, hebat dan membanggakan Bojonegoro kan?.

Kedua, Achmad Abidin. Sosoknya yang humanis dan mudah bergaul menjadikan pria yang sehari-hari bekerja sebagai Perangkat Desa di Desa Ngraho Kecamatan Gayam ini loyal dalam berdiskusi. Saat ini dia lagi menekuni dunia peryoutuban dengan konten yang diunggah melalui channel Arka Sholawat.

Ketiga, M. Saiful Huda. Sosok pemuda yang satu ini bisa dibilang sangatlah energik. Pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna di Desanya menjadikan pemuda ini selalu aktif berkegiatan. Menurut informasi yang beredar, statusnya kini Jomblo dan masih berkuliah di universitas ternama di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, dia juga hobi di bidang fotografi.

Keempat, Saya sendiri @kakdidik13. Tentu kalian sedikit banyak telah mengenal tentang diriku kan ya? Selain aktif ngeblog, beberapa hari yang lalu Saya berkesempatan untuk belajar syuting film webseries bertajuk "Ademos The Series" bersama aktris ternama sebut saja namanya Annisa Hertami.
Dalam film itu, Saya berperan sebagai Jumain. Jumain merupakan warga lokal yang bercita-cita jadi seorang vlogger, karakter sedikit mbagusi, namun pintar dalam berolah kata. Nah, dari situlah Saya mencoba mengembangkan aktivitas Jumain (Jujur, Manis dan Ngangenin) melalui channel Youtube Jumain Vlog, boleh diusubscribe ya!

Itulah sedikit gambaran sedikit tentang diriku dan teman-temanku ya.

Sore itu, Kami asyik ngobrol tentang perkembangan desa dan Bojonegoro ditemani segelas es teh, tiga gelas es good day dan rempeyek yang kami pesan. Mas Ali bercerita tentang perkembangan Ustan Mandiri yang akan berbagi semangat dunia peternakan kepada Fatayat NU di Desa Manukan Kecamatan Gayam.

Saya bercerita tentang Smartfren Community Bojonegoro yang siap bersinergi membangun Bojonegoro dengan program kerjanya serta Program Smartfren WOW & Tukar SmartPoin dengan kupon undian berhadiah rumah miliaran, mobil, vespa dan ratusan hadiah hiburan lainnya. 

Huda bercerita tentang Bursa Inovasi Desa (BID) yang selesai digelar beberapa waktu lalu di Kecamatan Gayam dan Abidin asyik bercerita tentang aktivitas berdesa. Tak hanya itu, ternyata jasa menaikkan traffic website sangatlah penting untuk website yang sedang dikelola.

Asyik ngobrol, kata mutiara Gus Abidin pun keluar. "Banyak cara untuk meraih angka sembilan. Sembilan bisa diperoleh dengan 1+8, 2+7, 3+6 dan 4+5 kenapa harus memilih 1+2+6, 2+2+5 dsb. Intinya, kalau ada yang mudah kenapa harus milih yang lain," Jadi, yuk bersemangat meraih angka 9 tersebut.
Selfie bareng Aktivis Desa di Bojonegoro
Angka sembilan mungkin angka besar sekaligus jajaran angka terakhir dari varian angka yang ada. Banyak juga orang yang menyukai angka sembilan dan menjadikannya angka keberuntungan. Kepribadian seseorang yang menyukai angka sembilan juga unik.

Seperti dikatakan Felicia Bender, rumah dengan nomor 9 adalah tempat yang penuh rasa kemanusiaan. Dengan kata lain, sosok yang menyukai angka sembilan adalah orang yang punya rasa empati tinggi, belas kasih, ikhlas, mampu menerima, dan menyukai komunitas yang memang berguna untuk masyarakat.

Adzan magrib berkumandang, kami pun mengakiri diskusi di warung kopi. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya ya teman-teman. Salam sukses dari Jumain Vlog (Jujur, Manis dan Ngengin).

Kopdar Dadakan Tanggal Merah di Alun-alun Bojonegoro

didikjatmiko.com - Pagi itu notifikasi grup whatsapp Blogger Bojonegoro.com berdering. Saya mengirimkan ucapan seperti ini ke grup : "07 Maret 2010 - 07 Maret 2019 Selamat Hari Blogger Bojonegoro (dot) com". Grup yang lama tak ada notifikasi itu langsung ramai bukan main. Ternyata mereka sangat merindukan sebuah pertemuan atau kami menyebutnya dengan istilah njungok.
Kopdar Dadakan Tanggal Merah di Alun-alun Bojonegoro
Menjawab ucapan yang kukirim ke grup WhatsApp, ada yang bilang seperti ini. "Selamat menempuh hidup baru" jawab Muchsin. Sementara itu Mbak Lelly menjawab "Ayo renuinan mumpung tanggal abang (baca : merah)". Setelah seluruh anggota grup menyatakan kesediaannya. Akhirnya diputuskan bahwa pukul 10:19 WIB berkumpul di Tribun Alun - alun Bojonegoro.

KUNCI PENYEMANGAT NGEBLOG : Tips Penyemangat Ngeblog dari 6 Blogger Indonesia

Usai nonton berita pagi di televisi, saya bergegas mandi. Setelah itu saya menuju ke lokasi bersama sahabatku @edysupraeko. Tak lupa saya mampir ke salah satu warung di Kecamatan Gayam untuk membeli belalang goreng, lumayanlah buat teman santai di tribun nanti.

Setibanya di Alun-alun Bojonegoro, ternyata sudah ada Junaidi bersama anaknya. Kami langsung menuju tribun dan menunggu teman-teman yang lainnya. Tak lama kemudian sahabat kami yang bernama Muchsin pun hadir dan disusul Founder Komunitas Blogger Bojonegoro (dot) com Mohammad Rifai bersama anak dan istrinya yang juga seorang blogger hehehe.

Kopdar makin asyik ditemani dengan : KULINER BLORA : Eggroll Waluh Khas Cepu - Kabupaten Blora

Kami pun asyik ngobrol dan bernostalgia mengingat masa-masa dikala masih aktif mengurus rumah tangga, eh keliru maksudnya mengurus blog. Mengingat kegiatan blogger dari ujung ke ujung yang cukup sahdu untuk dikenang. Obrolan terasa semakin menyenangkan, apalagi ditemani dengan camilan belalang goreng yang gurih dan lezat. Biar makin seru, Kami lanjut obrolannya di warung kopi dekat Alun-alun Bojonegoro sambil menunggu teman dari Balen yang juga ingin ikut ngumpul atau istilahnya njungok Bojonegoro.

Yuk intip keseruannya di sini!




Pertemuan yang tak direncanakan, serba dadakan melalui chat WhatsApp, yang penting ngumpul titik. Mohon maaf buat teman-teman yang nggak hadir, karena memang acara ini tak terencana sebelumnya dan kesepakatan untuk ngumpul juga mendadak. Tak terasa 9 tahun berlalu sejak 07 Maret 2010 - 07 Maret 2019. Saya ucapkan banyak terima kasih buat teman-teman yang telah menyempatkan waktu untuk njungok dan liburan bersama di Alun-alun Bojonegoro. 

Tetaplah menginspirasi dimana pun kita berada. Sampai jumpa pertemuan selanjutnya di "Ngetrip Bareng". Kemana ya? Ditunggu ide dan usulannya di kolom komentar ya gaes. Yang penting ngumpul dan hepi.

Salam Bahagia dari Bojonegoro,
@kakdidik13

Inspiratif : Yatim Piatu Potong Rambut di Mas Turiz Gratis

didikjatmiko.com - Mas Turis, begitulah pria asal Dusun Gledekan Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro ini biasa disapa. Pria yang memiliki nama asli Rubianto ini telah lama menekuni dunia bisnis khususnya jasa pototng rambut di wilayah Kecamatan Gayam dan sekitarnya.
Inspiratif : Yatim Piatu Potong Rambut di Mas Turiz Gratis
Usaha potong rambut yang dinamai "Potong Rambut Mas Turiz Gayam" ini buka setiap hari mulai pukul 07:00 hingga pukul 21:00 WIB. Saat pemilik blog didikjatmiko.com sekaligus Didik Jatmiko Channel YouTube menyambangi tempat itu, Kamis (14/02/2019) ada hal unik yang kutemukan. Mas Turis menggratiskan potong rambut bagi anak Yatim Piatu di bawah usia 12 tahun. Inspiratif sekali ya mas bro .... brongkalan hehehehe.

Apa alasan mas Turis menggratiskan potong rambut bagi anak Yatim Piatu di bawah usia 12 tahun? Temukan jawabannya di vlogku berikut ini. 


Semoga menginspirasi ya bro .... brongkalan !

Setelah Ganti Hardisk dan RAM DDR3 Laptop Lenovo G40 Pulih dari Opname

didikjatmiko.com - Tak terasa selama 4 tahun 4 bulan Laptop Lenovo G40 yang kubeli di Kota Gadis 10 September 2014 silam telah menemani aktivitasku, baik itu aktivitas online maupun aktivitas lainnya. Hingga akhirnya terjadi sebuah insiden laptopku error dan nggak bisa digunakan. Ngambeknya Laptop Lenovo G40 berujung pada opname, karena ada beberapa hardware yang harus segera diobati.
Kondisi Laptop Lenovo G40 ku yang Opname
Emang sih, saat error itu data yang terdapat di hardisk laptopku hampir full semua. Baik itu yang di Data C, Data D dan Data E. Tak hanya itu, keyboardnya pun untuk tombol angka yang bisa digunakan hanya tombol angka 5 dan 6. Sehingga ketika mengetik angka, saya menggunakan software keyboard bawaan laptop. Ribet banget dech, tapi mau gimana lagi hehehehe.

Alur Terjadinya Laptop Lenovo G40 Error

a. Tanggal 29 Januari 2019 laptop kunyalakan dan lemot banget. Rencana saat itu mau buat undangan kegiatan, berhubung lemot banget nggak jadi dan laptop kumatikan.

b. Tanggal 30 Januari 2019 di tempat kerjaku, kucoba nyalakan lagi laptopnya dan yang terjadi laptopnya nggak bisa digunakan. Yang muncul hanya tulisan repairing your PC dan diagnosis your PC.

c. Tanggal 31 Januari 2019 kuputuskan untuk membawa laptopku ke sahabatku yang bernama Ahmad Subqie. Dia sehari-hari bekerja sebagai toolman di Laboratorium Komputer SMKN Ngraho - Bojonegoro. Saya bergegas menuju ke SMKN Ngraho untuk menemuinya.  Dengan bersemangat dia mencoba memindahkan data C di hardiskku ke hardisknya. 

"Ternyata tak semudah itu ferguso", ucapnya. Biasanya dia memindahkan data membutuhkan waktu yang nggak terlalu lama. Namun saat memindahkan data di hardiskkuu ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Setelah data berhasil dipindahkan, Kak Beki pun berusaha menginstall ulang laptopku. Apa yang terjadi? Saat diinstall programnya nggak mau jalan. Solusi terakhir adalah mengganti hardisk dan RAM DDR3 nya.

d. Tanggal 02 Februari 2019, Saya ditemani Edy Supra Eko berangkat ke Kota Bojonegoro untuk membeli hardisk yang dimaksud oleh sahabatku yakni hardisk 2.5 merk SEAGATE BARRACUDA INTERNAL HDD 1TB dan RAM DDR3 4GB. 

Toko pertama yang saya datangi yaitu Jeva Computer. Ternyata di sana yang ada hardisk merk HGST. Saya pun nggak jadi beli. Selanjutnya saya mendatangi AJIB Computer. Alhamdulillah saya bertemu langsung dengan pemiliknya sebut saja namanya Lutfi. Dengan cekatan ia melayaniku. 
Beli Kebutuhan Hardware Laptop Lenovo G40 di AJIB Computer Bojonegoro
Selfie bareng Om Lutfi Pemilik AJIB Computer Bojonegoro
Setelah semua barang yang saya maksud dicarikan dan diprintkan nota pembeliannya, langsung kubayar. Om Lutfi pun berkata sekilas nggak asing terhadap diriku, menurutnya wajahku sering nongol di facebook dan blog. Sebelum pulang, saya mengajak selfie pemilik AJIB Computer.

Adapun barang yang kubeli di Ajib Computer Bojonegoro meliputi :

1. Hardisk 2.5 merk Seagate Barracuda Internal HDD 1TB seharga Rp. 800.000,- (Garansi 6 bulan)
2. Keyboard Laptop Lenovo G40 seharga Rp 150.000,- (Garansi seminggu)
3. RAM DDR3 4GB seharga Rp. 450.000,- merk V Gen (Garansi seumur hidup atau istilah kerennya lifetime guarantee) berhubung barang yang kubeli lumayan harganya dikasih diskon sehingga RAM nya dikasih harga Rp 400.000,-  Jadi total barang yang kubeli sebesar Rp 1.350.000,- 

Anda membutuhkan aksesoris komputer, laptop, printer dan komputer? Datang aja ke AJIB Computer di Jalan MH. Thamrin No. 301/90 Kode Pos 62113 (Selatan SMPN 1 Bojonegoro).

Sebelum dikerjakan, Selfie dulu bareng Kak Achmad Subqie dan Kak Edy Supra Eko
Setelah Ganti Hardisk dan RAM DDR3 Laptop Lenovo G40 Pulih dari Opname
Setelah mendapatkan hardisk, RAM DDR3 dan keyboad, sorenya langsung kuantar ke sahabatku di Laboratorium Komputer SMKN Ngraho. Alhamdulillah setelah dipasang dan diinstall ulang, akhirnya Laptop Lenovo G40 ku sembuh dari opname. Terima kasih ya kak Beki telah membantu menyembuhkan laptopku seperti sedia kala meskipun datanya masih tersimpan di hardisk lama. Siap berselancar, mengarungi dunia blogging dan menuangkan isi hati dalam bentuk tulisan serta berinovasi untuk mencari inspirasi agar artikel yang kusajikan di blog semakin berkembang bersama Lenovo G40. Jangan ngambek dan sakit lagi ya, tanpamu rasanya hampa. (kakdidik13)

Menebar Benih "Yuk Ngeblog dan Menduniakan Kabupaten Blora"

didikjatmiko.com - Ngeblog merupakan sebuah aktivitas yang mulai menarik perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pemuda desa, kader organisasi, emak-emak dan sebagainya. 

Tahu nggak? Apabila kita menekuni aktivitas yang satu ini maka kebahagiaan akan datang menghampiri. Tak hanya itu, tidak sedikit para blogger yang berhasil mendapatkan kesuksesan dari aktivitas ngeblog yang ditekuninya. Percaya? 

Menebar Benih "Yuk Ngeblog dan Menduniakan Kabupaten Blora"
Percaya atau tidak, faktanya toh sudah banyak sekali blogger tanah air yang sukses mengelola blog hingga menghasilkan. Tentu semua itu tak mudah seperti membalikkan telapak tangan, butuh keberanian dan konsisten.

Cepu, 12 Januari 2019

Sebenarnya sudah lama sekali Saya diminta untuk berbagi semangat ngeblog kepada peserta Program Pendidikan Pelatihan Kerja di LKP Indobank Cepu Blora Jawa Tengah. 

Banyaknya aktivitas yang kujalani (macak sok sibuk) membuat diri ini belum bisa memberikan kepastian untuk menjawab keinginan Bapak Istiadi yang ingin menghadirkanku di LKP Indobank Cepu. 

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Saya bisa menyempatkan diri berbagi semangat ngeblog dan hadir di Kampus yang beralamat di Jalan Ronggolawe No. 115 Telp./Fax. 0296 424294 Cepu – Blora – Jawa Tengah ditemani sahabatku Mohammad Efendik, Sabtu (12/01/2019).

Satu persatu peserta mulai berdatangan dan kelas pun dimulai. Setelah diperkenalkan oleh Bapak Istiadi, Saya mengawali pembicaraan dengan memperkenalkan diri secara singkat kepada peserta dan dilanjut perkenalan dari peserta yang hadir.

Seharusnya ada sekitar 40 peserta yang terdaftar, namun yang hadir pada saat itu sekitar 12 orang, lumayanlah. Saya pun memberikan semangat kepada peserta agar bersemangat ngeblog dan menduniakan Kabupaten Blora di dunia maya melalui karya positif yang dikemas dalam aktivitas blogging.


Tak terasa hampir dua jam Saya memperkenalkan dunia blog dan pengelolaan media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Saya juga mewanti-wanti agar jangan sampai menebarkan hoax, apalagi di tahun politik seperti saat ini. "Yuk, kita sukseskan Pemilu 2019 dan Jangan Menyebarkan Berita Hoax !," ucapku kepada peserta.


Nampaknya peserta sangat antusias, terbukti banyak sekali peserta yang bertanya dan tertarik ingin mendalami dunia blog lebih serius. Serius mau ngeblog? Mulailah dengan gemar membaca dan menulis detik ini juga.

Demikianlah sedikit cerita yang dapat kusampaikan. Sampai berjumpa di kelas berikutnya, Praktik NgeBlog.[kakdidik13]

Jatuh dari Sepeda Motor

Jatuh dari Sepeda Motor - Seperti biasanya sepulang kerja dari sebuah lembaga di Gayam, sore itu saya bergegas mandi. Tak lama kemudian, adzan magrib berkumandang. Saya bergegas mengambil air wudhu lalu melakukan ibadah sholat magrib.

Usai magrib, saya pamit keluar rumah untu membeli obat batuk di apotek Purwosari sekalian nyari yang anget-anget. Tiba di apotek, saya menunjukan nama obat batuk yang hendak kubeli. Setelah dapat dan kubayar, Saya bergegas menuju tempat nongkrong langgananku, selain nyaman tempatnya juga full WiFi hehehe kebetulan ada artikel yang mau ku publish di blogku.

Jangan lupa pakai helm kalau naik motor - Foto : Didik Jatmiko
Sambil menikmati secangkir wedang jahe yang kupesan, laptop kunyalakan kemudian draft artikel blog di notepad yang baru 75% ku selesaikan.

"Alhamdulillah selesai juga, artikel yang berjudul Liburan ke Telaga Sarangan Magetan yang Eksotis pun tayang di blogku". Selengkapnya intip di Telaga Sarangan Magetan yang Eksotis.

Selanjutnya saya nonton pertandingan Timnas Indonesia U-16 yang sedang berlaga melawan Timnas U-16 Vietnam. Kebetulan di tempat nongkrongku ada TV nya juga gaes, jadi semakin seru nontonnya.

Sambil nonton, saya pun asyik main twitter. Kebetulan saat itu lagi ramai di timelineku, obrolan antara si Doel (pemilik blog ceritabangdoel.com) dan si Nana (salah satu panitia blogger sueger camp di Jember) yang lagi pedekate. Tetap semangat Doel hahaha. Obrolan mereka pun juga ditanggapi teman-teman lainnya seperti Ilham dan Niera. Saya pun ikut nimbrung, biar makin rame aja hehehe. Maafin ya Doel + Na yang udah ngeramain timeline kalian hehehe. 

Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB, saya pun bergegas pulang. Usai membayar wedang jahe yang kupesan, saya mampir ke Kios Burung Layana Arta untuk membeli pakan burung Lovebird. Ndilalah, stok pakan di kios pas habis.

Tanpa menunggu lama, Saya bergegas pulang. Malam itu nggak seperti biasanya, lampu penerang jalan terlihat tak menyala. Entah karena melamun atau kecapekan, saya kira di depan sudah nyampai pembatas jalan yang di cor. Sekilas saya membelokkan sepeda motor yang kukendarai. Ndilalah... saya menabrak cor-coran dan brak...  Saya pun terjatuh. Beruntung saat itu Saya pakai helm gaes.

Untuk diketahui bahwasanya jalan yang kulewati ini sedang dalam tahap pembangunan oleh Pemerintah. Sedikit saran, tolong rambu-rambu atau peringatan pembangunan diperbanyak agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan.



Saya pun berusaha bangkit, walau terasa sakit. Alhamdullah di sekitar lokasi ku jatuh ada beberapa orang yang melihat Saya merintih kesakitan dan bergegas menolongku. Ada seorang ibu yang memberiku air minum dan menanyakan rumahku. Bahkan ada pula yang menawarkan mau mengantarkan ku pulang kerumah. Berhubung saya masih kuat, saya pun mengucapkan terima kasih. Setelah agak tenang, saya mencoba bangkit dan mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah menolongku. Alhamdulillah si Revo tidak mengalami kerusakan yang begitu parah. Sepeda motor Revo pun kunyalakan dan kukendarai pelan-pelan hingga nyampai ke rumah.

Setibanya di rumah, saya bilang ke orangtuaku kalau habis jatuh dari motor. Orangtuaku pun bergegas memanggil tukang pijat yang kebetulan rumahnya nggak jauh dari rumahku. Malam itu pun saya langsung dipijat untuk mengurangi rasa sakit di badanku.

Kecelakaan tunggal (alias jatuh dengan sendirinya) yang Saya alami menyadarkanku untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. 

Oh ya gaes, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum berkendara. Pertama, kalau hendak mengendarai motor, periksa dulu keadaan motornya. Kemudian, jika belum mengenal 'medan jalan' yang akan dilalui, Janganlah ngebut. Kedua, lengkapilah keamanan dengan memakai alat pelindung, seperti helm dan jaket. Jangan lupa jika hendak bepergian jauh, lengkapilah surat kendaraan motor seperti STNK dan SIM.

Alhamdulillah setelah jatuh dari motor itu, Saya beristirahat hampir selama seminggu di rumah. Saat ini sudah mulai pemulihan dan sudah bisa mengendarai sepeda motor lagi. Terima kasih buat teman-temanku yang selalu kurepotkan dan bersedia membantuku selama proses penyembuhan. [kakdidik13]

Pengalaman Pertama Ngetrip ke Kota Sukabumi

Pengalaman Pertama Ngetrip ke Kota Sukabumi - Sebenarnya cerita ini telah lama banget dan sudah pernah kumuat di blogku yang di blogdetik. Berhubung blogdetik sudah pamitan, biar nggak hilang kuposting lagi ke blogku ya gaes. Ini adalah merupakan cerita perjalanan seorang blogger menuju ke Kota Sukabumi.

Pengalaman Pertama Ngetrip ke Kota Sukabumi
Kamis 20-02-2015 silam tepatnya pukul 17.45 WIB Aku diantar oleh sahabatku @EdySupraEko menuju stasiun Cepu, Blora - Jawa Tengah. Pada kesempatan ini, Saya akan pergi ke Kota Sukabumi untuk menghadiri undangan kegiatan Launching PanduApp dalam Seminar PRAKTIKA "Pramuka Informatif dengan TIK" dari sahabatku Kang Gery. Dia adalah ketua Relawan TIK Indonesia Kota Sukabumi.

Setibanya di stasiun Cepu, Aku duduk di kursi tunggu yang ada di sana sambil ngobrol bareng sahabatku. Selesai ngobrol, Saya berpamitan dan sahabatku langsung pulang.Saya bergegas masuk ke ruang tunggu stasiun. Tiketku pun diperiksa oleh petugas dan dipersilahkan masuk sambil menunggu kedatangan kereta api. Di ruang tunggu yang ada, Saya berbasa - basi dengan penumpang yang juga sudah menunggu kedatangan kereta api Harina.

Kereta api yang akan mengantarkanku menuju Kota Sukabumi adalah kereta api Harina. Tak lama kemudian sekitar pukul 19.30 WIB, kereta api Harina pun tiba di stasiun Cepu. Setelah dipersilakan oleh petugas, Saya langsung berjalan menuju  gerbong yang sesuai tertera dalam tiket yakni gerbong 1 kursi 24 E. Kebetulan pada saat itu, Saya mengenakan seragam Pramuka. Saya bergegas masuk ke gerbong dan ternyata di dalam ada Pak Anang pegawai Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro beserta istrinya.

Aku pun bertanya kepadanya, "Mau kemana Pak?" Beliau menjawab, "Bandung".
"Sama donk Pak, tapi Aku mau ke Sukabumi", imbuhku.
"Ngapain ke Sukabumi?" tanya Pak Anang.
"Menghadiri undangan kegiatan dari sahabat di Sukabumi Pak", jawabku.
"Kalau Bapak ke Bandung ngapain?".
"Biasanya mas mau jenguk anak-ku yang kuliah di Bandung mas", jawab Pak Anang.

Satu persatu stasiun dilewati dan sekitar pukul 05.10 WIB, kereta api Harina pun tiba di stasiun Bandung. Saya bergegas turun, begitu pula dengan penumpang yang lain. Pasalnya stasiun Bandung adalah stasiun tujuan akhir kereta api Harina. Perlu diketahui bahwa kereta api Harina merupakan kereta api yang melayani rute perjalanan dari stasiun Pasar Turi Surabaya hingga stasiun Bandung.

Foto bersama Pak Anang di Stasiun Bandung
Sebelum keluar dari stasiun Bandung, tak lupa Saya berfoto bareng Pak Anang dengan minta tolong difotokan oleh orang yang ada di dekatku. Selesai berfoto, kami pun bergegas menuju mushola yang terletak tidak jauh dari pintu keluar untuk melaksanakan ibadah sholat subuh. Selesai sholat, kami pun bergegas menuju ke pinggir jalan raya dan kami pun berpisah. Tak lupa Saya bersalaman dan pamitan sama beliau.

Ini adalah pertama kali, Saya menginjakkan kaki di kota bunga Bandung Provinsi Jawa Barat. Sebagai orang Jawa Timur yang belum begitu menguasai bahasa Sunda, Saya tidak merasa takut berada di Bandung, kan bisa pakai bahasa persatuan "Bahasa Indonesia". Dengan bermodalkan keberanian seorang Pramuka, Saya masuk ke salah satu angkot yang berhenti di dekatku. Setelah ku tanya lewat Leuwi Panjang beliau pun menjawab nggak mas, hanya sampai ke Padalarang.

Mau kemana mas? Sukabumi bapak, jawabku. Beliau menyarankan lewat Padalarang saja. Saya mengiyakan dan langsung naik angkot tersebut. Di perjalanan, Saya mengajak sopir ngobrol. Ternyata orangnya asyik diajak ngobrol. Tak lama kemudian, angkot yang kunaiki tiba di lokasi dan  bergegas turun serta menyerahkan uang sebesar Rp. 12.500,- kepada sopir angkot tersebut.

Di pertigaan Padalarang, sambil menunggu bus yang di maksud. Ada dua orang yang sedang menunggu bus. Beliau adalah penjual tas dari Semarang Jawa Tengah yang sudah lama marantau di Bandung. Sambil menunggu bus, salah satu dari mereka membeli sesuatu. Saya dikasih, karena memang dia belinya tiga buah saja. Setelah kutanya, apa pak ini? Beliau menjawab ketan goreng mas? Lumayan cukup untuk mengganjal perut, tak lupa ku ucapkan terima kasih. Tak lama kemudian, dua orang tadi naik bus dan menghilang dari arah pandangku. Sambil menunggu bus yang kumasud, tak lupa ku foto apa yang kulihat di dekatku. Tak lama kemudian bus Sangkuriang yang kumaksud datang, Saya langsung masuk ke bus tersebut.

Dalam perjalanan dari Bandung - Sukabumi. Ku lihat pemandangan yang begitu indah dari dalam bus Sangkuriang. Tak lupa ku jepret dengan kamera HP Lenovo-ku. Lumayan buat nambah koleksi foto. Perjalanan dari Bandung - Sukabumi memakan waktu sekitar 3,5 jam (kalau nggak macet). Tak kuat menahan rasa ngantuk, Saya pun tertidur. Tiba di Kabupaten Cianjur, Saya terbangun dan kulihat gunung yang sangat indah ditambah pohon kelapa yang tumbuh subur dengan jumlah yang begitu banyak.

Ada satu yang tak lepas dari pandanganku adalah ketika bus Sangkuriang melewati salah satu tugu tunas kelapa yang terlihat jelas bertuliskan "Cianjur Kabupaten Pramuka". Saya teringat dengan desa Lebakharjo yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dikenal dengan sebutan desa Pramuka. Tapi yang membuatku lebih bangga, ternyata ada Kabupaten yang memberanikan sebagai Kabupaten Pramuka. Semoga tidak hanya slogan saja, tetapi benar-benar menjadi Kabupaten Pramuka yang sesungguhnya. Tapi sayang banget, karena bangganya melihat tugu tersebut jadi lupa belum mengambil fotonya. Tapi, sebagai Pramuka yang suka main gadget, ku coba cari di google dengan kara kunci "Cianjur Kabupaten Pramuka" muncul deh foto tugunya. Semoga lain waktu bisa ke Cianjur, Amiin.

Karena perjalanan masih lumayan jauh, ku gunakan waktu yang ada untuk istirahat. Sekitar pukul 11.05 WIB, bus Sangkuriang pun tiba di terminal Sukabumi. Tak lupa kuhubungi Kang Gery. Saat turun dari bus, eh ternyata Kang Gery udah datang. Saya langsung dibonceng naik motor hingga tiba di basecamp Relawan TIK Indonesia Kota Sukabumi. Setibanya di basceamp, Saya berbincang-bincang dengan kang Gery sambil menunggu waktu sholat Jum'at. Inilah kisah perjalanan pertamaku menuju Kota Sukabumi. [@kakdidik13]

BJS Kenalkan Destinasi Wisata Jember Melalui Sueger Camp

didikjatmiko.com - Berbicara Jember tentu tak terlepas dari perhelatan rutin tahunan di Kota Pandhalungan yaakni Jember Fashion Carnival (JFC). Sebuah ajang karnaval yang konon berhasil menyita dan menarik perhatian tidak hanya masyarakat Jember, tapi juga masyarakat Indonesia bahkan dunia gaes. Eits, sebenarnya Jember itu tidak hanya JFC saja lho, kota kelahiran artis ternama Anang Hermansyah ini ternyata menyimpan banyak destinasi wisata yang wajib dikunjungi gaes, penasaran?

Seru-seruan di Destinasi Wisata Jember dalam ajang Sueger Camp 2018
Menjawab rasa penasaran kalian, Saya akan bercerita tentang kegiatan di Jember beberapa hari yang lalu. Kegiatan itu bernamakan Sueger Camp 2018. Kegiatan mengenalkan Destinasi Wisata Jember ini yang dikemas dalam bentuk fam trip ini digelar oleh Komunitas Blogger Jember Sueger (BJS). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus - 02 September 2018. Kebetulan saya terpilih untuk mengikutinya bersama blogger hits dan vlogger hits tanah air hasil seleksi.

Ada beberapa di anatara peserta pernah dan sering kopdar di acara blogger, ada pula yang sebelumnya hanya bertegur sapa melalui sosial media dan baru bertemu di dunia nyata seperti Nyi Penengah beserta suami, terus si Faisol pemilik blog duniafaisol, Ilham Sadli dan sebagainya hehehe.

Perjalanan yang cukup lama dari Cepu sampai ke Surabaya lalu esok harinya baru dilanjut ke Jember ini saya lakukan dengan menggunakan transportasi Kereta Api. Kamis, 30 Agustus 2018 sekitar pukul 21:56 WIB Saya berangkat dari Cepu dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 00:35 WIB dini hari. Tak disangka ternyata ada Mbak Terry dan Om Dedy Darmawan yang juga turun dari Kereta Api Jayabaya. 

Selfie dulu dan siap untuk berangkat ke Jember dari Stasiun Surabaya Gubeng dengan Kereta Api Probowangi - Foto : Budiono Sukses
Usai dari toilet, kami pun sejenak mencari kehangatan malam eh maksudnya teh hangat di warung yang berjualan di depan pintu gerbang kedatangan Stasiun Surabaya Gubeng Baru. Tak lupa kami juga mengabadikan pose di tulisan SURABAYA GUBENG.

Tiba di Jember, Kuliner Gudeg Pecel Lumintu dan istirahat di Hotel Lestari

Jum'at, 31 Agustus 2018 Pukul 08:35 Kereta Api Probowangi tiba di Stasiun Jember dan dijemput senyuman manis panitia, ciye efek penumpang bermasker hijau di kereta. Selanjutnya kami diajak singgah dan menikmati kuliner legendaris di Jember yakni Gudeg Pecel Lumintu. 

Nah, buat teman-teman blogger yang berkunjung ke jember wajib menikmati kuliner Gudeg Pecel Lumintu.  Meskipun masuk gang tepatnya di Jl. Kertanegara 33 PH Jember, pembelinya ramai banget gaes. Memang sih nama warung nasi Gudeg Pecel Lumintu ini sangat legendaris sejak tahun  1980-an dan terkenal di Jember.

Usai sarapan, kami pun langsung diajak menuju Hotel Lestari Jember. Usai mendapatkan kamar, saya pun bergegas menuju kamar di lantai 3. Usai perjalanan yang cukup panjang, melihat bantal dan kasur yang empuk saya pun langsung berebahan dan tidur terlelap alias nyenyak banget.

Selfie di Lantai 3 Hotel Lestari Jember
Buat kamu yang sedang berlibur ke Jember, tentu membutuhkan tempat untuk menginap kan? Hotel Lestari Jember ini sangat recomended. Layaknya hotel pada umumnya, hotel ini sangat nyaman untuk melepas lelah dan tarifnya pun sangat terjangkau dan konsep hotelnya Go Green yang ramah terhadap lingkungan. Lokasinya pun strategis dan tidak jauh dari pusat pusat perbelanjaan, dan balai gedung serbaguna kesenian dan olahraga Jember.

Tak terasa, malam pun tiba. Kami dipersilakan menuju ke ruang makan Hotel Lestari dan menikmati sajian menu makan malam yang telah disediakan. Sambil menunggu kedatangan peserta terakhir dari Bandung dan Sukabumi kami pun menikmati hidangan makan malam. 

Setelah dipastikan peserta lengkap, panitia memulai acara dengan perkenalan dan pembagian kaos kegiatan + ID Card. Tak lupa saat Nyi Penengah berkenalan, dia membagi produk handmade buatan suaminya. Acara santai malam ini diakhiri dengan sambutan dari Bapak Teguh, Pemilik Hotel Lestari Jember.

Blusukan ke Kebun Tembakau, Gudang Pengolahan, Ruang Produksi BIN Cigar dan Museum Tembakau Jember

Sebelum berangkat menuju destinasi pertama, tak lengkap rasanya kalau belum berfoto ria. Usai berfoto, kami bergegas masuk ke bus pariwisata yang siap mengantar kami menulusuri destinasi wisata Jember. Destinasi pertama yang dikunjungi yaitu kebun Tembakau. Kebun Tembakau ini dikembangkan oleh Koperasi Agribisnis Tarutama Nuasantara (TTN). Seperti apa lokasinya? Silakan dilihat di video berikut ini :


Tiba di lokasi, kami disambut oleh Pak Anas dari TTN beserta crew lainnya. Kami diajak melihat langsung tembakau yang ditanam dan proses panjang tembakau mulai dari pemilihan daun dan pengeringan secara langsung di gudang pengolahan tembakau yang tak jauh dari lahan tanam. Terakhir kami diajak mengunjungi pabrik pengolahan bahan cerutu ini dengan pekerjanya hampir semua perempuan dengan menggunakan kerudung putih.

Setelah dirasa cukup, kami pun berpamitan dan langsung bergegas menuju ke ruang produksi Boss Image Nusantara (BIN) Cigar. Di tengah perjalanan, kami menikmati kue yang diberikan oleh panitia. Kue dari Nyonya Ama Catering ini rasanya enak banget.

Tiba di kantor BIN Cigar Jember kami disambut oleh Pak Imam. Kami pun diperlihatkan salah satu produk cerutu yang harga bombastis banget gaes. Tak hanya itu, kami juga diajak langsung melihat proses penggulungan hingga menjadi cerutu. Bahkan salah satu peserta langsung diajari praktek pembuatan Cerutu. Sebelum balik, kami pun mengabadikan momen bersama Pak Imam beserta karyawan BIN Cigar untuk foto bersama.

Museum Tembakau Jember
Perjalanan pun diteruskan ke Museum Tembakau yang dikelola oleh UPT PSMB-LT Jember Disperindag Provinsi Jawa Timur. Setibanya di museum kami disambut dan ditemani oleh Pak Sunito untuk berkeliling melihat koleksi di museum tembakau.

Welcome To Taman Botani Sukorambi

Puas melihat tembakau hingga menjadi cerutu yang siap untuk diekspor, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Saya pun memanfaatkan waktu perjalanan untuk sejenak memejamkan mata yang sudah tak kuasa kutahan. Tak terasa, akhirnya kami tiba di sebuah wahana wisata alam dekat dengan pusat kota Jember yang memiliki konsep rekreasi sambil belajar, sebut saja namanya Taman Botani Sukorambi Jember.

Sebelum masuk, kami pun mengabadikan foto bersama di pintu gerbang masuk wisata yang terletak di Jalan Mujahir, Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Selanjutnya kami diberi brosur paket wisata dan dipersilakan untuk memasuki wahana sambil dijelasin oleh petugas dari Taman Botani Sukorambi.

Akhirnya tiba juga di Taman Botani Sukorambi Jember
Kemah di Taman Botani Sukorambi Jember
Buat teman-teman yang ingin berkunjung ke sini, harga tiket masuknya sebesar Rp 12.000,- per orang untuk hari Senin s/d Kamis dan Rp 20.000,- per orang untuk hari Sabtu dan Minggu. Ada 18 paket wisata yang terdapat di Taman Botani Sukorambi Jember, diantaranya : wahana kebun edukasi untuk belajar hidroponik, wahana edukasi belajar ternak kelinci, camping ground dan outbond, paket wisata ayo ke sawah, cafe tebing yang mempesona dengan lantai kaca yang anti pecah dan transparan sehingga pengunjung bisa melihat tebing di bawahnya, wisata air seperti kolam renang tanpa kaporit hingga kolam renang khusus muslimah yang dikemas dalam Muslimah Private Area dan sebagainya. Cek lokasi Taman Botani Sukorambi di google maps berikut ini :


Puas mengelilingi spot wisata yang instagramable di Taman Botani Sukorambi tak terasa senja pun menyapa, tibalah waktu untuk bersih diri alias mandi. Saat itu, kami mendapat sebuah kehormatan dan diperbolehkan untuk mandi di Kolam Renang Muslimah Privat Area, lumayan gaes. 

Setelah mendapat pembagian tenda dari panitia, kutaruh tas bawaanku lalu kuambil baju ganti dan bergegas njebur ke kolam renang tanpa kaporit ini. Puas renang, selanjutnya saya mandi dan ganti baju di kamar mandi yang tersedia di sana.

Sehabis sholat Isya', acara sharing yang dikemas santai pun dimulai dengan dibuka langsung oleh Mbak Prita HW selaku koordinator Blogger Jember Sueger. Kemudian dilanjut sambutan selamat datang dari Bapak Febri Ananta Kahar selaku Pemilik Taman Botani Sukorambi Jember. Tanpa menunggu lama, Kami pun dipersilakan untuk menikmati hidangan makan malam dan sajian kopi khas Jember yang telah disediakan dan dikemas dalam BBQ time. Seru banget gaes, lihat aja videonya di sini :


Usai makan malam, hawa dingin mulai menyelimuti badan. Kayu bakar yang tersusun rapi dalam wadah pun dinyalakan sehingga menghangatkan badan dan menambah keakraban. Agar semakin sahdu dan terkenang di hati, pelepasan lampion masa depan pun dimulai. Selanjutnya acara dilanjut dengan sharing sesion aktivitas blogging dari Blogger Jember Sueger bersama peserta Sueger Camp 2018 ditemani segelas Bedhag Kopi yang menghangatkan jiwa. Asyik ngobrol, rintik-rintik air hujan (nggak terlalu deras sih) membasahi badan sehingga acara sharing sesion pun dilanjut di dalam Muslimah Private Area. 

Tak terasa waktu terus berputar, jelang tengah malam Saya pun bergegas istirahat ke tenda yang dilengkapi fasilitas sleeping bag dan matras dari Repri Adventure, tempat penyewaan alat camping di Jember. Kebetulan Saya setenda dengan Mas Arief Pokto, sleeping bag pun kami jadikan untuk bantal. Sebelum tidur kami pun asyik ngobrol kesana sini hingga akhirnya kami tak kuasa menahan rasa kantuk, tidur dech. 



Pukul 04:05 WIB Saya terbangun dan bergegas menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam Muslimah Private Are. Saya pun bergegas mandi kemudian sholat subuh berjamaah dan packing barang yang kubawa. Untuk pakaian basah dan kotor Saya masukkan ke kresek merah dan minta tolong sama panitia untuk dilaundrikan bersama dengan pakaian kotor miliknya Doel, Aris, Salman dan teh Nchie Hanie.

Sambil menunggu yaang lainnya,tak lupa saya pun mengabadikan diri untuk foto di kawasan Camping Ground TBS, selfie bareng Mas Lozz Akbar dan mbak Yuniari Nukti, dan memotret foto rumah pohon TBS.

Sebelum melanjutkan ke destinasi berikutnya, kami pun menikmati sarapan pagi yang telah disediakan oleh Nyonya Ama Catering. Usai makan, kami mendapat goodie bag dari panitia yang berisi Bedhag Kopi dan Cokelat Edamame dari Fondre serta Suwar Suwir khas Jember. Setelah siap, kami pun diantar menuju lokasi parkir bus dengan mobil Golf Cart oleh crew Taman Botani Sukorambi Jember.

Menginjakkan Kaki di Pantai Papuma Jember

Ini adalah pertama kalinya Saya menikmati objek wisata pantai andalan di Jember. Pantai Pasir Putih Malikan atau lebih dikenal dengan sebutan Pantai Papuma ini eksotis banget gaes, hamparan pasir putih dan batuan karangnya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang. 

Untuk tiba di Puncak Siti Hinggil Kita harus berjuang gaes
Akhirnya bisa selfi di Puncak Siti Hinggil Jember
Kami pun diajak berjalan menuju Puncak Siti Hinggil Untuk sampai ke puncak tersebut, pengunjung bisa berjalan mengikuti jalan setapak yang berundak-undak. Jalannya pun lumayan tinggi. So, kamu harus menjaga stamina agar tetap fit ya. Alhamdulillah saya pun berhasil menaklukan jalan berundak yang dibuat berwarna-warni agar menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Setibanya di puncak Siti Hinggil, kami pun dipersilakan untuk menikmati Es Degan yang memang disediakan oleh pengelola wisata Tanjung Papuma. Terima kasih ya pak, maaf ngrepotin hehehe. Oh ya, di puncak Siti Hinggil kamu bisa mengabadikan indahnya pemandangan melalui lensa kamera DSLR maupun kamera smartphonemu.

Bagi yang suka berlama-lama menikmati indahnya Tanjung Pantai Papuma, kamu bisa menginap di homestay dengan tarif yang bervariasi. Lebih detailnya bisa menghubungi Pengelola Tanjung Papuma. 

Pusat Penelitian Kako dan Kopi

Setelah menikmati Tanjung Pantai Papuma yang begitu eksotis. Perjalanan dilanjutkan menuju ke Pusat Penelitian Kakao dan Kopi yang terletak di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, Jember Jawa Timur. Destinasi kawasan agrowisata dengan lahan seluas 160 hektare yang dikelilingi oleh areal perkebunan kakao dan kopi yang asri, pengunjung dapat menyaksikan dan melihat proses pengolahan kakao dan kopi.

Tiba di Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Jember
Naik Kereta Kayu mengelilingi Pusat Penelitian Kakao dan Kopi di Jember
Selfie dengan Pohon dan Buah Kakao di Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Jember
Setelah mendengarkan penjelasan dari Pak Didik, kok sama dengan namaku hehehe. Kami pun diajak mengelilingi kawasan wisata ini dengan menggunakan kereta kayu yang unik dan telah dimodifikasi. Kami pun dipersilakan untuk foto di area perkebunan Kakao dan Kopi. Turun dari kereta kayu, kami diajak melihat secara langsung hasil produksi kakao dan kopi yang diolah menjadi minuman panas atau dingin, permen, cokelat hingga es krim.

Sebelum balik, kami pun singgah di salah satu Outlet Kakao dan Kopi. Saya pun membeli beberapa bubuk kopi dan cokelat untuk oleh-oleh hehehe. Setelah dirasa cukup, perjalanan pun dilanjutkan menuju Warung Kembang.

Penutupan Sueger Camp di Warung Kembang

Destinasi terakhir yang kami kunjungi yakni Warung Kembang. Sebuah warung yang menyajikan menu kuliner di Jember dilengkapi area parkir cukup luas. Agar lebih santai saat menikmati hidangan, pengunjung dimanjakan dengan hiburan live musik. Nah, bagi yang suka atau mempunyai hobi menyanyi sangat cocok nih.

Menikmati hidangan kuliner di Warung Kembang Jember
Sebagai blogger yang jauh-jauh datang dari Bojonegoro rasanya pengen banget dan bangga bisa berjumpa dengan orang nomor satu di Jember yakni Bupati Jember. Namun, ternyata belum rejeki gaes. 

Hal yang sama pasti dirasakan oleh teman-teman blogger, ada yang dari Jakarta, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Pemalang, Pekalongan, Surabaya dan Sumenep. Ya, semoga kelak kita diundang dan berjumpa sekaligus kopdar bareng dengan Bupati Jember dalam ajang Jember Fashion Carnaval 2019. Amiin

Kenyang menikmati hidangan makan dan minum di Warung Kembang, acara ditutup dengan pemaparan perwakilan dari Bupati Jember yang kebetulan tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Kami pun diminta untuk berbicara memberi satu ungkapan kata tentang Jember dan memilih satu dari beberapa destinasi yang dikunjungi. Satu kata untuk Jember menurutku itu ijo (hijau) dan pilihan saya tertuju pada "Taman Botani Sukorambi Jember".

Demikianlah cerita keseruan bersama peserta Sueger Camp 2018. Saya mengucapkan terima kasih buat seluruh Crew Blogger Jember Sueger dan semua pihak yang telah memfasilitasi kami saat berada di Kota Suwar Suwir ini. So, bagi kalian yang hobi jalan-jalan dan traveling nggak ada salahnya untuk datang ke Jember. Jember itu tidak hanya JFC saja melainkan banyak sekali destinasi wisata lainnya yang layak untuk dikunjungi. [kakdidik13]

Aplikasi

[Teknologi][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done